Literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Keberadaan perpustakaan yang merata dan mudah dijangkau merupakan indikator penting dalam mendukung peningkatan kualitas literasi di sebuah daerah.
Menariknya, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat rasio perpustakaan umum terakreditasi tertinggi di Pulau Jawa pada 2025. Berdasarkan data Perpustakaan Nasional RI, DIY memiliki sekitar 3,41 perpustakaan umum per 100 ribu penduduk, melampaui provinsi lain di Jawa seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Banten.
Padatnya Perpustakaan di Provinsi DIY
Dari sisi jumlah, DIY memiliki 129 perpustakaan umum terakreditasi dengan jumlah penduduk sekitar 3,78 juta jiwa. Sementara itu, Jawa Tengah yang memiliki jumlah perpustakaan umum jauh lebih banyak, yakni 788 unit, namun rasionya lebih rendah, sekitar 2,06 per 100 ribu penduduk.
Selanjutnya, Jawa Timur dengan 515 perpustakaan memiliki rasio sekitar 1,22, sedangkan DKI Jakarta dan Banten masing-masing berada di kisaran 0,66 dan 0,30 per 100 ribu penduduk. Jawa Barat jadi yang terendah di Pulau Jawa dengan rasio sekitar 0,11.
Secara nasional, rasio perpustakaan umum terakreditasi di Indonesia tercatat sekitar 1,21 perpustakaan per 100 ribu penduduk. Angka ini menempatkan DIY di atas rata-rata nasional dan terpantau relatif unggul dalam ketersediaan perpustakaan umum.
Adapun Jogjastats menghitung rasionya dengan cara membandingkan data Perpusnas RI jumlah perpustakaan umum dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai jumlah penduduk di provinsi tersebut.
Urgensi Perbanyak Perpustakaan di Jogja Buka Sampai Malam
Dalam unggahan Jogjastats tersebut, terdapat banyak reaksi dari warganet yang menggarisbawahi jam tutup perpustakaan di Yogyakarta. Diketahui memang sebagian perpustakaan di area Yogyakarta tutup di sore hari. Padahal, masih banyak mahasiswa/pekerja yang memerlukan akses perpustakaan untuk melakukan pekerjaannya di malam hari.
"Tapi yang buka sampai malam cuman sedikit," tulis akun Lexi Jalu Aji.
"Jogja emang wow banget sih di antara perpusda yang pernah dikunjungin, cuma paling sayangnya ga buka sampe malem gitu," tulis akun fttarc.
Meski begitu, masih terdapat sebagian perpustakaan di provinsi ini yang memiliki jam tutup hingga malam hari.
Baca Juga: Penduduk Kulon Progo Paling Gemar Membaca di Jogja
Penulis: Pierre Rainer
Editor: Editor