Partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial jadi salah satu indikator penting untuk menilai kuatnya interaksi sosial di suatu daerah. Semakin tinggi keterlibatan warga dalam rapat dan pertemuan, maka semakin besar juga kerja sama dan solidaritas yang tercipta di tengah masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis dalam Statistik Sosial Budaya 2025, DI Yogyakarta menjadi provinsi dengan tingkat partisipasi tertinggi dalam kegiatan rapat atau pertemuan selama setahun terakhir. Sebanyak 68,78% penduduk berusia 10 tahun ke atas mengaku pernah mengikuti rapat atau pertemuan di lingkungan mereka.
Baca Juga: UGM Puncaki Skor SINTA di Yogyakarta
Di bawahnya, Bali menyusul dengan proporsi sebesar 54,76%, diikuti Jawa Tengah sebesar 49,06% dan Aceh dengan 43,3%. Jawa Timur menutup daftar lima besar dengan 38,97% penduduknya pernah mengikuti rapat atau pertemuan dalam setahun terakhir pada 2025.
Selisih tipis dengan Jawa Timur, terdapat Maluku Utara di bangku keenam dengan 38,11%. Papua Pegunungan mengisi bagku ketujuh dengan 36,03%, diikuti Nusa Tenggara Timur (35,36%) dan Bengkulu (34,65%). Jambi menutup daftar sepuluh besar dengan 34,5% penduduknya mengikuti rapat atau pertemuan dalam setahun terakhir.
Dari daftar di atas, tiga di antaranya berasal dari Pulau Jawa, yaitu DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sumatra juga menyumbang tiga provinsi dalam daftar, mulai dari Aceh, Bengkulu, hingga Jambi.
Perlu digarisbawahi bahwa partisipasi dalam rapat dan pertemuan bukan sekadar aktivitas berkumpul biasa. BPS menjadikan indikator ini sebagai salah satu ukuran modal sosial karena mencerminkan tingkat keterlibatan warga dalam kehidupan komunitasnya. Semakin tinggi partisipasi masyarakat, semakin besar peluang terbangunnya kepercayaan, kerja sama, serta kemampuan menyelesaikan persoalan bersama di lingkungan sekitar.
Budaya Sosial yang Kuat di DI Yogyakarta
Posisi Yogyakarta di puncak daftar bukan lagi hal yang mengejutkan. Daerah ini dikenal memiliki budaya sosial yang kuat, mulai dari kegiatan kampung, musyawarah warga, forum RT/RW, komunitas mahasiswa, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan.
Sebagai kota pendidikan yang banyak dihuni oleh pelajar, mahasiswa, akademisi, dan komunitas kreatif dari berbagai daerah, Yogyakarta juga memiliki tradisi diskusi dan forum publik yang cukup tinggi. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk lebih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan bersama.
Tingginya angka partisipasi ini menunjukkan bahwa interaksi tatap muka dan budaya bermusyawarah masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Yogyakarta.
Baca Juga: DIY Jadi Juara Nasional TKA SD 2026
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/05/29/07e7729b9936b34122db0589/statistik-sosial-budaya-2025.html
Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor