Kesehatan merupakan salah satu anugerah yang patut disyukuri dalam kehidupan manusia. Dengan kondisi tubuh yang sehat, seseorang dapat menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari secara lebih optimal dan produktif.
Sebaliknya, ketika kondisi tubuh tidak prima, rasa cemas dan khawatir kerap muncul, terutama jika gangguan kesehatan disebabkan oleh paparan virus menular. Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang sehat dan lingkungan yang tidak bersih juga dapat memicu munculnya berbagai penyakit yang pada akhirnya mengganggu aktivitas harian.
Untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar, banyak orang bersedia mengeluarkan biaya tambahan demi mempertahankan atau memulihkan kesehatan. Berbagai langkah pun ditempuh, mulai dari upaya pencegahan hingga menjalani pengobatan secara rutin ketika penyakit sudah terlanjur menyerang tubuh.
Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan memberikan gambaran tren pengeluaran kesehatan penduduk Indonesia tahun 2025 dengan mekanisme perhitungan berdasarkan rata-rata jumlah uang yang dikeluarkan oleh satu orang untuk biaya kesehatan dalam satu bulan, berikut rinciannya.
Baca Juga: 23% Wanita Usia Subur Keluhkan Masalah Kesehatan pada 2025
Untuk pengeluaran kesehatan kuratif yang merupakan biaya untuk mengobati penyakit, seperti berobat ke dokter dan rawat inap. Grafik menunjukkan kenaikan yang konsisten, pada tahun 2023, rata-rata pengeluaran sebesar Rp21.429, setahun berikutnya naik menjadi Rp24.327, dan pada 2025 tembus di angka Rp28.366.
Selanjutnya, pengeluaran kesehatan preventif yang meliputi biaya untuk pencegahan penyakit menunjukkan tren yang fluktuatif dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023, rata-rata pengeluaran sebesar Rp5.514, turun menjadi Rp4.272 pada 2024, dan kembali naik jadi Rp6.676 pada 2025.
Sama seperti sebelumnya, pengeluaran membeli obat juga menunjukkan tren yang fluktuatif. Terbukti pada 2023, rata-rata pengeluaran untuk obat sebesar Rp4.502, naik pada 2024 menjadi Rp5.417, dan kembali turun pada 2025 menjadi Rp4.795.
Dari segi wilayah, proporsi pengeluaran kesehatan terbesar di kota maupun desa adalah untuk biaya kuratif. Kondisi tersebut menandakan bahwa masyarakat Indonesia mengeluarkan paling banyak uang untuk keperluan berobat saat sedang sakit, tetapi semakin sedikit yang mengeluarkan biaya untuk membeli obat.
Pengeluaran Pelayanan Kuratif
Ada tujuh jenis pengeluaran kesehatan kuratif dengan pengeluaran untuk rumah sakit swasta mendapat porsi tertinggi, mencapai 47,39%, disusul dengan rumah sakit pemerintah sebanyak 37,31% dan praktik dokter/poliklinik dengan 6,84%.
Proporsi pengeluaran lainnya mencakup, praktik petugas kesehatan (3,66%), puskesmas (3,28%), pengobatan tradisional (1,25%), dan dukun persalinan (0,28%). Kondisi ini menunjukkan bahwa rumah sakit swasta dan pemerintah mendominasi sebagai tempat untuk masyarakat berobat.
Pengeluaran Pelayanan Preventif
Selanjutnya, pengeluaran biaya kesehatan untuk pencegahan terbanyak adalah pemeliharaan kesehatan, dengan proporsi mencapai 39,44%. Adapun, pemeliharaan kesehatan yang dimaksud adalah untuk urut, fitness, bekam, detox, yoga, futsal, senam kebugaran, vitamin, jamu untuk menjaga kesehatan, dan lainnya.
Urutan kedua diisi oleh imunisasi dengan 28,09%, terjadi kenaikan sekitar 3,9% dari tahun sebelumnya. Hal ini menegaskan bahwa kesadaran untuk melakukan imunisasi di kalangan masyarakat meningkat.
Pengeluaran pelayanan preventif lainnya antara lain keluarga berencana (16,37%), pemeriksaan kehamilan (8,27%), dan tes kesehatan (7,83%).
Pengeluaran Pelayanan Obat
Apabila ditinjau dari pengeluaran pelayanan obat, rata-rata penebusan tertinggi untuk biaya obat ditempati oleh kategori obat tanpa resep dari tenaga kesehatan mencapai 47,18%.
Sementara, penebusan obat dengan resep dari tenaga kesehatan hanya sebesar 35,46%. Sisanya, obat tradisional seperti jamu untuk pengobatan memiliki proporsi 12,28% dan untuk pembelian kacamata, kaki/tangan palsu, kursi roda, dan sebagainya sebesar 5,08%.
Baca Juga: Tren Pengeluaran Biaya Kesehatan Publik RI 2024
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/12/7d17daec8d62c852fc354945/profil-statistik-kesehatan-2025.html
Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor