Harga emas Antam hari ini kembali mengalami penurunan. Melansir dari Logam Mulia, harga emas batangan Antam pada Rabu, 13 Mei 2026 turun sekitar Rp20.000 dibanding perdagangan sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah pergerakan harga emas dunia yang masih fluktuatif akibat sentimen geopolitik dan arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS).
Meski turun, minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi dinilai masih cukup tinggi. Banyak investor tetap memilih emas karena dianggap sebagai aset aman atau safe haven saat kondisi ekonomi global belum stabil.
Baca Juga: 51% Anak Muda Melek Investasi, Aset Apa yang Paling Diminati?
Harga emas Antam hari ini, Rabu 13 Mei 2026
Berdasarkan data terbaru dari Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.469.500 atau Rp1.473.174 setelah pajak PPh 0,25 persen. Sementara ukuran 1 gram berada di angka Rp2.839.000 dan Rp2.846.098 setelah pajak.
Untuk ukuran lain, emas Antam 5 gram dijual Rp13.970.000, sedangkan ukuran 10 gram mencapai Rp27.885.000. Adapun emas ukuran 25 gram dipatok Rp69.587.000 dan ukuran 50 gram berada di level Rp139.095.000.
Sementara itu, emas Antam ukuran besar juga ikut mengalami penyesuaian harga. Ukuran 100 gram tercatat Rp278.112.000, lalu 250 gram mencapai Rp695.015.000. Untuk ukuran 500 gram dibanderol Rp1,389 miliar dan ukuran 1.000 gram menyentuh Rp2,779 miliar.
Penyebab naik turunnya harga emas
Fluktuasi harga emas dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi ekonomi global hingga ketegangan geopolitik. Salah satu faktor utama yang paling memengaruhi adalah pergerakan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah. Ketika dolar menguat, harga emas di pasar domestik biasanya ikut terdorong naik.
Selain itu, situasi geopolitik dunia juga memberi dampak besar terhadap harga emas. Ketegangan antara AS dan Iran yang kembali memanas membuat investor cenderung mencari instrumen investasi yang lebih aman, termasuk emas.
Kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz juga ikut meningkatkan sentimen risiko global. Kondisi tersebut membuat harga energi berpotensi naik dan memicu kekhawatiran inflasi lebih tinggi.
Di sisi lain, kebijakan suku bunga AS turut menjadi perhatian utama investor. Saat suku bunga tinggi, emas biasanya menjadi kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil seperti deposito atau obligasi. Namun ketika ketidakpastian ekonomi meningkat, emas tetap diburu sebagai pelindung nilai.
Karena itu, masyarakat yang ingin membeli atau berinvestasi emas disarankan rutin memantau pergerakan harga resmi sebelum melakukan transaksi. Harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar global maupun sentimen ekonomi internasional.
Baca Juga: Investasi Jangka Panjang untuk Gen Z, Emas Jadi Pilihan Terpopuler
Sumber:
https://www.logammulia.com/id/harga-emas-hari-ini
Penulis: Raka Adichandra
Editor: Muhammad Sholeh