Sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia, kopi adalah salah satu komoditas paling populer dan bernilai tinggi di Indonesia.
Jenis kopi yang paling umum diproduksi dan diperjualbelikan adalah Arabika, mencapai 60% dari total produksi di pasar global.
Secara nasional, Indonesia mampu mencatatkan produksi biji kopi Arabika hingga mencapai 150.000 ton per tahun. Dari total angka tersebut, Jawa Barat turut menjadi salah satu penyumbang terbesar.
Di Jawa Barat sendiri, daerah penghasil kopi Arabika tertinggi adalah Kabupaten Bandung yang berhasil memproduksi 8.556 ton biji kopi pada tahun 2025.
Baca Juga: Volume Ekspor Kopi Indonesia 2025 Tembus 508 Ribu Ton, Tertinggi dalam 1 Dekade Terakhir
Jumlah produksi tersebut bahkan dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan Kabupaten Garut di posisi kedua yang berhasil memproduksi 3.244 ton biji kopi Arabika.
Pada urutan ketiga adalah Kabupaten Bandung Barat dengan hasil produksi biji kopi Arabika sejumlah 1.109 ton.
Menyusul pada urutan keempat dengan selisih yang relatif kecil, hanya 74 ton, adalah Kabupaten Sukabumi yang berhasil memproduksi 1.035 ton biji kopi Arabika. Kabupaten Cianjur mengisi posisi kelima dengan produksi mencapai 961 ton biji kopi Arabika.
Daerah selanjutnya yang menduduki peringkat keenam adalah Kabupaten Sumedang. Hasil produksinya tidak terlampau jauh berbeda dibandingkan daerah sebelumnya, yaitu 916 ton.
Bangku ketujuh diisi oleh Kabupaten Bogor dengan ketimpangan hasil produksi kopi yang cukup besar dengan daerah sebelumnya. Pada tahun 2025, Kabupaten Bogor berhasil menghasilkan 445 ton biji kopi Arabika.
Kabupaten Tasikmalaya berada di posisi kedelapan dengan 137 ton biji kopi Arabika, diikuti Kabupaten Purwakarta menghasilkan 136 ton.
Terakhir, daftar daerah penghasil biji kopi Arabika tertinggi di Jawa Barat ditutup oleh Kabupaten Subang, dengan hasil produksi mencapai angka 101 ton sepanjang tahun 2025.
Kondisi Geografis Jawa Barat Mendukung Pertumbuhan Kopi
Dalam beberapa tahun terakhir, total produksi biji kopi Arabika di Jawa Barat cenderung fluktuatif. Meskipun demikian, volume produksinya tetap tergolong tinggi dan mencapai puncaknya pada tahun 2025.
Pada tahun 2022, hasil biji kopi Arabika Jawa Barat berada pada angka 14.530 ton, kemudian pada tahun 2023 turun menjadi 14.440 ton.
Lalu, mulai tahun 2024, produksi biji kopi Arabika Jawa Barat melonjak ke angka 16.248 ton, hingga mencapai puncaknya pada tahun 2025 dengan total 16.862 ton.
Produktivitas produksi kopi tersebut didukung oleh faktor geografis Jawa Barat. Iklim dan ketinggian permukaan tanah yang ideal membuat proses pematangan buah kopi terjadi secara perlahan dan stabil, sehingga cita rasa dan aromanya terbentuk sempurna.
Selain faktor iklim dan ketinggian, karakteristik tanah vulkanik di wilayah Jawa Barat juga mendukung. Berbagai unsur hara organik yang terkandung di dalam tanah dapat memberikan nutrisi alami yang sangat dibutuhkan oleh tanaman kopi.
Baca Juga: Top 3 Kedai Kopi Terpopuler di Indonesia 2026, Ada Langgananmu?
Sumber:
https://opendata.jabarprov.go.id/id/dataset/produksi-tanaman-kopi-arabika-berdasarkan-kabupatenkota-di-jawa-barat