Beras merupakan komoditas bahan pokok sekaligus sumber karbohidrat utama yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tinggi dan stabilnya tingkat konsumsi ini tentu menuntut dukungan pasokan nasional yang cukup dan berkelanjutan.
Untuk menjaga keseimbangan ketersediaan beras di pasaran, pasokan tersebut tentu bergantung pada konsistensi dan kemampuan produksi padi nasional.
Sepanjang Semester I tahun 2026, dinamika produksi padi nasional mencatatkan pola fluktuasi yang cukup signifikan, yang juga dipengaruhi oleh pola musim dan kondisi lahan pertanian.
Naik Turun Produksi Padi Nasional Januari-Juli 2026
Baca Juga: Daerah Penghasil Padi Terbesar di Indonesia 2025
Pada bulan Januari 2026, produksi padi nasional tercatat sebesar 3,01 juta ton gabah kering giling (GKG). Kemudian pada bulan Februari, angka tersebut naik naik menjadi 5,01 juta ton.
Lonjakan produksi yang lebih signifikan terjadi pada bulan Maret, di mana total gabah kering giling nasional melesat hingga 8,71 juta ton, hampir dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya, mencatatkan hasil produksi tertinggi sepanjang setengah tahun 2026.
Selanjutnya, pada bulan April, pola penurunan mulai terlihat. Total produksi padi nasional turun ke angka 7,63 juta ton pada bulan April, berkurang 1,08 juta ton dari bulan sebelumnya.
Beralih ke bulan Mei, produksi padi nasional tercatat sebesar 4,93 juta ton gabah kering giling. Angka ini menyusut ke 4,29 juta ton pada bulan Juni, sebelum kembali merangkak naik menjadi 4,75 juta ton pada bulan Juli.
Melalui amatan fase tumbuh padi hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) bulan Juli 2026, potensi produksi padi untuk periode Agustus hingga Oktober diproyeksikan mampu mencapai 16,18 juta ton gabah kering giling (GKG).
Potensi produksi padi bulan Agustus 2026 berada di angka 5,62 juta ton gabah kering giling. Sementara itu, pada bulan September naik ke 5,83 juta ton, kemudian turun pada bulan Oktober ke angka 4,73 juta ton gabah kering giling.
Total produksi padi pada bulan Januari hingga Oktober 2026 pun diperkirakan mencapai 54,52 juta ton gabah kering giling. Terlihat pola penurunan jika dibandingkan dengan hasil produksi tahun lalu yang mencapai 54,57 juta ton GKG pada periode yang sama.
Tiga provinsi dengan total produksi padi tertinggi pada bulan Januari hingga Oktober 2026 adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, sejalan dengan pola tahun sebelumnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Jawa Timur mampu memproduksi 9,85 juta ton gabah kering giling pada periode Januari hingga Oktober 2026, menyumbang kurang lebih 18,07% produksi nasional.
Sementara itu, tiga provinsi dengan produksi padi terendah yaitu Papua Pegunungan, Kepulauan Riau, dan Papua Barat Daya.
Baca Juga: 10 Provinsi Penghasil Padi Terbesar Januari-Agustus 2026
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/09/01/2607/luas-panen-dan-produksi-padi.html