Komoditas

Harga Komoditas Pangan Hari Ini 7 Juli 2026: Mayoritas Turun, Cabai Rawit Hijau Naik 4,85%

Cek harga komoditas pangan hari ini 7 Juli 2026 di Jawa Barat. Mayoritas bahan pokok turun, sementara cabai rawit hijau naik 4,85%.

Harga Komoditas Pangan Hari Ini 7 Juli 2026: Mayoritas Turun, Cabai Rawit Hijau Naik 4,85%

Ilustrasi Pasar Tradisional/Rizky Rafael | Pexels

Harga komoditas pangan hari ini di pasar tradisional Jawa Barat pada 7 Juli 2026 masih didominasi tren penurunan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, sejumlah bahan pokok seperti bawang merah, bawang putih, telur ayam, daging ayam, hingga cabai merah keriting tercatat mengalami penurunan harga. Sementara itu, beberapa jenis cabai justru bergerak naik, dengan cabai rawit hijau mencatat kenaikan paling signifikan.

Salah satu faktor yang diduga turut memengaruhi pelemahan harga pangan adalah penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Meski demikian, penurunan harga tidak sepenuhnya dipicu oleh berhentinya program tersebut.

Namun, berkurangnya kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar untuk mendukung pelaksanaan MBG menyebabkan permintaan dari sektor kelembagaan ikut menurun. Di sisi lain, permintaan yang relatif stabil membuat harga berbagai komoditas pangan cenderung lebih terkendali dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

Baca Juga: Papua Pegunungan Jadi Daerah Paling Sulit Akses Air Minum Layak, Ini Daftar Provinsi Lainnya

Daftar Harga Komoditas Pangan Hari Ini di Pasar Tradisional Jawa Barat

Daftar Harga Komoditas Pangan Hari Ini di Jawa Barat
Harga Komoditas Pangan di Pasar Tradisional Jawa Barat | GoodStats

Berdasarkan data PIHPS pada Selasa,  (7/7/2026), pergerakan harga komoditas pangan di pasar tradisional Jawa Barat masih didominasi tren penurunan. Namun, beberapa jenis cabai justru mengalami kenaikan, terutama cabai rawit hijau yang mencatat lonjakan paling tinggi. Di sisi lain, harga beras terpantau stabil setelah sempat mengalami penurunan tajam pada awal Juli.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga dipimpin oleh cabai rawit hijau yang naik 4,85% menjadi Rp49.750/kg, sekaligus menjadi kenaikan terbesar pada hari ini. Selain itu, cabai rawit merah meningkat 2,12% menjadi Rp55.500/kg, disusul cabai merah besar yang naik 1,79% menjadi Rp48.300/kg.

Kenaikan pada kelompok cabai ini menunjukkan masih adanya fluktuasi pasokan komoditas hortikultura yang sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca dan distribusi. 

Sebaliknya, sejumlah komoditas utama masih melanjutkan tren penurunan harga. Penurunan paling tajam terjadi pada cabai merah keriting yang turun 4,47% menjadi Rp40.650/kg, diikuti bawang merah ukuran sedang yang terkoreksi 3,34% menjadi Rp44.850/kg.

Harga daging ayam ras segar juga turun 2,25% menjadi Rp32.600/kg, sementara bawang putih ukuran sedang melemah 1,39% menjadi Rp42.550/kg. 

Komoditas lainnya juga mencatat penurunan meski relatif tipis, seperti telur ayam ras segar yang turun 0,8% menjadi Rp24.800/kg, minyak goreng curah turun 0,47% menjadi Rp21.350/liter, minyak goreng kemasan bermerek I turun 0,43% menjadi Rp23.250/liter, gula pasir kualitas premium turun 0,26% menjadi Rp19.300/kg, serta daging sapi kualitas I yang turun 0,1% menjadi Rp156.950/kg dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara itu, terdapat beberapa komoditas yang terpantau stabil tanpa perubahan harga. Kelompok beras kualitas bawah mempertahankan harga setelah mengalami penurunan cukup drastis pada 1 Juli 2026, yakni Rp14.150/kg untuk Beras Kualitas Bawah I dan Rp13.600/kg untuk Beras Kualitas Bawah II.

Selain itu, beras kualitas medium juga tetap di Rp15.400/kg (Medium I) dan Rp14.750/kg (Medium II), sedangkan beras kualitas super bertahan di Rp17.100/kg (Super I) dan Rp16.000/kg (Super II).

Komoditas lain yang tidak mengalami perubahan harga ialah gula pasir lokal di Rp18.400/kg, daging sapi kualitas II di Rp148.050/kg, serta minyak goreng kemasan bermerek II yang tetap Rp22.700/liter.

Mengapa Harga Pangan Turun?

Penurunan harga pangan dalam beberapa pekan terakhir dipengaruhi oleh kombinasi faktor permintaan dan pasokan. Selama masa libur sekolah, kebutuhan bahan pangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) berkurang karena kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara. Akibatnya, pembelian bahan pangan dalam jumlah besar juga ikut menurun. 

Selain itu, pasokan dari sentra produksi di sejumlah daerah masih cukup baik sehingga stok komoditas di pasar tetap melimpah. Ketika pasokan stabil sementara permintaan menurun, harga berbagai komoditas cenderung mengalami koreksi.

Komoditas yang paling terasa penurunannya antara lain telur ayam ras, daging ayam, serta cabai yang sebelumnya sempat mengalami lonjakan harga akibat tingginya permintaan. Kondisi ini memberikan keuntungan bagi konsumen karena biaya belanja kebutuhan pokok menjadi lebih ringan.

Meski demikian, harga pangan bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi produksi, distribusi, cuaca, hingga tingkat konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk terus memantau perkembangan harga melalui PIHPS Bank Indonesia sebagai salah satu sumber informasi resmi.

Di sisi lain, tren penurunan harga ini juga menjadi gambaran bagaimana perubahan pola konsumsi masyarakat dapat memengaruhi pasar pangan nasional. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa permintaan dari program pemerintah maupun sektor kelembagaan memiliki kontribusi terhadap pergerakan harga sejumlah komoditas strategis.

Baca Juga: Jawa Timur Jadi Lumbung Susu Sapi Nasional, Ini 10 Daerah Penghasil Fresh Milk Terbanyak di Indonesia

Sumber:

https://www.bi.go.id/hargapangan

Penulis: Helni Sadiyah Editor: Firda Wandira

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?