Keberadaan uang elektronik telah mempermudah transaksi tanpa perlu membawa uang fisik atau tunai. Tren penggunaan uang elektronik juga kian meningkat setiap tahunnya. Data menunjukkan kenaikan nilai transaksi yang signifikan dalam lima tahun terakhir.
Berikut rangkuman data tren volume, nilai transaksi, dan kebutuhan transaksi uang elektronik yang paling banyak digunakan.
Perkembangan Volume Transaksi Uang Elektronik
Dalam lima tahun terakhir, terjadi tren kenaikan volume transaksi uang elektronik meskipun sempat turun di 2025. Pada 2021 mencapai 469,9 juta transaksi uang elektronik. Volume meningkat drastis pada 2022 menjadi 1.848,3 juta transaksi.
Kenaikan kembali terjadi pada 2023 menjadi 3.970,7 juta transaksi. Kemudian, transaksi juga meningkat pada 2024 menjadi 5.437,9 juta transaksi. Namun, terjadi pemerosotan pada 2025 menjadi 5.242,7 juta transaksi.
Baca Juga: Seberapa Sering Publik Indonesia Pakai Uang Elektronik?
Nilai Transaksi Uang Elektronik dalam 5 Tahun Terakhir
Pada 2021, total transaksi uang elektronik mencapai Rp38.717 miliar. Nilai transaksi mengalami kenaikan pada 2022 menjadi Rp177.055 miliar.
Pada 2023, terjadi kenaikan lagi menjadi Rp366.308 miliar. Nilai transaksi terus meningkat pada 2024 menjadi Rp539.806 miliar. Pada 2025, nilai transaksi uang elektronik mencapai Rp618.841.
Baca Juga: Nilai Transaksi Uang Elektronik Indonesia Tembus Rp3 Kuadriliun per November 2025
Transaksi Uang Elektronik Paling Banyak Digunakan untuk Apa?
Menurut data Bank Indonesia, transaksi uang elektronik paling banyak digunakan untuk transaksi reload/top up senilai Rp1.694,7 triliun. Kemudian, transaksi belanja regional berada pada urutan kedua dengan nilai Rp999,1 triliun.
Urutan ketiga ditempati oleh transaksi transfer antar uang elektronik senilai Rp618,8 triliun. Urutan keempat adalah transaksi redeem senilai Rp21,5 triliun.
Terdapat juga transaksi initial atau isi pertama kali senilai Rp14,5 triliun. Lalu, terdapat transaksi tarik tunai uang elektronik senilai Rp13,2 triliun. Sementara itu, tercatat Rp0 untuk transaksi belanja internasional menggunakan uang elektronik.
Baca Juga: 80% Publik Indonesia Gunakan E-Wallet untuk Transaksi Sehari-hari
Penyelenggara Transaksi Uang Elektronik
Data tahun 2025 tercatat 92 penerbit uang elektronik terdiri dari bank umum dan lembaga selain bank atau LSB dengan total dana float Rp17.163 miliar. Terdapat 21 bank umum penyelenggara uang elektronik dengan total dana float Rp4.917 miliar.
Penyelenggara uang elektronik LSB mendominasi sebanyak 71 dengan total dana float Rp12.247 miliar.
Sumber: https://www.bi.go.id/id/statistik/ekonomi-keuangan/spip/Pages/SPIP-Agustus-2026.aspx