Keuangan

Transaksi Uang Elektronik Paling Sering Dipakai untuk Apa? Ini Rinciannya

Seberapa besar transaksi uang elektronik di Indonesia? Simak perkembangannya berdasarkan volume, nilai, serta jenis transaksi yang paling banyak digunakan.

Transaksi Uang Elektronik Paling Sering Dipakai untuk Apa? Ini Rinciannya

Ilustrasi Transaksi Uang Elektronik I Kampus Production/Pexels

Keberadaan uang elektronik telah mempermudah transaksi tanpa perlu membawa uang fisik atau tunai. Tren penggunaan uang elektronik juga kian meningkat setiap tahunnya. Data menunjukkan kenaikan nilai transaksi yang signifikan dalam lima tahun terakhir.

Berikut rangkuman data tren volume, nilai transaksi, dan kebutuhan transaksi uang elektronik yang paling banyak digunakan.

Perkembangan Volume Transaksi Uang Elektronik

Tren transaksi penggunaan uang elektronik tahun 2021-2025.
Tren transaksi penggunaan uang elektronik tahun 2021-2025.

Dalam lima tahun terakhir, terjadi tren kenaikan volume transaksi uang elektronik meskipun sempat turun di 2025. Pada 2021 mencapai 469,9 juta transaksi uang elektronik. Volume meningkat drastis pada 2022 menjadi 1.848,3 juta transaksi.

Kenaikan kembali terjadi pada 2023 menjadi 3.970,7 juta transaksi. Kemudian, transaksi juga meningkat pada 2024 menjadi 5.437,9 juta transaksi. Namun, terjadi pemerosotan pada 2025 menjadi 5.242,7 juta transaksi.

Baca Juga: Seberapa Sering Publik Indonesia Pakai Uang Elektronik?

Nilai Transaksi Uang Elektronik dalam 5 Tahun Terakhir

Tren nilai transaksi uang elektronik tahun 2021-2025.
Tren nilai transaksi uang elektronik tahun 2021-2025.

Pada 2021, total transaksi uang elektronik mencapai Rp38.717 miliar. Nilai transaksi mengalami kenaikan pada 2022 menjadi Rp177.055 miliar.

Pada 2023, terjadi kenaikan lagi menjadi Rp366.308 miliar. Nilai transaksi terus meningkat pada 2024 menjadi Rp539.806 miliar. Pada 2025, nilai transaksi uang elektronik mencapai Rp618.841.

Baca Juga: Nilai Transaksi Uang Elektronik Indonesia Tembus Rp3 Kuadriliun per November 2025

Transaksi Uang Elektronik Paling Banyak Digunakan untuk Apa?

Uang elektronik paling banyak digunakan untuk transaksi reload/top up.
Uang elektronik paling banyak digunakan untuk transaksi reload/top up.

Menurut data Bank Indonesia, transaksi uang elektronik paling banyak digunakan untuk transaksi reload/top up senilai Rp1.694,7 triliun. Kemudian, transaksi belanja regional berada pada urutan kedua dengan nilai Rp999,1 triliun.

Urutan ketiga ditempati oleh transaksi transfer antar uang elektronik senilai Rp618,8 triliun. Urutan keempat adalah transaksi redeem senilai Rp21,5 triliun.

Terdapat juga transaksi initial atau isi pertama kali senilai Rp14,5 triliun. Lalu, terdapat transaksi tarik tunai uang elektronik senilai Rp13,2 triliun. Sementara itu, tercatat Rp0 untuk transaksi belanja internasional menggunakan uang elektronik.

Baca Juga: 80% Publik Indonesia Gunakan E-Wallet untuk Transaksi Sehari-hari

Penyelenggara Transaksi Uang Elektronik

Data tahun 2025 tercatat 92 penerbit uang elektronik terdiri dari bank umum dan lembaga selain bank atau LSB dengan total dana float Rp17.163 miliar. Terdapat 21 bank umum penyelenggara uang elektronik dengan total dana float Rp4.917 miliar.

Penyelenggara uang elektronik LSB mendominasi sebanyak 71 dengan total dana float Rp12.247 miliar.

Sumber: https://www.bi.go.id/id/statistik/ekonomi-keuangan/spip/Pages/SPIP-Agustus-2026.aspx

Key Insights

  • Meskipun volume transaksi uang elektronik diproyeksikan menurun pada 2025, nilai transaksinya justru terus meningkat, menunjukkan peningkatan rata-rata nilai per transaksi.
  • Dominasi transaksi *reload/top up* yang mencapai Rp1.694,7 triliun mengindikasikan uang elektronik utamanya berfungsi sebagai alat pembayaran perantara, bukan sebagai sumber dana primer.
  • Nilai transaksi belanja regional yang signifikan (Rp999,1 triliun) menunjukkan adopsi uang elektronik yang kuat untuk konsumsi domestik sehari-hari.
  • Penyelenggara uang elektronik dari lembaga selain bank (LSB) mendominasi pasar dengan 71 entitas dan dana *float* Rp12.247 miliar, melebihi bank umum.

Penulis: Linda Lestari Editor: Firda Wandira

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?