Penggunaan situs dan aplikasi telah melekat kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Sebagian besar aktivitas yang dijalani hampir selalu melibatkan keduanya, mulai dari belanja, pendidikan, hiburan, mobilitas, sampai pemesanan makanan dan minuman.
Kehadiran situs dan aplikasi telah mengubah pola serta cara hidup manusia secara lebih efisien. Contohnya, jika dahulu aktivitas belanja hanya bisa dilakukan secara langsung di toko, kini belanja bisa dilakukan di mana pun melalui aplikasi yang ada di telepon pintar.
Dalam menunjang kegiatan sehari-hari, ada banyak jenis situs dan aplikasi yang dapat diakses. Tipe atau kategori apa yang paling banyak digunakan publik Indonesia?
Jaringan Sosial Catatkan Persentase Tertinggi
Data dari We Are Social per September 2025 menunjukkan bahwa situs dan aplikasi jejaring sosial jadi yang terpopuler di Indonesia, digunakan oleh 98,3% pengguna internet berusia 16 tahun ke atas. Beberapa contohnya adalah media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, hingga X.
Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial yang butuh berkomunikasi dan bersosialisasi. Media sosial hadir untuk memfasilitasi kebutuhan utama ini. Dengannya, individu tidak hanya bisa berkomunikasi, tetapi juga mengembangkan relasi dan pertemanan secara lebih luas lewat berbagai fitur yang disediakan.
Kemudian, dengan persentase yang tak jauh berbeda, 97,7% pengguna internet menggunakan platform berbasis pesan dan obrolan. Tipe ini juga memfasilitasi kebutuhan komunikasi penggunanya, hanya saja fungsi dan fitur yang ditawarkan lebih sederhana.
Selanjutnya, situs dan aplikasi yang ramai digunakan adalah email atau electronic mail dengan capaian 91,6%. Platform ini biasa digunakan dalam konteks yang lebih profesional serta memungkinkan penggunanya untuk mengirim berkas digital dalam ukuran besar.
Di posisi berikutnya terdapat mesin pencarian dan portal web dengan perolehan 89,4%. Tingginya capaian ini menandakan masifnya aktivitas pemerolehan informasi digital melalui mesin pencarian.
Sementara itu, platform belanja, lelang, dan pemasangan iklan juga ramai digunakan oleh 82,7% pengguna internet. Ekosistem belanja online kian berkembang dan semakin terjamin keamanannya. Selain itu, prosesnya yang praktis dan harga barang yang cenderung murah jadi beberapa faktor yang mendorong tingginya penggunaan platform belanja online.
Adapun platform layanan berbasis lokasi digunakan oleh 68,2% pengguna internet. Di Indonesia, hal ini biasa diterapkan pada aplikasi layanan antar jemput online.
Lebih lanjut, situs dan aplikasi lain yang juga ramai digunakan meliputi platform musik (53,1%), travel (49,6%), berita (40,6%), dan games (39,4%).
Adapun data ini disusun oleh We Are Social berdasarkan analisis data yang diolah dari berbagai partner riset meliputi Meltwater, GWI, Statista, Similarweb, Semrush, GSMA Intelligence Ookla, Skai, dan Socialinsider.
Baca Juga: Google Jadi Website Terpopuler di Indonesia 2025
Sumber:
https://wearesocial.com/id/blog/2025/10/digital-2026/
Penulis: NAUFAL ALBARI
Editor: Editor