Tingkat Pengangguran Terbuka Indonesia Turun Akhir 2025

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia turun menjadi 4,74% pada November 2025, melanjutkan tren penurunan sejak Februari 2024.

Tingkat Pengangguran Terbuka Indonesia Turun Akhir 2025 Ilustrasi Pengangguran | jcomp/Freepik
Ukuran Fon:

Pasar tenaga kerja Indonesia menutup tahun 2025 dengan kabar yang relatif menggembirakan. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 tercatat sebesar 4,74%. Angka menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya dan menjadi indikator perbaikan penyerapan tenaga kerja nasional.

Data dari BPS memperlihatkan bagaimana tren pengangguran bergerak dalam setahun terakhir. Perbandingan data pada periode Februari 2024 hingga November 2025 menggambarkan dinamika positif dalam penyerapan tenaga kerja Indonesia di tengah tantangan ekonomi global.

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Terbuka Terendah per Agustus 2025

Statistik TPT 2024-2025

Tingkat Pengangguran Terbuka Februari 2024-November 2025 | GoodStats
TPT November 2025 turun 0,11% dari Agustus 2025 | GoodStats

Tingkat pengangguran pada Februari 2024 sampai November 2025 cenderung fluktuatif. Data menunjukkan bahwa pada Februari 2024, TPT Indonesia berada pada level sekitar 4,82%. Angka ini kemudian naik mencapai 4,91% pada Agustus 2024, yang merupakan angka tertinggi pada data TPT periode Februari 2024-November 2025.

Tren kembali menurun pada Februari 2025 ketika angka TPT mencapai 4,76%. Penurunan sebesar 0,15% ini mengindikasikan adanya tambahan penyerapan tenaga kerja dalam satu tahun, meskipun tren penurunannya relatif moderat.

Memasuki Semester II 2025, TPT kembali mengalami kenaikan. Pada Agustus 2025, TPT tercatat sebesar 4,85%. Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, memperingatkan bahwa masa transisi lulusan sekolah dan perguruan tinggi bisa menyebabkan kenaikan tingkat pengangguran sementara.

Mengakhiri tahun 2025, data BPS menunjukkan penurunan pada jumlah TPT. Pada November 2025, TPT mencapai 4,74%, menandakan penurunan sebesar 0,11% dibanding sebulan sebelumnya. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja mencapai 155,27 juta orang. Hal ini berarti pasar tenaga kerja Indonesia berhasil menyerap sekitar ratusan ribu orang tambahan.

Sakernas juga menunjukkan peningkatan pada Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada November 2025 sebesar 0,36% dibanding Agustus 2025. Penurunan TPT dan peningkatan TPAK secara bersamaan mengindikasikan sistem ekonomi mampu menyerap tambahan tenaga kerja seiring semakin meningkatnya penduduk usia kerja yang aktif mencari atau menjalani pekerjaan.

Dengan kata lain, penurunan pengangguran tidak disebabkan oleh berkurangnya partisipasi masyarakat dalam ketenagakerjaan, melainkan oleh meningkatnya kapasitas penyerapan tenaga kerja.

Data Februari 2024 hingga November 2025 terkait tingkat pengangguran menunjukkan pola yang relatif stabil dengan kecenderungan menurun. Fluktuasi memang terjadi pada Agustus 2024 dan 2025. Namun, presentasi TPT kembali turun di akhir tahun 2025 yang mengindikasikan perbaikan pada kondisi ketenagakerjaan Indonesia.

Pasar kerja Indonesia sedang bergerak ke arah yang semakin solid. Penurunan TPT pada November 2025 mencerminkan meningkatnya kemampuan ekonomi nasional dalam menyerap tenaga kerja. Meskipun tidak drastis, data menunjukkan bahwa penurunan TPT relatif stabil. Bahkan ketika jumlah angkatan kerja meningkat, penyerapan tambahan tenaga kerja baru juga terus terjadi.

Ke depannya, tentu masih ada tantangan dalam menurunkan angka absolut pengangguran yang masih berada di jutaan orang. Namun, berdasarkan pola data yang terlihat, penurunan TPT pada akhir tahun 2025 memberikan optimisme bahwa pasar kerja Indonesia sedang berada di jalur yang tepat untuk mejadi lebih produktif dan berkelanjutan di periode berikutnya.

Baca Juga: Indonesia Punya Jumlah Pengangguran Terbanyak di Asia Tenggara

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/02/05/2547/november-2025--tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-4-74-persen-dan-rata-rata-upah-buruh-sebesar-3-33-juta-rupiah-.html

Penulis: Aisha Zahrany
Editor: Editor

Konten Terkait

10 Museum Terpopuler di Jakarta, Berminat Kunjungi?

Hampir 1,7 juta orang mengunjungi museum di Jakarta pada 2024. Museum Indonesia Science Center (ISC) jadi yang terpopuler.

Yogyakarta dan Jakarta Pusat Jadi Kota Paling Kesepian 2025

Yogyakarta dan Jakarta menjadi kota paling kesepian di Indonesia! Bagaimana datanya?

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook