Taruna Siaga Bencana (TAGANA) adalah kelompok relawan sosial yang bertanggung jawab kepada DIrektorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, serta Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Secara keanggotaan, relawan TAGANA berasal dari masyarakat yang memiliki kepedulian dan aktif dalam penanggulangan bencana. Meskipun relawannya merupakan masyarakat umum, setiap anggotanya telah dilatih.
Secara tingkatan, TAGANA ada di tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota. Taruna siaga bencana yang berada di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dinaungi dan berada di bawah Dinas Sosial masing-masing daerah.
Keberadaan TAGANA bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan penanggulangan bencana serta membantu pemerintah dan pemerintah daerah untuk melakukan perlindungan sosial dalam penanggulangan bencana.
Ruang lingkup relawan TAGANA adalah mulai dari melaksanakan penanggulangan bencana baik pada saat prabencana, tanggap darurat, maupun saat pascabencana, serta tugas-tugas penanganan permasalahan sosial lainnya yang terkait dengan penanggulangan bencana.
10 Daerah dengan Relawan TAGANA Terbanyak di Jawa Barat 2025
Baca Juga: 10 Wilayah Paling Rawan Bencana di Jawa Barat 2025
Di Jawa Barat sendiri, jumlah relawan Taruna siaga bencana berbeda-beda di setiap kabupaten/kota. Daerah dengan jumlah relawan TAGANA terbanyak pada tahun 2025 adalah Kabupaten Sukabumi dengan 126 relawan.
Tingginya jumlah relawan sesuai dengan tingginya Indeks Risiko Bencana (IRB) di wilayah Sukabumi. Pada tahun 2025 sendiri, IRB Sukabumi mencapai 198,86, tertinggi se-Jawa Barat.
Berikutnya pada urutan kedua adalah Kabupaten Subang yang memiliki total 105 relawan TAGANA. Sama seperti daerah sebelumnya, jumlah relawan di Subang juga berbanding lurus dengan IRB-nya.
Posisi ketiga daerah dengan relawan TAGANA terbanyak di Jawa Barat diduduki oleh Kabupaten Kuningan. Pada tahun 2025, di Kabupaten Kuningan, terdapat 100 relawan TAGANA.
Menariknya, meskipun Kuningan menduduki peringkat ketiga dengan jumlah relawan TAGANA terbanyak, risiko bencana di daerah ini relatif cukup rendah. Indeks risiko bencana Kabupaten Kuningan berada pada urutan ke 17 dari total 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Menyusul di urutan keempat adalah Kabupaten Bogor yang memiliki 95 relawan TAGANA dan di bangku kelima terdapat Kabupaten Bandung dengan 85 relawan.
Selanjutnya, pada posisi keenam adalah Kota Bogor dengan 73 relawan TAGANA pada tahun 2025. Dengan nilai yang tidak jauh berbeda, peringkat ketujuh diduduki oleh Kabupaten Majalengka dengan 70 relawan.
Posisi kedelapan dan kesembilan ditempati oleh Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang dengan jumlah relawan yang sama yaitu 68 relawan.
Terakhir, daerah di Jawa Barat dengan jumlah relawan TAGANA terbanyak pada tahun 2025 adalah Kota Bekasi dengan 67 relawan.
Secara keseluruhan, sebagian besar daerah yang memiliki jumlah relawan terbanyak tersebut merupakan daerah yang juga berada pada peringkat 10 daerah teratas dengan Indeks Risiko Bencana (IRB) tertinggi di Jawa Barat.
Baca Juga: Jumlah Korban dan Dampak Bencana Erupsi Gunung Api di Indonesia 2025
Sumber:
https://galura.jabarprov.go.id/dataset/jumlah-taruna-siaga-bencana-tagana-berdasarkan-kabupatenkota-di-jawa-barat