Narapidana berasal dari kata “nara” yang berarti orang dan “pidana” yang berarti hukuman atau kejahatan. Istilah ini disandang oleh seseorang yang tengah menjalani masa hukuman karena terbukti melanggar hukum. Meskipun berstatus sebagai narapidana atau napi, undang-undang tetap menjamin hak-haknya, seperti mendapatkan perawatan rohani dan jasmani, memperoleh pendidikan dan pelatihan keterampilan, serta mendapatkan remisi jika berkelakuan baik.
Sistem pemasyarakatan bagi napi tidak hanya bersifat menghukum, tetapi juga membina agar mereka siap kembali ke kehidupan sosial. Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan narapidana sebagai seseorang yang menjalani pidana penjara, terpidana mati yang menunggu pelaksanaan putusan, serta yang menjalani pembinaan.
Secara spesifik, mencakup jumlah penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Rumah Tahanan Negara (Rutan), Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP).
Lantas, provinsi apa saja yang memiliki jumlah napi laki-laki terbanyak di Indonesia?
Berdasarkan data BPS, lebih dari 205 ribu laki-laki Indonesia berstatus sebagai narapidana pada 2025. Provinsi dengan narapidana laki-laki paling banyak dipegang oleh Sumatra Utara dengan 21.654 napi. Mirisnya, provinsi ini juga memiliki jumlah narapidana perempuan paling banyak. Tidak hanya itu, total narapidana dari Sumatra Utara menempati peringkat pertama di Indonesia.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Narapidana Perempuan Terbanyak 2025, Sumatra Utara Teratas
Sebelumnya, Sumatra Utara telah memiliki angka napi tertinggi skala nasional sejak 2013 silam, di mana jumlah napi dan warga binaan di Rutan setempat melebihi kapasitas dan 60% di antaranya berkaitan dengan tindak pidana narkoba.
Jawa Barat menempati peringkat kedua provinsi dengan jumlah napi laki-laki terbanyak di Indonesia. Provinsi ini memiliki 21.060 warga yang berstatus sebagai narapidana. Sebanyak 18.688 warga Jawa Timur juga berstatus sebagai narapidana dan disusul oleh Jawa Tengah dengan 12.625 orang.
Daftar 10 provinsi dengan narapidana laki-laki terbanyak di Indonesia juga dilengkapi oleh Sumatra Selatan (12.399 orang), Riau (12.198 orang), Kalimantan Timur (10.036 orang), DKI Jakarta (8.969 orang), Sulawesi Selatan (7.677 orang), dan Kalimantan Selatan (7.171 orang).
Empat di antara 10 provinsi di atas berasal dari Pulau Jawa, di mana keempatnya menyumbang lebih dari 64 ribu narapidana atau sekitar 29,6% dari total nasional. Secara keseluruhan, jumlah napi laki-laki lebih dominan dibandingkan perempuan. Kondisi ini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti kombinasi biologis, psikologis, sosial, serta perlakuan dalam sistem peradilan.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Karhutla Terluas per Mei 2026, Sumatra-Kalimantan Mendominasi
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjgyOCMy/jumlah-narapidana-menurut-jenis-kelamin--orang-.html