Sektor Informasi Pimpin Perekrutan Tenaga Kerja Tertinggi Kuartal II 2026

Informasi jadi sektor dengan prospek perekrutan tenaga kerja tertinggi pada Kuartal II 2026 dengan NEO mencapai 41%.

Sektor Informasi Pimpin Perekrutan Tenaga Kerja Tertinggi Kuartal II 2026 Ilustrasi Pekerja di Sektor Informasi | Mart Production/Pexels
Ukuran Fon:

Hasil survei mengenai prospek ketenagakerjaan global Kuartal II 2026 kembali menunjukkan performa positif. Setelah sebelumnya pada Kuartal I 2026 indeks NEO (Net Employment Outlook) berada di angka 24%, kini persentasenya naik menjadi 31%. Di samping itu, apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, indeksnya meningkat sebanyak tujuh poin.

Indeks NEO memberikan gambaran arah kondisi pasar kerja. Apabila bernilai positif, berarti lebih banyak perusahaan yang akan merekrut dibandingkan yang melakukan pengurangan karyawan.

Sebaliknya, jika bernilai negatif, berarti terdapat potensi pelemahan pasar tenaga kerja. Adapun nilai NEO diperoleh dari selisih antara perusahaan yang berencana merekrut dan yang mengurangi tenaga kerja.

Prospek Ketenagakerjaan Global Berdasarkan Sektor Industri Kuartal II 2026 | GoodStats
Prospek Ketenagakerjaan Global Berdasarkan Sektor Industri Kuartal II 2026 | GoodStats

Baca Juga: Sektor Keuangan dan Asuransi Pimpin Prospek Perekrutan Teritnggi Pada 2026

Berdasarkan laporan terbaru dari ManpowerGroup Employment Outlook Survey, NEO tertinggi untuk periode April–Juni 2026 dipimpin oleh sektor informasi dengan capaian sebesar 41%. Sektor ini juga tercatat memiliki kenaikan yang cukup pesat dan paling tinggi yakni sebanyak 12 poin.

Kemudian di posisi dua disusul oleh sektor keuangan dan asuransi yang mencatatkan angka 35%, serta sektor konstruksi dan real estate di angka 34%. Tingginya angka pada ketiga sektor ini menunjukkan bahwa industri yang berbasis teknologi digital, perputaran modal, dan pembangunan infrastruktur diproyeksikan menjadi motor penggerak utama dalam penyerapan tenaga kerja baru pada Kuartal II 2026.

Sementara itu, sektor jasa profesional, ilmiah dan teknis serta sektor perdagangan dan logistik mencatatkan angka yang sama sebesar 33%. Di posisi berikutnya, sektor manufaktur menunjukkan angka yang relatif stabil dengan persentase sebesar 30%, diikuti oleh sektor utilitas dan sumber daya alam sebesar 27%.

Adapun dua posisi terbawah ditempati oleh sektor publik, kesehatan dan layanan sosial dengan angka 24%, serta sektor perhotelan dan pariwisata yang mencatatkan angka NEO paling rendah di antara sembilan lainnya, yakni sebesar 22%.

Adapun prospek ketenagakerjaan di kawasan Asia-Pasifik menunjukkan peningkatan NEO sebesar sembilan poin, baik jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya maupun secara tahunan. Pertumbuhan rekrutmen di wilayah ini dipimpin kuat oleh India yang mencatatkan NEO tertinggi sebesar 68%, disusul oleh Vietnam sebesar 47% dan Australia sebesar 33%.

Secara umum, tingginya permintaan tenaga kerja di seluruh kawasan Asia-Pasifik ini utamanya digerakkan oleh aktivitas perekrutan di sektor informasi (54%) serta didominasi oleh organisasi atau perusahaan besar yang memiliki 5.000 karyawan atau lebih (46%).

Survei prospek ketenagakerjaan Kuartal II 2026 ini menggunakan metodologi berbasis wawancara mendalam yang dilakukan terhadap 41.764 pemberi kerja, baik dari sektor publik maupun swasta, di 42 negara. Seluruh data penelitian dikumpulkan dalam rentang waktu antara satu Januari hingga tiga Februari 2026.

Periode pengambilan sampel berlangsung sebelum adanya perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang dimulai pada akhir Februari. Oleh karena itu, hasil temuan dalam laporan ini murni mencerminkan sentimen pemberi kerja pada saat pengumpulan data dan belum merekam potensi dampak dari peristiwa-peristiwa setelahnya.

Baca Juga: 10 Sektor Lapangan Usaha dengan Pekerja Terbanyak Pada 2025

Sumber:

https://www.manpowergroup.com/en/insights/q2-2026-manpowergroup-employment-outlook-survey

Penulis: Silmi Hakiki
Editor: Editor

Konten Terkait

Kurs Dollar terhadap Rupiah Hari Ini, 3 Juni 2026, Sentuh Rp17.896, Rupiah Tertekan dalam Sepekan Terakhir

Kurs dollar terhadap rupiah hari ini ditutup di level Rp17.896 per dolar AS serta faktor yang melemahkan rupiah hari ini.

BP BUMN Pangkas 67 Entitas Anak Usaha Telkom, Ini Tujuannya

BP BUMN dan Danantara memangkas 67 anak usaha Telkom menjadi 19 entitas. Simak tujuan, strategi, dan proyek prioritasnya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook