Kondisi pasar tenaga kerja global yang dilihat dari nilai Indeks Net Employment Outlook (NEO) tercatat berada di angka 26% pada Kuartal III 2026. Angka ini mengalami penurunan sebesar 5 persen poin jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mencapai 31%. Walaupun demikian, jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, performanya justru menunjukkan perbaikan dengan peningkatan sebanyak 2 persen poin.
Indeks NEO sendiri berfungsi sebagai indikator arah dinamika ketenagakerjaan, nilainya dihitung dari selisih antara persentase perusahaan yang berencana menambah pekerja dengan yang berniat mengurangi karyawan.
Nilai NEO yang tetap positif menandakan bahwa jumlah perusahaan yang akan membuka lowongan kerja masih jauh lebih dominan dibandingkan dengan yang melakukan pengurangan tenaga kerja, sehingga potensi pasar kerja secara keseluruhan tetap stabil.
Baca Juga: Sektor Informasi Pimpin Perekrutan Tenaga Kerja Tertinggi Kuartal II 2026
Berdasarkan laporan terbaru dari ManpowerGroup Employment Outlook Survey, NEO tertinggi untuk periode Juli-September 2026 dipimpin oleh sektor informasi dengan capaian sebesar 32%. Sektor ini kembali berada di posisi puncak meski nilainya tidak sebesar kuartal sebelumnya yang mencapai angka 41%.
Di posisi kedua terdapat sektor konstruksi dan real estate yang mencatatkan persentase sebesar 31%, disusul oleh sektor keuangan dan asuransi dengan 29%. Selanjutnya, sektor manufaktur berada di peringkat keempat dengan angka 26%, sementara sektor utilitas dan sumber daya alam mencatatkan NEO sebesar 24%.
Pada kelompok sektor lainnya, sektor jasa profesional, ilmiah dan teknis serta sektor perdagangan dan logistik mencatatkan persentase yang sama, yaitu sebesar 23%. Sementara itu, dua posisi terbawah diisi oleh sektor publik, kesehatan dan layanan sosial dengan NEO sebesar 18% serta sektor pelayanan yang mencatatkan persentase terendah sebesar 14%.
Adapun prospek ketenagakerjaan di kawasan Asia Pasifik mencatatkan NEO sebesar 28%, mengalami penurunan sebesar 11 persen poin dibandingkan kuartal sebelumnya dan turun 1 persen poin secara tahunan. Pertumbuhan rekrutmen tertinggi di wilayah ini dipimpin oleh India sebesar 48%, disusul oleh China dengan 33% dan Vietnam sebesar 28%.
Secara umum, tingginya permintaan tenaga kerja di seluruh kawasan Asia Pasifik ini utamanya digerakkan oleh aktivitas perekrutan di sektor informasi (39%) serta didominasi oleh organisasi atau perusahaan dengan skala 1.000 hingga 4.999 karyawan (40%).
Metodologi Survei
Pelaksanaan survei bersifat independen dengan menggunakan sampel representatif pemberi kerja dari sektor publik maupun swasta. Survei Kuartal III 2026 ini melibatkan wawancara dengan 40.592 pemberi kerja di 42 negara. Proses pengumpulan data dilakukan pada 1–30 April 2026.
Selain itu, ukuran organisasi dan sektor industri telah distandarisasi di seluruh negara agar analisis mendalam per sektor/wilayah serta perbandingan berskala internasional dapat dilakukan secara akurat.
Baca Juga: Sektor Keuangan dan Asuransi Pimpin Prospek Perekrutan Tertinggi 2026
Sumber:
https://www.manpowergroup.com/en/insights/report/q3-2026-manpowergroup-employment-outlook-survey