Nasional

10 Universitas dengan Jaringan Riset Internasional Tertinggi di Indonesia

Universitas Airlangga tempati posisi pertama kampus dengan jaringan riset internasional tertinggi di Indonesia dengan skor 65,8, lampaui UI.

10 Universitas dengan Jaringan Riset Internasional Tertinggi di Indonesia

Ilustrasi Riset Internasional | Arturo Añez./Pexels

Quacquarelli Symonds (QS) rutin merilis daftar universitas-universitas terbaik di seluruh dunia setiap tahunnya.

Terdapat beberapa indikator digunakan untuk menentukan peringkat tersebut, termasuk research & discovery (penelitian & penemuan), learning experience (pengalaman belajar), employability (peluang kerja), global engagement (kemitraan global), dan sustainability (keberlanjutan).

Salah satu indikator yang menarik adalah global engagement. Indikator ini bertujuan untuk mengukur tingkat globalisasi universitas secara keseluruhan, dengan salah satu aspek penilaiannya adalah jaringan riset internasional.

10 Universitas di Indonesia dengan Skor Jaringan Riset Internasional Tertinggi

Universitas Airlangga tempati posisi pertama jaringan riset internasional tertinggi di Indonesia dengan skor 65,8, lampaui UI.
Universitas Airlangga tempati posisi pertama jaringan riset internasional tertinggi di Indonesia dengan skor 65,8, lampaui UI | Goodstats

Baca Juga: 10 Universitas dengan Lulusan Paling Dilirik Dunia Kerja di Indonesia

Peringkat pertama ditempati oleh Universitas Airlangga dengan skor penilaian 65,8.

Uniknya, melalui indikator ini, Universitas Airlangga (peringkat ke-276 dunia) berhasil mengungguli Universitas Indonesia. Meskipun secara keseluruhan Universitas Airlangga berada di urutan ketiga nasional versi QS World Rankings, kampus ini terbukti paling unggul dalam jaringan riset internasional.

Menyusul pada posisi kedua adalah Universitas Indonesia dengan skor jaringan riset internasional sebesar 63,4. Secara keseluruhan, Universitas Indonesia menduduki peringkat ke-191 dunia, sekaligus yang terbaik di Indonesia.

Kemudian, urutan ketiga diduduki oleh Universitas Gadjah Mada. Kampus ini berhasil mendapatkan nilai 59,3 dalam indikator jaringan riset internasional. Di saat yang sama, Universitas Gadjah Mada berhasil menduduki peringkat ke-206 QS World Rankings.

Selanjutnya, Universitas Padjadjaran berhasil menempati peringkat keempat dengan skor 38,5. Skor ini mulai terpaut jauh dengan Universitas Airlangga pada peringkat pertama, selisihnya mencapai 27,3 poin.

Berikutnya, dengan selisih skor yang tidak terpaut jauh, adalah Universitas Sumatera Utara dengan nilai 37,6.

Uniknya, kampus ini berhasil menduduki peringkat kelima dalam daftar ini, padahal peringkat internasionalnya tidak setinggi universitas lainnya di Indonesia, yaitu pada urutan ke 1.001-1.200.

Peringkat keenam diduduki oleh Institut Teknologi Bandung yang memiliki skor jaringan riset internasional sebesar 32,7. Skor ini cenderung cukup rendah untuk ITB yang menduduki peringkat ke-287 dunia atau keempat di Indonesia.

Posisi selanjutnya ditempati oleh Universitas Negeri Padang dengan skor 29,9; IPB University dengan skor 29,7; dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang memiliki nilai jaringan riset internasional sebesar 29,2.

Pada peringkat kesepuluh, ada Universitas Brawijaya dengan skor jaringan riset internasional sebesar 28,8 yang sekaligus menutup peringkat ini.

Indikator Kemitraan Global dan Jaringan Riset Internasional

Nilai indikator global engagement ini didapatkan berdasarkan jumlah keterlibatan mahasiswa asing, staf pengajar asing, serta jaringan riset internasionalnya.

Universitas yang memiliki skor tinggi pada indikator ini cenderung menyediakan pengalaman budaya yang beragam bagi mahasiswa dan tenaga kerja, serta terhubung lebih erat dengan jaringan mobilitas akademis dan riset internasional.

Indikator tersebut turut menilai jaringan riset internasional universitas. Aspek penilaian ini mengukur keberhasilan universitas dalam membangun dan mempertahankan kemitraan riset dengan universitas-universitas di negara lain.

Aspek ini berfokus pada keberagaman jaringan riset suatu universitas dengan melihat jumlah negara yang terlibat, serta apakah hubungan tersebut aktif diperbarui dan dilanjutkan.

Kemitraan yang dihitung hanya yang berkelanjutan, yaitu kemitraan yang menghasilkan tiga atau lebih karya ilmiah gabungan (joint papers) yang diterbitkan dalam jangka waktu lima tahun.

Baca Juga: 10 Universitas Islam Terbaik Dunia 2026

Sumber:

https://www.topuniversities.com/world-university-rankings?countries=id

Penulis: Adhwa Aqilla Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?