Sebaran dan Komposisi UMKM Sektor Pengolahan Binaan Bank Indonesia 2025

UMKM sektor pengolahan binaan Bank Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa pada Triwulan III 2025, jumlahnya mencapai 722 usaha.

Sebaran dan Komposisi UMKM Sektor Pengolahan Binaan Bank Indonesia 2025 Ilustrasi Pelaku UMKM | Freepik
Ukuran Fon:

Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) berperan penting dalam menyokong struktur perekonomian nasional, terutama melalui kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, dan kinerja ekspor. Menyadari peran UMKM yang strategis, Bank Indonesia sebagai Bank Sentral turut hadir untuk mendukung pengembangan UMKM.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo juga mengakui kontribusi UMKM terhadap perekonomian negeri.

“UMKM adalah pilar penting dalam mendukung perekonomian menuju Indonesia maju. Terdapat sekitar 65 juta UMKM di seluruh Indonesia yang mendukung ekonomi, memiliki daya tahan terhadap krisis, dan sebagian besarnya digerakkan oleh kaum perempuan. Untuk itu, upaya memperkuat peran UMKM sebagai motor penggerak ekonomi nasional perlu terus dilakukan," tegasnya dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Kamis (7/8/2025), mengutip pers Bank Indonesia.

BI menegaskan komitmennya untuk mendorong keuangan yang inklusif dan berkelanjutan dengan menjalankan sejumlah strategi yang berfokus pada pemberdayaan usaha inklusif. Mulai dari meningkatkan daya saing UMKM, mempermudah akses keuangan, mengembangkan infrastruktur, hingga mendorong digitalisasi.

Dengan program pengembangan UMKM, para pelaku usaha dilatih dan didampingi secara intensif pada skema produksi, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemasaran. BI juga mengupayakan promosi perdagangan secara aktif, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Salah satu upaya promosi yang sukses dilaksanakan pada Agustus 2025 kemarin adalah acara pameran UMKM binaan di JICC bertemakan “Inovasi dan Sinergi: Kunci Penguatan Peran UMKM sebagai Motor Penggerak Ekonomi Berkelanjutan". Selain pameran, acara tersebut juga menggelar seminar, talkshow, dan kegiatan lainnya yang mendorong perkembangan UMKM.

Untuk UMKM sektor pengolahan, BI memfokuskan program pemberdayaan pada pengembangan UMKM aggregator. UMKM tipe ini berperan sebagai pusat pengolahan, mulai dari menyiapkan bahan baku, melakukan proses finishing dan pemeriksaan kualitas, hingga pengemasan. Model pembinaan ini selaras dengan program hilirisasi yang mendorong peningkatan nilai tambah produk dalam negeri serta memperkuat pemerataan ekonomi.

Selain itu, BI juga memperluas dukungan bagi UMKM binaan melalui berbagai fasilitasi lanjutan, seperti sertifikasi ekspor, pengembangan inovasi teknologi, dan penguatan kelembagaan melalui koperasi formal atau holding UMKM. Tidak hanya itu, BI turut membuka akses pembiayaan kepada investor, memperkuat rantai pasok, serta meningkatkan promosi UMKM di pasar global.

Baca Juga: Setengah Tahun Program Berjalan, Rp486 Miliar Utang UMKM Dihapus

Sebaran UMKM

Melansir dari Laporan Perekonomian (LPI) Bank Indonesia tahun 2025, pelaku UMKM binaan di sektor pengolahan masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, berikut rinciannya.

Sebaran UMKM Binaan Bank Indonesia 2025 | GoodStats
Pulau Jawa Mendominasi Sebaran UMKM Binaan Bank Indonesia 2025 | GoodStats

Di Pulau Jawa, jumlah UMKM binaan sektor pengolahan mencapai 722 usaha atau sekitar 36,91% dari total keseluruhan. Jumlahnya hampir dua kali lipat apabila dibandingkan dengan UMKM binaan yang tersebar di Pulau Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) dengan sebaran 346 usaha atau 17,69%.

Selanjutnya, jumlah UMKM yang tersebar di Kalimantan tercatat sebanyak 227 usaha atau 11,61%. Terakhir, jumlah UMKM di Bali-Nusa Tenggara (Balinusra) hanya sekitar 143 usaha atau 7,31%. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebaran UMKM belum merata, masih terpusat di Jawa. 

Secara keseluruhan, terdapat 1.956 UMKM pengolahan yang dibina pada Triwulan III 2025. Jumlahnya yang mencapai ribuan ini juga telah menyerap 26.192 tenaga kerja.

Komposisi Kategori UMKM Pengolahan yang Dibina

Jenis UMKM Pengolahan yang Dibina oleh Bank Indonesia | GoodStats
Jenis UMKM yang Dibina oleh Bank Indonesia | GoodStats

Apabila ditinjau dari jenis UMKM sektor pengolahan yang dibina, kategori makanan dan minuman olahan merupakan muncul sebagai sektor paling dominan, jumlahnya mencapai 49,03%. Hal ini mencerminkan kebutuhan pasar yang tinggi pada makanan dan minuman olahan, juga adanya faktor kemudahan akses dan perputaran modal yang cepat.

Di urutan kedua ada tekstil dan produk tekstil (TPT) dengan 27,10%, disusul kategori kerajinan dengan 16% dan kopi sebanyak 6,19%. Kemudian, kategori beauty & body care menempati posisi kelima dengan 0,72%.

Kategori alas kaki menyusul di urutan keenam dengan 0,51%. Sisanya kategori UMKM logam dan lainnya menutup daftar peringkat dengan nilai masing-masing 0,41% dan logam 0,05%.

Baca Juga: Harga Kelapa dan Produk Olahannya Naik, Apa Dampaknya Bagi UMKM?

Sumber: 

https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/Documents/LPI-2025_versi-lengkap.pdf

Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor

Konten Terkait

Warga Indonesia Habiskan 53 Miliar Jam Main Mobile Games pada 2025

Warga RI habiskan 53,52 miliar jam bermain mobile games pada 2025, naik 3,9% dari tahun lalu.

11 Desa di Jawa Barat Tidak Memiliki Sinyal pada 2024

Sebanyak 11 desa di Jawa Barat tidak mendapat sinyal pada 2024, 6 desa di antaranya terletak di Sukabumi.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook