Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama ini dikenal sebagai Kota Pelajar. Julukan tersebut umumnya merujuk pada banyaknya perguruan tinggi dan mahasiswa yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Tidak hanya itu, nyatanya menurut Statistik Pendidikan Tinggi 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, DIY memiliki setidaknya 1.113 profesor yang aktif di berbagai perguruan tinggi pada 2025, menjadi yang terpadat di Indonesia. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya, DIY tercatat memiliki 29,43 profesor per 100.000 penduduk.
Kepadatan profesor yang tinggi mencerminkan kuatnya kapasitas penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, serta kualitas pengajaran di perguruan tinggi.
Baca Juga: Gaji Dosen di Asia Tenggara, Indonesia Terendah?
Sebagai perbandingan, jumlah profesor di DIY bahkan hampir sama dengan total profesor yang dimiliki sembilan provinsi di bagian timur Indonesia berikut.
- Sulawesi Utara: 215 profesor
- Nusa Tenggara Barat: 204 profesor
- Sulawesi Tenggara: 201 profesor
- Sulawesi Tengah: 143 profesor
- Kalimantan Timur: 134 profesor
- Maluku: 112 profesor
- Papua: 40 profesor
- Maluku Utara: 34 profesor
- Papua Barat: 28 profesor
Jika dijumlahkan, kesembilan provinsi tersebut memiliki 1.111 profesor, hampir setara dengan 1.113 profesor yang dimiliki DIY. Perbandingan ini menunjukkan kuatnya Yogyakarta sebagai pusat akademisi dan peneliti di Indonesia, namun juga memperlihatkan betapa terkonsentrasinya sumber daya akademik tanah air.
Masih terdapat kesenjangan yang cukup lebar antara wilayah-wilayah yang menjadi pusat pendidikan dengan sejumlah provinsi di kawasan timur Indonesia. Beberapa provinsi bahkan memiliki jumlah profesor yang masih di bawah 50 orang.
Kondisi ini dapat berdampak pada kapasitas riset daerah, kualitas pendidikan tinggi, dan kemampuan daerah menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan lokal.
Mengapa Profesor Banyak Terkumpul di Yogyakarta?
Tingginya jumlah profesor di DIY tidak terlepas dari statusnya sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi tertua dan terbesar di Indonesia.
Provinsi ini menjadi rumah bagi sejumlah perguruan tinggi ternama, baik negeri maupun swasta, yang telah berkembang selama puluhan tahun. Kampus-kampus tersebut memiliki tradisi riset yang kuat, jumlah dosen yang besar, serta berbagai program doktor yang menjadi jalur utama lahirnya profesor baru. Survei GoodStats pada 2026 juga menempatkan Yogyakarta sebagai kota favorit tujuan pelajar Indonesia.
Selain itu, Yogyakarta juga memiliki daya tarik tersendiri bagi akademisi. Biaya hidup yang relatif terjangkau, iklim akademik yang kuat, serta banyaknya kolaborasi penelitian membuat kota ini menjadi tempat yang ideal untuk mengembangkan karier sebagai dosen dan peneliti.
Baca Juga: Tren Jumlah Mahasiswa dan Dosen Indonesia 2019-2024
Sumber:
https://kemdiktisaintek.go.id/library/book/statistik-pendidikan-tinggi-2025
Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor