Setiap tahun, ratusan ribu mahasiswa di Indonesia resmi menyandang status lulusan. Menurut Statistik Pendidikan Tinggi 2025 yang diterbitkan KemdiktiSaintek RI, total lulusan perguruan tinggi pada 2025 mencapai 2.547.717 orang. Tapi dari sekian banyak program studi, mana yang paling banyak menghasilkan lulusan? Jawabannya ternyata berbeda di tiap jenjang pendidikan.
Baca Juga: 5 Program Studi Penyumbang Pengangguran S1 Terbanyak 2026, Soshum Dominasi
Program Studi dan Program Pendidikan, Apa Bedanya?
Sebelum masuk ke datanya, kita samakan dulu istilahnya:
- Program studi adalah bidang keilmuan yang dipelajari mahasiswa, misalnya Pendidikan Profesi Guru, Manajemen, Akuntansi, atau Ilmu Komunikasi.
- Program pendidikan adalah jenjang pendidikan yang ditempuh, yaitu Diploma, Sarjana, Magister, Doktoral, Profesi, dan Spesialis.
Jadi, satu program studi bisa muncul di beberapa jenjang sekaligus. Manajemen, misalnya, bisa ditempuh dari jenjang sarjana sampai doktoral. Di artikel ini, kedua konsep itu digabung untuk melihat program studi apa yang paling banyak meluluskan mahasiswa di masing-masing jenjang.
Sarjana: Manajemen Unggul Jauh
Di jenjang sarjana, Manajemen memimpin dengan 140.132 lulusan. Jumlahnya lebih dari dua kali lipat program studi di peringkat kedua, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (58.695 lulusan).
Diploma: Didominasi Bidang Kesehatan
Pada jenjang diploma, bidang kesehatan menguasai papan atas. Keperawatan jadi yang terbanyak (21.323 lulusan), disusul Kebidanan, Farmasi, dan Teknologi Laboratorium Medis. Bidang keuangan (Akuntansi, Perpajakan), teknologi informasi, dan perhotelan juga masuk sepuluh besar.
Profesi: Pendidikan Profesi Guru Mendominasi
Jenjang profesi punya kesenjangan paling mencolok. Pendidikan Profesi Guru menghasilkan 798.853 lulusan, sekitar 33 kali lipat peringkat kedua, Pendidikan Profesi Bidan (24.440 lulusan). Menurut buku statistik tersebut, angkanya setara 31,36 persen dari total lulusan secara keseluruhan dan naik sekitar 6,6 kali lipat dibandingkan 2024.
Di bawahnya ada Profesi Ners (19.066 lulusan), Pendidikan Profesi Ners (13.394), Pendidikan Profesi Guru Keagamaan (9.207), dan Profesi Dokter (9.169). Lima besar berikutnya ditutup oleh Profesi Apoteker (6.759), Pendidikan Profesi Apoteker (6.378), Ners (4.290), dan Program Profesi Insinyur (4.277). Jadi, selain guru, lulusan profesi didominasi bidang kesehatan.
Magister: Manajemen Kembali di Puncak
Di jenjang magister, Manajemen kembali memimpin dengan 22.676 lulusan, hampir tiga kali lipat Ilmu Hukum di posisi kedua (7.903 lulusan). Posisi ketiga ditempati Pendidikan Agama Islam dengan 7.099 lulusan.
Selanjutnya ada Hukum (3.734), Manajemen Pendidikan Islam (3.673), Pendidikan Dasar (3.211), dan Kenotariatan (2.977). Tiga terakhir di sepuluh besar adalah Akuntansi (2.641), Kesehatan Masyarakat (2.286), dan Teknik Sipil (2.215).
Doktoral: Ilmu Hukum Teratas
Di jenjang doktoral, jumlah lulusannya jauh lebih kecil, dan puncaknya ditempati Ilmu Hukum dengan 814 lulusan. Di belakangnya ada Ilmu Manajemen (675) dan Ilmu Ekonomi (518), lalu Pendidikan Agama Islam (406) dan Manajemen (356).
Lima program studi sisanya adalah Ilmu Pendidikan Islam (345), Ilmu Kedokteran (292), Dirasah Islamiyah (282), Manajemen Pendidikan Islam (275), dan Hukum (227). Jenjang ini banyak diisi bidang hukum, manajemen, ekonomi, dan keislaman.
Spesialis: Ilmu Kesehatan Anak di Posisi Pertama
Di jenjang spesialis, lulusan terbanyak berasal dari Ilmu Kesehatan Anak (333 lulusan), disusul Ilmu Penyakit Dalam (329) dan Ilmu Bedah (226). Sepuluh besar ini seluruhnya bidang kedokteran, dengan Anestesiologi dan Terapi Intensif (207), Penyakit Dalam (171), Neurologi (154), Radiologi (149), Obstetri dan Ginekologi (132), Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan (126), serta Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (90) melengkapi daftarnya.
Apa yang Bisa Kita Baca dari Data Ini?
- Pola lulusan selaras dengan minat mahasiswa. Buku statistik mencatat program studi dengan lulusan terbanyak sejalan dengan program studi yang paling banyak diminati mahasiswa terdaftar.
- Manajemen, Ilmu Hukum, Akuntansi, dan Pendidikan Agama Islam konsisten masuk sepuluh besar di jenjang sarjana, magister, dan doktoral. Ini menunjukkan keberlanjutan studi di bidang-bidang tersebut.
- Bidang kesehatan kuat di jenjang vokasi, profesi, dan spesialis, mulai dari Keperawatan dan Kebidanan di diploma sampai Ilmu Kesehatan Anak di spesialis.
- Bidang teknologi informasi baru dominan di level sarjana dan diploma. Teknik Informatika dan Sistem Informasi muncul di sarjana, tetapi belum terlihat di sepuluh besar magister dan doktoral.
- Teknik Sipil hanya sampai magister. Program studi ini masuk sepuluh besar di sarjana dan magister, tetapi tidak di doktoral.
Data lulusan 2025 menunjukkan bahwa pilihan program studi sangat bergantung pada jenjang pendidikannya. Manajemen unggul di jenjang sarjana dan magister, Keperawatan memimpin di diploma, Ilmu Hukum teratas di doktoral, dan Ilmu Kesehatan Anak di spesialis. Di jenjang profesi, Pendidikan Profesi Guru mencatat lulusan jauh di atas program studi lain, yaitu 798.853 orang.
Secara umum, bidang manajemen, hukum, pendidikan, dan kesehatan masih menjadi "langganan" sepuluh besar di banyak jenjang. Sementara itu, bidang teknologi informasi baru terlihat kuat di sarjana dan diploma, sehingga masih ada ruang untuk berkembang di jenjang yang lebih tinggi.
Baca Juga: 8 Juta Sarjana Bekerja di Bawah Kualifikasi, Alarm Pasar Kerja Indonesia
Sumber:
https://data.kemdiktisaintek.go.id/publikasi/buku-statistik-pendidikan-tinggi-2025