Ruang kelas adalah salah satu sarana penunjang utama dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Siswa/i di seluruh Indonesia belajar dan berkembang hampir setiap hari di dalamnya. Ruang kelas seakan menjadi saksi dari setiap tahap perkembangan sikap, mental, dan kognitif dari para siswa, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).
Keterlibatannya yang berlangsung secara terus menerus menegaskan betapa pentingnya peran dan fungsi ruang kelas dalam mendukung upaya pencerdasan bangsa. Sayangnya, ruang kelas yang berkualitas belum tersebar secara merata di Indonesia. Kondisi terkini, masih banyak ditemukan ruang kelas dengan kondisi rusak ringan sampai rusak berat pada berbagai jenjang pendidikan. Bagaimana datanya?
Ruang Kelas SD Paling Banyak Alami Kerusakan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah merilis data terkait kondisi ruang kelas dari semua tingkat pendidikan tahun ajaran 2024/2025.
Hasil survei menyatakan bahwa persentase ruang kelas rusak cenderung tinggi pada seluruh jenjang pendidikan, terutama pada pada tingkat SD. Secara spesifik, ruang kelas dengan kondisi baik di tingkat SD hanya 39,68%. Sisanya sebanyak 49,51% dalam kondisi rusak ringan atau sedang dan 10,81% mengalami kerusakan berat.
Temuan ini menunjukkan situasi yang memprihatinkan. SD sebagai jenjang pendidikan formal pertama, justru jadi yang paling banyak mengalami kerusakan dibanding yang lain.
Selanjutnya, pada Sekolah Menengah Pertama (SMP), kelas yang kondisinya baik mencapai 50,3%, kondisi rusak ringan atau sedang sebanyak 42,72%, dan rusak berat sebanyak 6,98%. Jumlah kelas rusak sudah mulai menurun tetapi secara umum masih tergolong cukup tinggi.
Setelahnya, pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jumlah kelas rusak semakin menurun. Rinciannya, kondisi ruang kelas SMA dengan kondisi baik sebanyak 60,27%, rusak ringan atau sedang sebanyak 33,56%, dan rusak berat sebesar 6,17%. Sementara itu, jenjang SMK memiliki 62,85% kelas dalam kondisi baik, 33,41% kelas rusak ringan atau sedang, serta 3,74% kelas rusak berat.
Langkah Pemerintah untuk Atasi Masalah
Pemerintah saat ini tengah menjalankan program renovasi sekolah yang telah berlangsung sejak Mei 2025 lalu. Program ini diluncurkan untuk merevitalisasi fungsi gedung sekolah secara menyeluruh demi meningkatkan kualitas pembelajaran.
Terbaru, diketahui pemerintah sedang menyiapkan mekanisme pengajuan revitalisasi sekolah secara daring melalui aplikasi. Fitur-fitur dalam aplikasi mencakup rekomendasi otomatis berbasis data pokok pendidikan (dapodik), pemeriksaan kelengkapan dokumen secara real time, pemeringkatan sasaran yang objektif, verifikasi berlapis oleh pemerintah daerah dan pusat, serta akses detail kondisi sekolah serta tingkat ruang.
“Aplikasi revitalisasi menjadi pintu masuk proses perencanaan hingga evaluasi revitalisasi satuan pendidikan 2026 agar prosesnya berjalan cepat, terintegrasi, transparan, dan akuntabel,” ujar Gogot Suharwoto, selaku Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, mengutip CNN (24/11/2025).
Adapun data ini disusun oleh Kemendikdasmen bersumber dari Dapodik dan verifikasi lokal dari Dinas Pendidikan tingkat kabupaten atau provinsi untuk mendapatkan kondisi riil sekolah.
Baca Juga: Tingkat Penggunaan Platform Pembelajaran Online Masih Rendah
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/11/21/d048070f37740b0e04d99350/statistik-pendidikan-2025.html
Penulis: NAUFAL ALBARI
Editor: Editor