Program Sekolah Unggulan Garuda hadir sebagai salah satu program quick win strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Inisiatif ini dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Berdasarkan laporan National Kawula17 Survey (NKS) Q1 2026, program Sekolah Unggulan Garuda mencatatkan tingkat kepuasan masyarakat yang cukup positif dengan 49% responden merasa (sangat) puas, meskipun angka NET Score mengalami penurunan menjadi 27% dari kuartal sebelumnya.
Menariknya, program ini mendapatkan respons positif yang signifikan dari masyarakat di wilayah rural. Sebanyak 54% masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan menyatakan dirinya merasa sangat puas terhadap kehadiran program ini. Hal ini menunjukkan fokus pembangunan pendidikan mulai menyentuh titik-titik krusial di luar perkotaan.
Sebaran Sekolah Unggul Garuda dan Program Pengimbasan
Sebagai informasi, program Sekolah Unggulan Garuda ini terdiri dari Sekolah Garuda Baru (pembangunan baru) dan Sekolah Garuda Transformasi (penguatan SMA/MA terpilih). Program ini tidak hanya berfokus pada sekolah model utama, tetapi juga melibatkan sekolah pengimbasan untuk mengakselerasi peningkatan standar pendidikan secara nasional. Rincian persebaran kedua kategori sekolah tersebut di berbagai provinsi dapat dilihat pada data berikut.
Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Jadi Program Prabowo–Gibran Paling Memuaskan
SMAN 10 Samarinda di Kalimantan Timur tercatat memiliki jangkauan pengimbasan terluas dengan membawahi 52 sekolah, disusul oleh SMA Cahaya Rancamaya di Jawa Barat dengan 35 sekolah pengimbasan.
Di wilayah Sumatra dan Jawa, peran sekolah model juga sangat krusial, seperti SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh yang menjangkau 30 sekolah, serta SMANU MH. Thamrin Jakarta dengan 23 sekolah pengimbasan. Khusus di Jawa Tengah, terdapat dua pilar utama yaitu SMA Pradita Dirgantara (22 sekolah) dan SMA Taruna Nusantara (18 sekolah) yang memperkuat sinergi pendidikan di wilayah tersebut.
Sementara, persebaran di wilayah tengah dan timur Indonesia turut diperkuat oleh SMAN Banua Kalsel (20 sekolah), MAN Insan Cendekia Gorontalo (14 sekolah), SMAN Siwalima Ambon (16 sekolah), hingga SMA Averos di Papua Barat Daya yang menjangkau 15 sekolah pengimbasan.
Tak hanya itu, terdapat empat lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru yang juga sedang direncanakan meliputi Belitung Timur (Bangka Belitung), Kabupaten Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), Kabupaten Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), serta area Tanjung Selor di Kabupaten Bulungan (Kalimantan Utara).
Tiga Kriteria Utama untuk Masuk Sekolah Unggul Garuda
Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Wamendikbudristek) RI, Stella Christie, menekankan pentingnya lulusan Sekolah Garuda Transformasi dan Sekolah Unggul Garuda Baru untuk memiliki wawasan global yang tetap berpijak pada kepekaan terhadap nilai-nilai lokal.
Guna mewujudkan visi tersebut, Stella menjelaskan proses seleksi siswa di Sekolah Unggul Garuda Baru akan menitikberatkan pada tiga kriteria utama yakni prestasi akademik, kondisi ekonomi, serta asal geografis. Di sisi lain, pengelolaan Sekolah Garuda Transformasi akan dikembalikan sepenuhnya kepada masing-masing sekolah yang telah ditetapkan.
Mengenai alasan di balik kriteria seleksi tersebut, Stella memberikan penjelasan langsung.
"Kalau penerimaan siswa di sekolah unggul garuda baru itu akan berdasarkan prestasi akademik, berdasarkan asas ekonomi, dan asal geografis. Kenapa asal geografis dan ekonomi? Tentu saja ekonomi untuk memberikan akses kembali lagi. Asal geografis agar kita bisa membentuk sekolah yang membangun karakter kepemilikan bangsa," ujar Stella usai berkunjung ke SMA Negeri 10 Fajar Harapan, Banda Aceh, Kamis (8/5/2026), dikutip CNN Indonesia.
Baca Juga: MBG Jadi Program Quick Win Paling Dikenal Publik pada 2025
Sumber:
https://drive.google.com/file/d/1oVYF8Ng8TwASoZDMWZj_6NUZtPw06QQ8/view?usp=share_link
Penulis: Anggia Leksa
Editor: Editor