Pariwisata menjadi sektor strategis yang mendukung pembangunan nasional karena banyak berperan dalam pengembangan ekonomi daerah juga menjadi sumber devisa. Kondisi pariwisata Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hal ini tercermin dari jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang tembus hingga 15,38 juta kunjungan, meningkat sebesar 10,8% dari tahun 2024.
Sepanjang tahun 2025 tercatat setiap bulannya jumlah kunjungan wisman menunjukkan pola yang konsisten. Sedangkan puncak kunjungan wisman ke Indonesia terjadi pada periode Juli hingga September dan Desember. Apabila dilihat dari negara asal, mayoritas kunjungan wisman ke Indonesia berasal dari lima negara utama yakni Malaysia, Australia, Singapura, China dan Timor Leste.
Baca Juga: Tren Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia 2016-2025
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Malaysia menempati posisi puncak sebagai penyumbang kunjungan terbesar dengan persentase mencapai 17%. Posisi ini diikuti oleh Australia yang menyumbang 11,4% dari total kunjungan. Di urutan ketiga dan keempat, terdapat Singapura dan China yang masing-masing mencatatkan angka 9,9% dan 8,7%. Timor Leste melengkapi jajaran lima besar dengan persentase sebesar 6,6%.
Sementara itu, di peringkat berikutnya, India memberikan kontribusi sebesar 4,8%, diikuti oleh Korea Selatan dengan angka 3,2%. Negara-negara dari benua lain seperti Inggris dan Amerika Serikat memiliki persentase yang sama, yakni masing-masing sebesar 2,7%.
Di posisi terakhir dalam daftar sepuluh besar adalah Jepang dengan kontribusi sebesar 2,5%. Sisanya, sebesar 30,7% kunjungan berasal dari kategori lainnya yang mencakup berbagai negara. Dominasi negara-negara Asia dan Australia ini menunjukkan bahwa kedekatan geografis masih menjadi faktor utama dalam pola pariwisata Indonesia pada tahun 2025.
Berdasarkan lama kunjungan, rata-rata durasi waktu yang dihabiskan oleh wisman di Indonesia yakni selama 9 malam. Sama halnya dengan jumlah kunjungan, rata-rata lama kunjungan wisman pun mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya selama 7 malam.
Adapun wisman dengan kunjungan terlama berasal dari Yaman, mereka dapat menghabiskan waktu di Indonesia hingga 26 malam. Sedangkan wisman dengan kunjungan paling singkat yakni berasal dari Timor Leste, tercatat rata-ratanya hanya selama 2 malam.
Strategi Jaga Pertumbuhan Pariwisata di Tengah Dinamika Geopolitik Global
Setelah melewati masa kebangkitan pada 2022 dan pemulihan yang signifikan pada tahun 2023 pasca pandemi COVID-19, sektor pariwisata Indonesia pada 2025 telah berhasil mencapai fase penguatan dan berkelanjutan. Capaian ini terlihat dari angka kunjungan wisatawan mancanegara yang menunjukkan performa positif sepanjang tahun 2025.
Memasuki tahun 2026, momentum ini harus tetap dijaga dengan penuh perhatian, mengingat tantangan pariwisata menjadi semakin kompleks di tengah dinamika geopolitik global. Oleh karena itu Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melakukan sejumlah mitigasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak yang dapat terjadi, diantaranya dengan melakukan lima strategi utama, yakni:
- Melakukan diversifikasi pasar wisatawan mancanegara dengan memperkuat promosi pada pasar jarak pendek dan menengah yang memiliki konektivitas penerbangan relatif stabil.
- Mengoptimalkan penerbangan langsung, termasuk rute Amsterdam–Jakarta dan Amsterdam–Denpasar yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia.
- Memperkuat promosi digital berbasis data untuk menjangkau calon wisatawan secara lebih tepat sasaran, sekaligus meningkatkan efektivitas kampanye pariwisata Indonesia di berbagai pasar potensial.
- Memperkuat pergerakan wisatawan nusantara dengan mendorong masyarakat Indonesia untuk berwisata di dalam negeri.
- Mendorong penyelenggaraan berbagai event pariwisata di wilayah perbatasan untuk menjaga dinamika ekonomi pariwisata di berbagai daerah.
Baca Juga: 5 Negara Penyumbang Wisatawan Asing Terbanyak 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/04/30/4fb8642851550952baead819/statistik-kunjungan-wisatawan-mancanegara-2025.html
Penulis: Silmi Hakiki
Editor: Editor