Transformasi digital di Indonesia terus melaju pesat, terutama dalam sektor keuangan. Salah satu indikator paling jelas adalah meningkatnya penggunaan e-wallet atau dompet digital dalam kehidupan sehari-hari. Dari pembayaran transportasi hingga belanja online, masyarakat kini semakin mengandalkan transaksi non-tunai yang cepat dan praktis.
Menurut survei Jakpat, terdapat 5 platform e-wallet yang mendominasi pasar Indonesia. Dengan tingkat penggunaan mencapai 72%, DANA menjadi platform e-wallet paling populer di Indonesia pada 2025 lintas generasi. Baik Gen Z (75%), Milenial (70%), maupun Gen X (68%) sama-sama memilih DANA sebagai e-wallet yang paling banyak digunakan.
Keunggulan DANA terletak pada antarmuka yang sederhana, fitur keamanan yang kuat, serta integrasi luas dengan berbagai, baik online maupun offline.
Baca Juga: 80% Publik Indonesia Gunakan E-Wallet untuk Transaksi Sehari-hari
Di posisi kedua, GoPay mencatatkan angka 60%, namun lebih banyak digunakan oleh Milenial (68%) dan Gen X (67%) ketimbang Gen Z (48%). Sebagai bagian dari ekosistem Gojek, GoPay memiliki keunggulan dalam integrasi layanan transportasi, pesan-antar makanan, hingga pembayaran berbagai kebutuhan harian.
ShopeePay berada di peringkat ketiga dengan 46%, dengan tingkat penggunaan yang relatif seimbang antargenerasi (Gen Z sebesar 45%, Milenial sebesar 49%, dan Gen X dengan 41%). Popularitasnya sangat didorong oleh tingginya aktivitas belanja di platform Shopee, yang menjadikan ShopeePay sebagai metode pembayaran favorit dalam e-commerce.
Sementara itu, OVO mencatatkan 27% pengguna pada 2025, dengan rincian 19% Gen Z, 32% Milenial, dan 35% Gen X. Meski tidak sekuat beberapa tahun sebelumnya, OVO tetap memiliki basis pengguna yang loyal, terutama melalui kerja sama dengan berbagai platform seperti Grab dan merchant ritel.
Di posisi terakhir, LinkAja hanya menerima 5% suara, yang terdiri dari 3% Gen Z, 6% Milenial, dan 6% Gen X. Meskipun angkanya relatif kecil, LinkAja memiliki peran penting dalam mendukung transaksi di sektor publik dan BUMN, seperti pembayaran transportasi umum dan layanan pemerintah.
7 dari 10 untuk Transfer Uang
Sekitar 3 dari 10 publik Indonesia tercatat menggunakan e-wallet setap hari. Dari beragam kegunaannya, mayoritas publik Indonesia menggunakan e-wallet untuk transfer uang, dengan persentase mencapai 72%. Biaya transfer dari e-wallet sering kali lebih rendah, bahkan tidak dikenakan biaya tambahan sama sekali, membuatnya jadi pilihan masyarakat luas.
Selain itu, 64% responden menggunakan e-wallet untuk membayar tagihan dan sebagai metode pembayaran ketika belanja online. Ada pula 48% responden yang memanfaatkan e-wallet sebagai metode pembayaran langsung dan untuk jasa pesan antar.
Menariknya, 42% responden menggunakan e-wallet untuk lebih berhemat dengan cara menabung. Beragam kegunaan lainnya meliputi pembayaran transportasi (39%), untuk metode pembayaran di acara offline (24%), untuk paylater (15%), dan untuk investasi (14%).
Adapun survei ini dilakukan secara daring via kuesioner di Jakpat mobile app pada 14-21 November 2025, melibatkan total 1.945 responden pengguna e-wallet. Diperoleh data dengan margin of error di bawah 5%.
Baca Juga: E-Wallet Jadi Metode Pembayaran Digital Favorit 2025
Sumber:
https://insight.jakpat.net/e-wallet-consumer-patterns-by-generation/
Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor