Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,61% pada Triwulan I 2026

Pada Triwulan I 2026, ekonomi Indonesia menunjukkan capaian yang positif. Konsumsi pemerintah jadi pengeluaran tertinggi triwulan ini.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,61% pada Triwulan I 2026 Ilustrasi Kegiatan Ekonomi | Mikael Blomkvist/Pexels
Ukuran Fon:

Di tengah tantangan ekonomi global, Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan yang solid. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61% pada Triwulan I 2026 secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi domestik masih berada dalam tren positif.

Pertumbuhan PDB menunjukkan peningkatan pada Triwulan I-2026
Pertumbuhan PDB menunjukkan peningkatan pada Triwulan I-2026 | GoodStats

Dari Triwulan I 2025 sampai Triwulan I 2026, ekonomi Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang fluktuatif. Pada Triwulan I 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 4,87% secara tahunan, yang kemudian naik menjadi 5,12% pada periode berikutnya. Namun, terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III 2025 menjadi 5,04%.

Ekonomi Indonesia kembali naik pada Triwulan IV 2025 sebesar 5,39% dan menunjukkan pola yang sama sampai Triwulan I 2026 saat ini. Tren kenaikan ini menjadi sinyal pemulihan yang menguat di awal tahun 2026.

Pertumbuhan PDB Menurut Pendapatan

Pertumbuhan signifikan ditunjukkan oleh penyediaan akomodasi dan makan minum
Pertumbuhan signifikan ditunjukkan oleh penyediaan akomodasi dan makan minum | GoodStats

Ditinjau menurut lapangan usaha, pertumbuhan terjadi hampir di seluruh lapangan usaha kecuali pertambangan dan penggalian (-2,14%) serta pengadaan listrik dan gas (-0,99%) yang sama-sama mengalami kontraksi. Kontraksi pada dua sektor ini dipengaruhi oleh penurunan permintaan serta dinamika harga energi dunia.

Lapangan usaha yang menunjukkan tren pertumbuhan signifikan adalah penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 13,14%. Tingginya angka ini didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat serta keberadaan para pelancong.

Selanjutnya, pertumbuhan juga disumbang oleh lapangan usaha jasa lainnya (9,91%), transportasi dan pergudangan (8,04%), sektor lain-lain (6,32%), perdagangan, reparasi mobil dan sepeda (6,26%), industri pengolahan (5,04%), serta pertanian, kehutanan dan perikanan (4,97%). Pertumbuhan pada berbagai sektor tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi yang semakin merata.

Baca Juga: Kelompok Usia Paling Gemar Bepergian pada 2025, Siapa Mendominasi?

Pertumbuhan PDB menurut Pengeluaran

Pertumbuhan tertinggi ditunjukkan oleh pengeluaran konsumsi pemerintah
Pertumbuhan tertinggi ditunjukkan oleh pengeluaran konsumsi pemerintah | GoodStats

Sementara itu, dari sisi PDB menurut pengeluaran, pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi diraih oleh komponen pengeluaran konsumsi pemerintah yang mencapai 21,81%. Lonjakan ini tidak terlepas dari peningkatan belanja negara, terutama pada awal tahun anggaran.

Posisinya diikuti oleh pengeluaran konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga atau LNPRT (6,28%), pembentukan modal tetap bruto (5,96%), pengeluaran konsumsi rumah tangga (5,52%), serta komponen ekspor barang dan jasa (0,90%). Konsumsi rumah tangga yang menunjukkan kenaikan mencerminkan kemampuan daya beli masyarakat relatif terjaga.

Komponen impor barang dan jasa yang menjadi faktor pengurang dalam PDB menurut pengeluaran juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,18%. Kenaikan impor yang cukup signifikan dapat mengindikasikan meningkatnya kebutuhan untuk mendukung aktivitas produksi domestik.

Kontribusi dan Pertumbuhan PDRB Menurut Wilayah

Pulau Jawa mendominasi struktur perekonomian Indonesia secara spasial
Pulau Jawa mendominasi struktur perekonomian Indonesia secara spasial | Goodstats

Pada Triwulan I 2026, Pulau Jawa masih mendominasi struktur perekonomian Indonesia secara spasial. Pulau ini memberikan kontribusi sebesar 57,24%. Secara berurutan, posisinya disusul oleh Pulau Sumatra (22,08%), Kalimantan (7,99%), Sulawesi (7,12%), Bali dan Nusa Tenggara (2,80%), serta Maluku dan Papua (2,77%). Dominasi Jawa menunjukkan konsentrasi aktivitas ekonomi masih berpusat di wilayah tersebut.

Pertumbuhan positif juga ditunjukkan pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada Triwulan I 2026. Pertumbuhan tertinggi diraih oleh kelompok provinsi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara dengan pertumbuhan mencapai 7,93% (y-on-y). Selanjutnya disusul oleh Sulawesi (6,95%), Jawa (5,79%), Sumatra (5,13%), Maluku dan Papua (4,46%), serta Kalimantan (4,08%). Capaian ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional yang relatif merata di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Jakarta & Jatim Jadi Penyumbang Utama Pertumbuhan Ekonomi Jawa pada 2025

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/05/05/2575/ekonomi-indonesia-Triwulan-i-2026-tumbuh-5-61-persen--y-on-y-.html

Penulis: Alifia Ayu Fitriana
Editor: Editor

Konten Terkait

10 Situs Hiburan Terpopuler di Indonesia per Februari 2026, Netflix Memimpin!

Netflix jadi situs hiburan dengan total kunjungan tertinggi per Februari 2026, jumlahnya capai 17,6 juta, diikuti Spotify (17,2 juta), dan Bing (17,03 juta).

Berapa Lama Orang Indonesia Habiskan Waktu Scroll Media Sosial dalam Sehari?

TikTok jadi media sosial dengan penggunaan terlama, rata-rata publik Indonesia menghabiskan 1 jam 53 menit per hari bermain TikTok.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook