Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta membuka akses pelayanan kesehatan bagi semua, pemerintah menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau quick win pasangan Prabowo–Gibran dalam kontestasi Pemilu 2024.
Di antara program quick win tersebut, terdapat tiga strategi yang dirancang untuk mendukung visi Indonesia Emas dalam lingkup kesehatan yakni program penurunan kasus TBC, membangun rumah sakit lengkap berkualitas, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Pemeriksaan kesehatan gratis mulai berjalan sejak 10 Februari 2025 di berbagai puskesmas dan dan klinik yang bermitra dengan BPJS Kesehatan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan sebagai prevensi dan deteksi dini penyakit.
Untuk menilai bagaimana program ini berjalan selama satu tahun masa kepemimpinan Prabowo–Gibran, Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas (PP17) melakukan Survei Nasional Kawula17 yang melibatkan 400 responden usia 17–44 tahun sepanjang 16–19 Januari 2026.
Baca Juga: Bagaimana Sentimen Publik terhadap Program Cek Kesehatan Gratis?
Hasil survei PP17 mengungkapkan, sebanyak 64% responden merasa puas dengan program CKG. Tingkat kepuasan ini menjadi yang tertinggi dibanding program quick win Prabowo–Gibran lainnya seperti Sekolah Unggul Garuda, Kartu Kesejahteraan Sosial, hingga program Makan Bergizi Gratis.
Sementara itu, sebanyak 29% responden menyatakan agak puas dengan CKG, dan 8% merasa sangat tidak puas. Artinya, meski mayoritas responden merasa program yang diberikan cukup bermanfaat, masih ada ruang untuk meningkatkan kualitas layanan.
Per 19 Oktober 2025, CKG tercatat telah menjangkau 43 juta orang. Adapun target yang ditetapkan pada Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pada 2025 adalah 102 juta jiwa penerima CKG.
Pemeriksaan kesehatan gratis dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan cara bertahap berdasarkan kelompok usia.
Pada kategori bayi hingga balita, pemeriksaan dilakukan sesuai jadwal imunisasi dan tumbuh kembang anak, sementara bagi anak usia sekolah pemeriksaan dilakukan saat memasuki tahun ajaran baru.
Lebih lanjut, bagi anak di luar usia sekolah, pemeriksaan dijadwalkan pada hari ulang tahun dengan toleransi satu bulan. Anak usia sekolah dari SD hingga SMA mencakup 11 hingga 13 jenis pemeriksaan, sementara dewasa dan lansia bisa mendapatkan 19 jenis pemeriksaan.
Beberapa pemeriksaan yang diperkenalkan adalah skrining kesehatan jiwa sejak usia dasar sekolah, hingga deteksi dini kanker bagi masyarakat di atas 40 tahun. Pemeriksaan pada perempuan berfokus pada deteksi dini kanker payudara dan serviks, sementara pada laki-laki berfokus pada kanker paru dan kolorektal.
Cara Mendapat Pemeriksaan Gratis
Meski terbuka bagi semua orang, terdapat beberapa langkah untuk merasakan layanan pemeriksaan gratis.
Pertama, pasien harus mendaftar di aplikasi SATUSEHAT Mobile untuk memilih jadwal pemeriksaan, atau melalui WhatsApp Chatbot Kementerian Kesehatan. Setelah mengisi skrining secara mandiri, pasien akan mendapat hari pemeriksaan.
Lokasi cek kesehatan gratis dapat diterima di puskesmas, klinik, laboratorium kesehatan masyarakat, atau fasilitas kesehatan lain yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Adapun waktu pelaksanaan cek kesehatan gratis terbatas pada hari ulang tahun untuk bayi, anak hingga usia 6 tahun, serta individu di atas 18 tahun, dengan masa waktu maksimal 30 hari.
Khusus untuk anak usia 7–17 tahun, pemeriksaan gratis dilaksanakan setiap tahun ajaran baru. Ibu hamil dapat turut menerima pemeriksaan gratis sesuai standar pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Baca Juga: Ini Masalah Kesehatan yang Banyak Ditemukan di CKG 2025
Sumber:
https://kawula17.id/publikasi
Penulis: Talita Aqila Shafidhya
Editor: Editor