Komunikasi kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Penggunaan telepon seluler, internet, hingga berbagai layanan digital membuat kebutuhan komunikasi semakin melekat dalam aktivitas rumah tangga.
Hal ini tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan Statistik Telekomunikasi Indonesia 2025. Pada 2025, sebanyak 93,69% rumah tangga di Indonesia tercatat memiliki pengeluaran untuk telekomunikasi.
Lantas, berapa rata-rata pengeluaran rumah tangga untuk komunikasi setiap bulan dan seberapa besar porsinya terhadap total pengeluaran rumah tangga?
Rata-rata Pengeluaran Rumah Tangga untuk Komunikasi
Berdasarkan data BPS, rata-rata pengeluaran rumah tangga untuk komunikasi di Indonesia mencapai Rp220 ribu per bulan pada 2025. Berikut perkembangannya pada 2022-2025:
Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga Jadi Kontributor Terbesar PDB Indonesia 2025
Pengeluaran Rumah Tangga untuk Komunikasi Meningkat 15% sejak 2022
Secara nominal, rata-rata pengeluaran rumah tangga untuk telekomunikasi terus meningkat sepanjang 2022-2025. Pengeluaran yang pada 2022 sebesar Rp191.478 per bulan naik menjadi Rp206.984 pada 2023, kemudian Rp211.690 pada 2024, dan mencapai Rp220.216 pada 2025.
Dengan demikian, rata-rata pengeluaran rumah tangga untuk komunikasi meningkat sekitar 15% dalam empat tahun.
Pengeluaran Komunikasi Rumah Tangga Perkotaan Lebih Tinggi
Terdapat perbedaan pengeluaran telekomunikasi berdasarkan wilayah. Pada 2025, rata-rata rumah tangga di perkotaan mengeluarkan Rp260.019 per bulan, sedangkan di pedesaan sebesar Rp159.243.
Perbedaan juga terlihat dari proporsi rumah tangga yang memiliki pengeluaran untuk komunikasi. Di perkotaan, angkanya mencapai 95,74%, lebih tinggi dibandingkan perdesaan yang sebesar 90,73%.
BPS menyebut perbedaan ini dapat berkaitan dengan variasi pemanfaatan layanan TIK, infrastruktur telekomunikasi, keterjangkauan biaya, dan intensitas penggunaan teknologi digital.
Porsi Pengeluaran Komunikasi Capai 3,55% dari Total Konsumsi
Pengeluaran rumah tangga pada 2025 terbagi hampir seimbang antara kebutuhan makanan dan non-makanan. Pengeluaran makanan mencapai 49,14%, sedangkan non-makanan sebesar 50,86%.
Di antara pengeluaran non-makanan tersebut, komunikasi menjadi salah satu kebutuhan yang ikut mengisi pengeluaran rumah tangga.
Pada 2025, pengeluaran telekomunikasi menyumbang 3,55% dari total konsumsi rumah tangga. Artinya, dari setiap Rp100.000 pengeluaran konsumsi, sekitar Rp3.550 digunakan untuk kebutuhan komunikasi.
Pengeluaran telekomunikasi yang dimaksud BPS juga cukup luas. Bukan hanya pulsa atau biaya telepon, tetapi mencakup layanan internet, penggunaan warnet, pembelian telepon seluler, serta pengeluaran lain yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Baca Juga: Dinamika Pengeluaran per Kapita Penduduk RI 5 Tahun Terakhir
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/08/31/49c6f2edbe4fdc176175d833/statistik-telekomunikasi-indonesia-2025.html