Rata-rata pengeluaran per kapita adalah ukuran yang menunjukkan besarnya pengeluaran setiap individu di suatu wilayah dalam periode tertentu. Angka ini sangat penting untuk melihat daya beli dan kondisi ekonomi masyarakat. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), pengeluaran dibagi ke dalam dua kelompok utama yakni makanan dan bukan makanan.
Baca Juga: 10 Provinsi yang Paling Banyak Habiskan Uang untuk Makanan
Grafik tersebut menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran per kapita penduduk Indonesia per bulan dari kelompok makanan dan bukan makanan selama periode 2021–2025 mengalami fluktuasi yang relatif kecil.
Pada tahun 2021, pengeluaran tercatat sebesar Rp1.569.088, kemudian menurun menjadi Rp1.500.556 pada tahun 2022, dan kembali turun ke titik terendah pada tahun 2023 sebesar Rp1.451.870.
Namun, setelah mencapai titik terendah pada 2023, tren pengeluaran mulai menunjukkan pemulihan. Pada tahun 2024, pengeluaran kembali naik ke Rp1.500.556 dan terus meningkat pada tahun 2025 hingga mencapai Rp1.569.088, sama dengan level tahun 2021.
Kenaikan ini mencerminkan adanya perbaikan kondisi ekonomi atau peningkatan daya beli masyarakat setelah sebelumnya mengalami penurunan. Terjadinya penurunan pada tahun 2023 ini dipengaruhi oleh tekanan ekonomi pasca pandemi yang mana sangat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Adapun kelompok pengeluaran makanan jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan pengeluaran bukan makanan. Hal ini dikarenakan pengeluaran bukan makanan jenisnya lebih beragam dan bersifat tetap seperti transportasi, listrik dan biaya pendidikan oleh karena itu jumlah pengeluarannya cenderung lebih besar.
Konsumsi Rumah Tangga Pada 2025 Mengalami Pertumbuhan
Melansir laman resmi Kementerian Keuangan, perekonomian Indonesia menguat pada 2025. Salah satu indikator yang dilihat yakni dari sisi pengeluaran konsumsi rumah tangga yang mencatat pertumbuhan sebesar 4,98% sepanjang tahun, menunjukkan daya beli masyarakat yang tetap kuat.
Kondisi ini juga didukung oleh meningkatnya mobilitas masyarakat serta inflasi yang relatif terkendali. Kinerja positif tersebut juga tercermin dari kenaikan Indeks Penjualan Riil dan meningkatnya transaksi daring. Selain itu, berbagai kebijakan pemerintah seperti bantuan sosial, Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS), serta program magang turut mendorong aktivitas konsumsi masyarakat.
Momentum perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta kebijakan diskon transportasi semakin meningkatkan mobilitas masyarakat. Hal ini terlihat dari bertambahnya jumlah penumpang pada berbagai moda transportasi. Sejalan dengan itu, konsumsi pada sektor restoran dan hotel tumbuh sebesar 6,38%, sementara sektor transportasi dan komunikasi meningkat 6,32% pada tahun 2025. Penguatan konsumsi rumah tangga ini juga didukung oleh membaiknya kondisi ekonomi serta situasi ketenagakerjaan yang semakin kondusif.
Baca Juga: Pengeluaran per Kapita Laki-Laki Lebih Tinggi Daripada Perempuan
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/V1ZKMWVrSTNOek5ZZUZOcVZEZGFValJvV0hWalFUMDkjMyMwMDAw/rata-rata-pengeluaran-per-kapita-sebulan-makanan-dan-bukan-makanan-di-daerah-perkotaan-dan-perdesaan-menurut-provinsi--rupiah-.html?year=2025
Penulis: Silmi Hakiki
Editor: Editor