Setiap tahun, Quacquarelli Symonds (QS) merilis daftar perguruan tinggi terbaik di dunia berdasarkan berbagai kategori. Salah satu yang paling bergengsi dan kerap menjadi acuan para calon mahasiswa adalah QS World University Ranking.
Pemeringkatan ini disusun berdasarkan sejumlah indikator utama, seperti reputasi akademik, hasil lulusan dan prospek kerja, serta pengalaman mahasiswa, hingga daya saing di kancah internasional.
Jika difokuskan pada prospek kerja lulusan, Universitas Indonesia (UI) menempati urutan pertama untuk edisi QS World University Ranking 2027. Skor 81 yang diraih UI menunjukkan bahwa lulusannya sangat dilirik di dunia kerja.
Skor yang tinggi tersebut turut memperkuat posisi UI secara umum, yang secara keseluruhan berada di peringkat ke-191 dunia.
Baca Juga: 10 Kota Terbaik untuk Mahasiswa Versi QS Ranking 2027
Di urutan kedua terdapat Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan skor 68,5 yang sekaligus menduduki peringkat ke-206 dunia.
Selanjutnya di peringkat ketiga adalah Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan skor 64,1 yang menduduki peringkat ke-287 dunia. diikuti Universitas Trisakti dengan skor 45.
Di urutan kelima dan keenam, ada dua perguruan tinggi asal Jawa Barat dengan skor yang sama, yaitu 41,3. Di posisi kelima adalah IPB University pada urutan ke-419 dunia dan keenam adalah Universitas Padjadjaran (UNPAD) pada posisi ke-496 global.
Kemudian peringkat ketujuh dipegang oleh Universitas Brawijaya (UB) dengan skor 24, yang menduduki urutan ke-616 dunia.
Dengan skor yang tidak jauh berbeda, Universitas Hasanuddin duduk di bangku kedelapan dengan skor 23, yang berada pada peringkat 851-900 dunia.
Selanjutnya pada urutan kesembilan adalah Binus University dengan skor 21,6 yang berada pada peringkat 901-950 global.
Di urutan terakhir, ada Universitas Airlangga (UNAIR) dengan skor prospek kerja lulusan sebesar 21. Meskipun skor indikator ini cenderung rendah, posisi UNAIR secara keseluruhan di tingkat global justru tinggi, yaitu di peringkat ke-276 dunia.
Metode Penilaian QS World University Ranking
Secara umum, indikator daya serap kerja dan hasil kelulusan (employability and outcomes) mengukur seberapa baik sebuah perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusannya untuk memasuki dunia kerja.
Kesiapan tersebut termasuk hubungan universitas dengan industri dan reputasinya di luar lingkup akademis.
Perguruan tinggi yang meraih skor tinggi pada indikator ini umumnya memiliki reputasi kuat di mata perekrut, serta penyerapan kerja lulusannya tinggi.
Secara khusus, indikator prospek kerja (employment outcomes) mengukur sejauh mana perguruan tinggi mampu menjamin kesiapan kerja lulusan yang dihasilkan, sekaligus melihat rekam jejaknya dalam melahirkan alumni yang berdampak pada masyarakat.
Hingga saat ini, pendidikan tinggi di perguruan tinggi masih menjadi salah satu upaya calon mahasiswa untuk mendapatkan karier yang sukses dan stabil. Untuk itu, rekam jejak dalam mendukung hal ini menjadi faktor penilaian kualitas perguruan tinggi.
Baca Juga: 10 Provinsi Pengguna Bahasa Indonesia dalam Pergaulan Terbesar 2025
Sumber:
https://www.topuniversities.com/world-university-rankings?countries=id