Simak Optimisme Publik RI terhadap Penghasilannya Saat Ini

Mulai periode Januari-Oktober 2025, publik Indonesia selalu merasa optimis dengan penghasilannya saat ini.

Simak Optimisme Publik RI terhadap Penghasilannya Saat Ini Ilustrasi Penghasilan | Defrino Maasy/Pexels
Ukuran Fon:

Tingkat penghasilan masyarakat Indonesia cenderung beragam. Sebagian pekerja sudah menikmati pendapatan setara atau sedikit di atas upah minimum, sementara sebagian lainnya masih berada di bawah standar tersebut. Di sisi lain, ada pula kelompok masyarakat yang berhasil memperoleh penghasilan jauh melampaui rata-rata nasional.

Keragaman kondisi ini membuat penilaian terhadap cukup atau tidaknya gaji menjadi sangat subjektif antarindividu. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih terukur mengenai persepsi tersebut, Bank Indonesia (BI) merilis Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) dalam Laporan Survei Konsumen edisi Oktober 2025.

IPSI merepresentasikan optimisme publik terhadap penghasilan yang diterima saat ini. Indeks ini mengukur penilaian responden terkait apakah penghasilan saat ini sudah cukup, memadai, atau membaik dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Survei dilakukan terhadap 4.600 responden rumah tangga yang berasal dari Jakarta, Bandung, Bogor, Depok, Bekasi, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Bandar Lampung, Palembang, Banjarmasin, Padang, Pontianak, Samarinda, Manado, Denpasar, Mataram, Pangkal Pinang, Ambon, dan Banten. Indeks di atas 100 menunjukkan kondisi optimis, sedangkan di bawah 100 berarti pesimis.

Publik Cenderung Optimis dengan Penghasilannya saat ini

Indeks Penghasilan Saat Ini di Indonesia Periode Januari - Oktober 2025
Indeks Penghasilan Saat Ini di Indonesia Periode Januari-Oktober 2025 | GoodStats

Menurut hasil survei, tampak bahwa publik Indonesia selalu merasa optimis dengan penghasilan yang diterima, mulai bulan Januari hingga Oktober 2025. IPSI pada Januari-Maret 2025 menunjukkan kondisi yang stabil tanpa ada kenaikan atau penurunan berarti dengan capaian masing-masing 122,6; 122,7; dan 121,3.

Setelah itu, indeks tertinggi berhasil dicapai pada April 2025 sebesar 125,4. Namun, pada bulan berikutnya, indeks mengalami penurunan tertinggi sebanyak 7,3 poin menjadi 118,1.

IPSI sempat kembali naik pada Juni 2025 menjadi 120,2 tetapi capaiannya secara konsisten turun pada tiga bulan berikutnya, dengan IPSI terendah pada September 2025 sebesar 112,9. Barulah pada Oktober 2025, IPSI kembali alami kenaikan sebesar 4,2 poin, tertinggi sepanjang 2025.

IPSI Menurut Kelompok Pengeluaran

Indeks Penghasilan Saat Ini Menurut Kelompok Pengeluaran di Indonesia
Indeks Penghasilan Saat Ini Menurut Kelompok Pengeluaran di Indonesia | GoodStats

Terdapat temuan menarik dalam IPSI berdasarkan kelompok pengeluaran. Responden dengan jumlah pengeluaran Rp2,1-3 juta justru memiliki optimisme yang lebih rendah dibanding kelompok pengeluaran Rp1-2 juta, dengan perolehan IPSI masing-masing 105 dan 113,1.

Hal ini berbeda dengan tiga kelompok pengeluaran di atasnya yang perolehan indeksnya berbanding lurus dengan tingkat pengeluaran. Secara spesifik, kelompok pengeluaran Rp3,1-4 juta meraih indeks 110,6, kelompok pengeluaran Rp4,1-5 juta sebesar 117,6, dan >Rp5 juta mencapai 122,7.

Secara menyeluruh, publik Indonesia cenderung optimis dengan penghasilan yang diterima saat ini. Artinya, publik merasa bahwa penghasilannya telah cukup atau membaik dibandingkan dengan enam bulan lalu.

Baca Juga: Makin Tinggi Pendidikan, Makin Tinggi Gaji yang Diperoleh

Sumber:

https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/Documents/Laporan-Survei-Konsumen-Oktober-2025.pdf

Penulis: NAUFAL ALBARI
Editor: Editor

Konten Terkait

10 Stasiun Tersibuk pada Nataru 2025/2026

Data PT KAI mencatat Pasar Senen sebagai stasiun tersibuk dengan ratusan ribu penumpang Nataru 2025/2026.

Jawa Barat Jadi Incaran Investor Asing Q3 2025

Jawa Barat mencatatkan realisasi investasi asing tertinggi pada Kuartal III 2025 dengan nilai mencapai US$2,21 miliar.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook