Indonesia kembali menunjukkan performanya dalam dunia olahraga bulu tangkis kategori ganda campuran setelah pasangan fenomenal terdahulu Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil meraih peringkat pertama dunia pada tahun 2018 silam.
Usai menyabet medali perak dalam pagelaran Australia Open 2025 yang dilaksanakan pada 18-23 November 2025 di State Sports Centre, Sydney, Australia, pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu resmi duduk di peringkat ke-10 dunia dalam daftar peringkat Badminton World Federation (BWF) dengan raihan 63,8 ribu poin. Pencapaian ini menjadi kebangkitan sektor ganda campuran Indonesia setelah cukup lama absen dari jajaran elite dunia.
Dua pasangan China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin dan Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, kokoh di posisi puncak dengan perolehan poin yang sangat rapat, yaitu masing-masingnya meraih 100,5 ribu dan 99,7 ribu.
Malaysia juga ikut memanaskan persaingan peringkat dunia BWF, lewat duet Chen Tang Jie/Toh Ee Wei di bangku ketiga dengan angka 93,3 ribu. Dalam Australia Open 2025, Jafar/Felisha harus mengakui kemenangan pasangan Malaysia ini dengan capaian emas setelah berhasil menang dalam dua set sekaligus, dengan perolehan skor 21-16 dan 21-11.
Sementara, Thailand menduduki peringkat keempat sektor campuran melalui Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran dengan poin yang berselisih tipis dari pasangan Malaysia sebelumnya, yaitu 93,1 ribu.
Negara asal Eropa juga muncul dalam pemeringkatan ini. Pasangan asal Prancis Thom Gicquel/Delphine Delrue menempati urutan kelima dengan capaian poin 81,4 ribu.
Bangku selanjutnya kembali diisi oleh wakil China, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui dengan angka 78,5 ribu, diikuti Tang Chun Man/Tse Ying Suet sebagai satu-satunya wakil Hong Kong dalam daftar peringkat 10 besar bulu tangkis kategori ganda campuran dengan poin 77,6 ribu.
Dari Asia Timur, Hidori Midorikawa/Natsu Saito berhasil mengumpulkan 75,1 ribu poin, membuat pasangan Jepang ini bertengger di posisi kedelapan.
Tampaknya, pemeringkatan ini tidak hanya didominasi oleh negara China. Dengan kehadiran Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie pada urutan kesembilan yang berhasil meraih 72,2 ribu poin, Malaysia resmi mencatatkan dua wakilnya dalam peringkat 10 besar BWF ini.
Meski begitu, masuknya Jafar/Felisha ke daftar 10 besar sekaligus sebagai satu-satunya pasangan merah putih menghadirkan harapan baru. Pasangan muda yang mulai dipasangkan sejak Agustus 2024 ini menunjukkan bahwa regenerasi ganda campuran Indonesia berada di jalur yang terus melaju.
Tren Peringkat Dunia BWF Jafar/Felisha Sepanjang 2025
Pada tahun 2025, perjalanan Jafar/Felisha dimulai dari peringkat ke-57 pada Januari ketika langkahnya terhenti di babak 16 Indonesia Masters. Namun, posisi mereka naik peringkat ke-43 saat memasuki Februari, meski harus tunduk pada kemenangan wakil Indonesia lainnya di babak semifinal Thailand Masters.
Lompatan besar terjadi pada Maret dengan berhasil menempati peringkat ke-25, disusul kenaikan hingga memasuki peringkat 20 besar pada April pasca menembus semifinal Kejuaraan Asia 2025.
Tak berhenti di situ, pada Mei, Jafar/Felisha mencatat pencapaian tertinggi dengan menjuarai Taipei Open setelah memenangkan All Indonesian Final. Raihan emas pertama ini langsung melonjakkan posisi mereka ke peringkat ke-17 dunia.
Memasuki pertengahan tahun, performa Jafar/Felisha kian stabil. Posisi mereka terus mengalami kenaikan hingga peringkat ke-14 pada Juni, lalu menembus peringkat ke-11 dunia sepanjang Juli hingga Agustus sebelum sedikit turun menjadi peringkat ke-12 pada September akibat terhenti di babak 16 besar pada ajang Hong Kong Open dan Korea Open.
Namun, konsistensi Jafar/Felisha semakin dibuktikan dengan kembali menyabet peringkat ke-11 pada Oktober, hingga akhirnya berjaya masuk dalam peringkat 10 besar BWF usai sukses mencapai final Australia Open pada November.
Pasangan Jafar/Felisha mengaku bangga dengan pencapaian tertinggi mereka saat ini, meski menilai permainannya kurang baik.
“Puji Tuhan kami bersyukur bisa tampil di babak final untuk pertama kalinya, setelah rentetan hasil turnamen yang kurang bagus. Hari ini kami akui kami bermain kurang baik, kami banyak tertekan dan tidak bisa keluar. Kami sudah mencoba sebaik mungkin yang bisa kami lakukan di lapangan,” tutur Felisha dalam jumpa pers pasca pengalungan medali Australia Open di Sydney, Minggu (23/11/2025) dilansir dari situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Felisha mengaku bahwa tidak mudah mengatasi perlawanan wakil Malaysia, apalagi kepercayaan diri negara tetangga ini sedang meningkat setelah menjadi juara dunia pada periode sebelumnya.
Walaupun begitu, keduanya meneguhkan tekad untuk terus bersiap agar memberikan performa terbaik di turnamen berikutnya.
“Habis ini mau recovery dulu. Tapi memang tidak bisa lama karena harus segera persiapan ke turnamen selanjutnya,” imbuh Jafar.
Baca Juga: Raih Perunggu BWF, Putri Kusuma Wardani Naik Peringkat 7 Dunia
Sumber:
https://bwfbadminton.com/rankings/
Penulis: Shahibah A
Editor: Editor