Dalam mengukur tingkat kemakmuran dan skala ekonomi suatu wilayah, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) kerap menjadi indikator utama yang digunakan. Secara mendasar, PDRB mencerminkan total nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha di suatu daerah dalam periode tertentu, atau dengan kata lain total perputaran uang dan produktivitas ekonomi wilayah tersebut.
Fungsi utama dari data ini adalah sebagai kompas bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan ekonomi, memetakan potensi sektor unggulan, serta menarik minat investasi. PDRB yang tinggi menjadi sinyal kuat aktivitas ekonomi di sana sedang berjalan sangat masif, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan daerah.
Kondisi tersebut juga tercermin dari data PDRB ADHB per kabupaten/kota yang diperbarui oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat pada Maret 2026. Lantas, wilayah mana saja yang berhasil mencatatkan capaian ekonomi tertinggi? Berikut ulasan lengkapnya.
Kota/Kabupaten dengan PDRB ADHB Tertinggi di Jawa Barat
Baca Juga: Bekasi jadi Wilayah dengan UMK Tertinggi di Indonesia 2025
Posisi pertama kota/kabupaten dengan PDRB ADHB tertinggi di Jawa Barat kini resmi ditempati oleh Kabupaten Bekasi yang sukses mencatatkan performa luar biasa dengan angka PDRB mencapai Rp451,51 triliun, mengukuhkannya sebagai daerah dengan skala ekonomi terbesar di Jawa Barat berkat sokongan masif dari kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.
Lebih lanjut, posisi puncak ini kemudian diikuti oleh Kota Bandung dengan raihan Rp403,97 triliun, disusul Kabupaten Karawang sebesar Rp337,24 triliun, dan Kabupaten Bogor dengan torehan Rp336,36 triliun.
Memasuki papan tengah, terdapat Kabupaten Bandung di peringkat kelima dengan angka Rp179,92 triliun, yang kemudian diikuti oleh Kota Bekasi dengan raihan Rp139,07 triliun.
Sementara itu, posisi ketujuh ditempati oleh Kabupaten Indramayu dengan angka Rp114,66 triliun, disusul Kota Depok dengan PDRB ADHB sebesar Rp101,21 triliun, Kabupaten Sukabumi di urutan kesembilan dengan Rp95,38 triliun. Daftar ditutup oleh Kabupaten Purwakarta yang mengantongi Rp94,83 triliun.
Strategi Pemerataan Ekonomi Kabupaten Bekasi
Meskipun Kabupaten Bekasi secara keseluruhan memimpin takhta ekonomi, Pemerintah Kabupaten Bekasi sadar betul adanya ketimpangan internal, sehingga kini tengah gencar merencanakan pengembangan pusat kegiatan ekonomi baru di kawasan pesisir utara melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Langkah strategis ini mencakup 18 desa yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Muaragembong, Tarumajaya, Babelan, Sukawangi, dan Tambelang, yang selama ini dinilai masih tertinggal akibat tingginya angka kemiskinan, rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta tingginya pengangguran.
“Akan dibangun industri maritim berbasis pesisir, pariwisata, pemukiman dan perkotaan yang tentunya akan mendatangkan nilai ekonomi dan investasi di Kabupaten Bekasi,” tutur Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan (4/4/2026), dikutip Pemkab Bekasi.
Baca Juga: Jawa Barat Jadi Incaran Investor Asing Q3 2025
Sumber:
https://jabar.bps.go.id/id/statistics-table/3/WkdVMWRYVnBkMnBvVEhKSVkyWXhNblZtTjJSbmR6MDkjMyMzMjAw/produk-domestik-regional-bruto-atas-dasar-harga-berlaku-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-jawa-barat-miliar-rupiah-.html
Penulis: Anggia Leksa
Editor: Editor