Orang Indonesia Jadi Lebih Sering Nonton TV Saat Ramadan

Riset Nielsen menilai Rata-rata Angka TV Rating (ATR) saat bulan Ramadan dalam grafik meningkat jika dibandingkan dengan periode sebelum dan sesudah Ramadan.

Orang Indonesia Jadi Lebih Sering Nonton TV Saat Ramadan Ilustrasi menonton TV | Ketut Subiyanto/pexels

Bulan Ramadan selalu menjadi bulan yang spesial bagi masyarakat di Indonesia yang mayoritas beragama islam. Banyak sekali adat dan kebiasaan yang dilakukan setiap bulan tersebut terkhusus mencari media hiburan.

Menurut survei dari perusahaan riset PT Nielsen Company Indonesia memberikan fakta bahwa tren perilaku konsumen pada bulan Ramadan. Nielsen menilai bahwa jumlah masyarakat Indonesia yang menonton siaran televisi meningkat saat bulan Ramadan.

Rata-rata Angka TV Rating (ATR) saat bulan Ramadan dalam grafik meningkat jika dibandingkan dengan periode sebelum dan sesudah Ramadan.

Rata-rata rating rating penonton televisi di Indonesia 2021

 Berbeda dari persentase penonton pada tahun 2019 (13,4 persen) dan 2020 (14,6 persen), pada tahun 2022 grafik mengalami penurunan hingga 11,8 persen. Nielsen menilai penurunan ini disebabkan dengan adanya pergeseran teknologi digital.

Direktur Eksekutif Nielsen Indonesia, Hellen Katherina menyebut, momen Ramadan dapat mendorong kepemirsaan televisi khususnya saat sahur, menjelang berbuka, dan setelah solat tarawih. Khusus pada jam sahur, peningkatan jumlah penonton dapat mencapai lebih dari tujuh kali lipat. Berdasarkan jenis program, tayangan acara religi dan program anak-anak merupakan tayangan yang paling banyak dicari.

“Survei Nielsen Consumer and Media View di 11 kota besar menunjukkan adanya peningkatan konsumsi dan waktu menggunakan media digital selama masa Ramadan tahun 2021 dibanding dengan 2019. Masing-masing naik sebesar 24% dan 35%,” sebut Hellen saat konferensi pers virtual di Jakarta (24/3/2022).

Survei dilakukan dengan memakai tiga sumber data yakni data TV Audience Measurement yang melibatkan 12.000 responden untuk mewakili 58,9 juta orang penonton televisi berusia di atas lima tahun. Teknologi yang digunakan untuk pengukuran TV adalah sebuah alas seperti decoder yang bernama peoplemeter dan menempel di TV setiap rumah para responden.

Sumber data kedua yakni menggunakan data Consumer and Media View yang merupakan survei tatap muka dengan melibatkan 17.000 responden setiap tahun. Jumlah tersebut mewakilkan 59 juta orang yang berusia 10 tahun ke atas.

Penulis: Nabilah Nur Alifah
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya 10 Provinsi dengan Produksi Kopi Terbanyak Tahun 2022
Artikel Selanjutnya Pola Perilaku Masyarakat Sepanjang Ramadhan dan Idul Fitri 2022
Konten Terkait