Ketepatan waktu menjadi salah satu indikator utama dalam menilai kualitas layanan maskapai penerbangan. Di tengah tingginya mobilitas dan padatnya lalu lintas udara global, kemampuan menjaga jadwal penerbangan menjadi faktor krusial bagi kenyamanan sekaligus kepercayaan penumpang.
Sebagai salah satu negara dengan kapasitas penerbangan terbesar di dunia, maskapai di Indonesia dituntut menjaga ketepatan waktu di tengah tingginya volume penumpang dalam dan luar negeri.
Pesatnya pertumbuhan industri aviasi nasional turut meningkatkan persaingan antar maskapai dan mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Peningkatan kualitas maskapai Indonesia ini justru menunjukkan performa yang kompetitif di tingkat global, terutama dalam aspek ketepatan waktu hingga di tingkat internasional.
Capaian tersebut tercermin dalam laporan terbaru dari Official Airline Guide (OAG) Aviation Worldwide. Pada Maret 2026, Garuda Indonesia dinobatkan sebagai maskapai paling tepat waktu di dunia.
Maskapai Milik Indonesia Paling Tepat Waktu
Baca Juga: 10 Maskapai Penerbangan Terbaik di Dunia 2025
Berdasarkan data OAG, Garuda Indonesia mencatat tingkat ketepatan waktu (On-Time Performance/OTP) sebesar 97,9%, tertinggi di antara maskapai global lainnya. Capaian ini menempatkan Garuda di posisi teratas, mengungguli berbagai maskapai dari Asia, Amerika, hingga Eropa.
Secara operasional, Garuda Indonesia mencatat tingkat pembatalan penerbangan yang sangat rendah, yakni hanya 0,19% dari total 6.297 penerbangan sepanjang Maret 2026. Kinerja ini menunjukkan konsistensi maskapai dalam menjaga jadwal penerbangan, baik domestik maupun regional.
Di bawah Garuda Indonesia, terdapat Fuji Dream Airlines dari Jepang dengan OTP sebesar 95,5%. Maskapai ini melayani rute domestik dan regional di wilayah Asia Timur, mencatat tingkat pembatalan sebesar 0,67% dari total 2.382 penerbangan.
Posisi berikutnya ditempati oleh Sky Airline asal Chili dengan tingkat ketepatan waktu 94,25%. Maskapai ini merupakan salah satu operator terbesar di negara tersebut, melayani rute di kawasan Amerika Latin dengan tingkat pembatalan sekitar 0,28% dari 4.630 penerbangan.
Selanjutnya, Copa Airlines dari Panama mencatat OTP sebesar 93,4% dengan tingkat pembatalan hanya 0,04% dari total 12.392 penerbangan. Maskapai ini dikenal melayani jaringan luas di Amerika Utara, Tengah, Selatan, hingga Karibia.
Sementara itu, posisi kelima diisi oleh Star Flyer dari Jepang dengan tingkat ketepatan waktu 92,85% dan tingkat pembatalan 0,04% dari 1.933 penerbangan.
Sebagai catatan, metodologi yang digunakan OAG dalam menghitung OTP didasarkan pada perbandingan waktu kedatangan aktual pesawat di gate dengan jadwal yang telah ditentukan. Penilaian ini juga mensyaratkan cakupan data minimal 80% dari total penerbangan terjadwal serta ambang batas operasional tertentu untuk dapat masuk dalam pemeringkatan global.
Baca Juga: 5 Maskapai Penerbangan Favorit Publik RI di Mudik Lebaran 2026
Sumber:
https://www.oag.com/on-time-performance-data
Penulis: Talita Aqila Shafidhya
Editor: Editor