Selain tanaman pagi, petani Indonesia juga bergerak dalam memberdayakan komoditas pangan lainnya. Penanaman komoditas bergantung pada kondisi cuaca sehingga luas lahan berubah setiap bulannya sepanjang tahun.
Luas Lahan Pertanian Selain Padi di DKI Jakarta
Dibandingkan dengan tahun 2024, luas lahan pertanian selain padi tahun 2025 meningkat pesat. Pada Januari hingga April 2024, luas lahan pertanian mencapai 1,52 hektare, kemudian pada April 2025 luas lahan menjadi 31,81 hektare.
Pada Mei hingga Agustus 2024, lahan pertanian selain padi berada pada luas 3,03 hektare. Pada tahun 2025 di periode yang sama mengalami fluktuasi dengan luas 22,82 hektare pada bulan Mei, 19,92 hektare pada bulan Juni, 11,23 hektare pada bulan Juli, dan 8,33 hektare pada bulan Agustus.
Baca Juga: Jadi Negara Agraris, Mengapa Indonesia Masih Impor Komoditas Pertanian?
September hingga Desember 2024, lahan pertanian selain padi berada pada luas 1,52 hektare. Sementara pada September 2025 memiliki luas 8,33 hektare. Kemudian meningkat pada Oktober menjadi 10,39 hektare. Luas lahan pertanian selain padi meningkat pesat pada bulan November dan Desember 2025 yakni 21,98 hektare dan 24,88 hektare.
Baca Juga: Produksi dan Luas Panen Padi Nasional Terus Turun, Ketahanan Pangan Diuji
Luas lahan pertanian yang ditanami tanaman selain padi cenderung kecil di awal tahun. Kondisi ini berkaitan dengan curah hujan yang relatif tinggi sehingga mendukung untuk menanam padi dibandingkan tanaman lain. Menurut data Badan Pusat Statistik, petani cenderung menanam komoditas selain padi ketika memasuki bulan Juni hingga November
Sementara itu, komoditas selain padi yang ditanami antara lain jagung, kedelai, bawang merah, cabai, umbi-umbian, dan lainnya.
Baca Juga: Posisi Perempuan dalam Skema Pertanian Indonesia
Sumber: https://jakarta.bps.go.id/id/publication/2026/09/03/2962adfccc91809faa697bef/luas-panen-dan-produksi-padi-di-provinsi-dki-jakarta-2025.html