Komoditas

Berapa Luas Lahan Pertanian Non Padi di DKI Jakarta?

Petani di Provinsi DKI Jakarta tidak hanya memproduksi padi, tetapi juga komoditas lain seperti cabai dan kedelai. Seberapa besar luas lahannya?

Berapa Luas Lahan Pertanian Non Padi di DKI Jakarta?

Ilustrasi Lahan Pertanian Jagung I Donny Yularso/Pexels

Selain tanaman pagi, petani Indonesia juga bergerak dalam memberdayakan komoditas pangan lainnya. Penanaman komoditas bergantung pada kondisi cuaca sehingga luas lahan berubah setiap bulannya sepanjang tahun. 

Luas Lahan Pertanian Selain Padi di DKI Jakarta

Luas lahan pertanian non padi 2025 meningkat pesat dibandingkan tahun sebelumnya.
Luas lahan pertanian non padi 2025 meningkat pesat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dibandingkan dengan tahun 2024, luas lahan pertanian selain padi tahun 2025 meningkat pesat. Pada Januari hingga April 2024, luas lahan pertanian mencapai 1,52 hektare, kemudian pada April 2025 luas lahan menjadi 31,81 hektare.

Pada Mei hingga Agustus 2024, lahan pertanian selain padi berada pada luas 3,03 hektare. Pada tahun 2025 di periode yang sama mengalami fluktuasi dengan luas 22,82 hektare pada bulan Mei, 19,92 hektare pada bulan Juni, 11,23 hektare pada bulan Juli, dan 8,33 hektare pada bulan Agustus.

Baca Juga: Jadi Negara Agraris, Mengapa Indonesia Masih Impor Komoditas Pertanian?

September hingga Desember 2024, lahan pertanian selain padi berada pada luas 1,52 hektare. Sementara pada September 2025 memiliki luas 8,33 hektare. Kemudian meningkat pada Oktober menjadi 10,39 hektare. Luas lahan pertanian selain padi meningkat pesat pada bulan November dan Desember 2025 yakni 21,98 hektare dan 24,88 hektare.

Baca Juga: Produksi dan Luas Panen Padi Nasional Terus Turun, Ketahanan Pangan Diuji

Luas lahan pertanian yang ditanami tanaman selain padi cenderung kecil di awal tahun. Kondisi ini berkaitan dengan curah hujan yang relatif tinggi sehingga mendukung untuk menanam padi dibandingkan tanaman lain. Menurut data Badan Pusat Statistik, petani cenderung menanam komoditas selain padi ketika memasuki bulan Juni hingga November

Sementara itu, komoditas selain padi yang ditanami antara lain jagung, kedelai, bawang merah, cabai, umbi-umbian, dan lainnya.

Baca Juga: Posisi Perempuan dalam Skema Pertanian Indonesia

Sumber: https://jakarta.bps.go.id/id/publication/2026/09/03/2962adfccc91809faa697bef/luas-panen-dan-produksi-padi-di-provinsi-dki-jakarta-2025.html

Key Insights

  • Peningkatan signifikan luas lahan non-padi dari 1,52 hektare pada April 2024 menjadi 31,81 hektare pada April 2025 menunjukkan adanya program intensifikasi atau diversifikasi pertanian di DKI Jakarta.
  • Fluktuasi luas lahan non-padi pada Mei-Agustus 2025 (dari 22,82 hektare menjadi 8,33 hektare) mengindikasikan sensitivitas penanaman komoditas terhadap faktor cuaca atau perubahan strategi petani.
  • Pola peningkatan luas lahan non-padi pada Juni-November, yang bertepatan dengan musim kemarau, menegaskan ketergantungan petani pada kondisi curah hujan untuk menentukan jenis komoditas tanam.
  • Fokus pada komoditas seperti jagung, kedelai, dan bawang merah menunjukkan upaya diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan pada beras dan meningkatkan ketahanan pangan lokal.

Penulis: Linda Lestari Editor: Muhammad Sholeh

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?