Meski dikenal sebagai wilayah perkotaan, DKI Jakarta masih memiliki lahan yang digunakan untuk budidaya padi. Aktivitas panen tersebut tersebar di sejumlah wilayah administratif di Jakarta.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya perubahan luas panen padi Jakarta dari tahun sebelumnya. Lantas, berapa luas lahan yang menghasilkan panen padi di Jakarta pada 2025 dan bagaimana perkembangannya dibandingkan tahun sebelumnya?
Berapa Luas Panen Padi di Jakarta pada 2025?
Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), BPS mencatat luas panen padi di DKI Jakarta pada 2025 mencapai 273,54 hektare. Angka tersebut anjlok dibandingkan luas panen tahun sebelumnya yakni 498,31 hektare.
Baca Juga: Dinamika Produksi Padi Nasional Januari-Juli 2026
Jakarta Utara Jadi Wilayah dengan Luas Panen Padi Terluas
Pendataan di lapangan menunjukkan bahwa luas panen padi di Provinsi DKI Jakarta terkonsentrasi di Jakarta Utara selama 2024 dan 2025.
Pada 2024, luas panen di wilayah tersebut mencapai 442,75 hektare atau lebih dari 88% dari total luas panen padi DKI Jakarta. Pada 2025, Jakarta Utara tetap menjadi wilayah dengan luas panen terbesar, meski luasnya menurun menjadi 193,86 hektare.
Sementara itu, Jakarta Barat mencatat kenaikan luas panen dari 27,50 hektare menjadi 54,75 hektare, sedangkan Jakarta Timur mengalami penurunan dari 28,31 hektare menjadi 24,92 hektare.
Bagaimana Perkembangan Luas Panen Padi Jakarta?
Secara keseluruhan, luas panen padi DKI Jakarta menurun 45,11% pada 2025 dibandingkan 2024. Perubahan tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan luas panen di Jakarta Utara. Sementara secara periodik, berikut perkembangan luas panen padi di DKI Jakarta pada 2024-2025:
Secara periodik, puncak luas panen padi pada tahun 2025 sama dengan tahun 2024 yang terjadi pada bulan Agustus. Pada 2024, luas panen cukup tinggi pada Januari sebesar 92,24 hektare dan April sebesar 76,16 hektare, sebelum mencapai puncak 168,06 hektare pada Agustus, kemudian kembali menurun hingga akhir tahun.
Sementara itu, pada 2025 luas panen relatif rendah pada awal tahun, yakni 24,39 hektare pada Januari, sempat meningkat menjadi 11,60 hektare pada Mei dan 3,78 hektare pada Juni, lalu naik hingga mencapai 98,24 hektare pada Agustus sebelum kembali menurun pada September sebesar 68,47 hektare dan berfluktuasi hingga Desember.
Baca Juga: Daerah Penghasil Padi Terbesar di Indonesia 2025
Sumber:
https://jakarta.bps.go.id/id/publication/2026/09/03/2962adfccc91809faa697bef/luas-panen-dan-produksi-padi-di-provinsi-dki-jakarta-2025.html