Komoditas

Daerah di Jakarta yang Paling Banyak Menghasilkan Padi dan Beras

Dibalik gedung pencakar langit, Jakarta ternyata masih punya lahan panen padi. Simak daerah mana yang paling banyak menghasilkan padi dan beras di Jakarta.

Daerah di Jakarta yang Paling Banyak Menghasilkan Padi dan Beras

Ilustrasi Panen padi di Rorotan Jakarta Utara Dok. IG @dkpkp.jakarta

Wajah Jakarta saat ini identik dengan hutan beton, gedung pencakar langit, dan pusat bisnis. Namun dibalik citra kota metropolitan itu, ternyata masih ada lahan pertanian yang menghasilkan padi setiap tahunnya di tanah Jakarta. Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, aktivitas panen padi masih berlangsung di sejumlah wilayah Jakarta sepanjang 2025, meski luas dan produksinya terus menyusut dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Peta Ketersediaan Pangan Indonesia 2025: Padi Jadi Sumber Protein Terbesar

Apa Bedanya Padi dan Beras?

Sebelum membahas datanya lebih jauh, penting untuk memahami perbedaan istilah padi dan beras. Padi adalah hasil panen langsung dari sawah dalam bentuk gabah, yang hasilnya akan dihitung dalam satuan Gabah Kering Giling (GKG). Sementara itu, beras merupakan hasil olahan dari gabah tersebut, yang diperoleh melalui proses konversi dengan memperhitungkan angka konversi gabah ke beras serta proporsi gabah dan beras yang susut, tercecer, maupun digunakan untuk kebutuhan non pangan. Dengan kata lain, produksi beras selalu lebih kecil dari produksi padi karena telah melalui proses pengolahan tersebut.

Daerah di Jakarta yang Masih Punya Lahan Panen Padi

Dari enam wilayah administratif yang ada di Provinsi DKI Jakarta, hanya tiga wilayah yang masih tercatat memiliki lahan panen padi, yakni Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. Sementara itu, Kepulauan Seribu, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat sudah tidak lagi memiliki catatan luas panen padi.

Secara total, luas panen padi di Provinsi DKI Jakarta pada 2025 tercatat 273,54 hektar, turun 45,11 persen dibandingkan 2024 yang seluas 498,31 hektar. Jakarta Utara masih menjadi wilayah dengan lahan panen terluas meski mengalami penurunan tajam, sementara Jakarta Barat justru menjadi satu-satunya wilayah yang luas panennya bertambah. Berikut data luas panen padi menurut wilayah di Provinsi DKI Jakarta periode 2024-2025:

Luas Panen Padi Provinsi DKI Jakarta | Goodstats
Luas Panen Padi Provinsi DKI Jakarta | Goodstats

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa penurunan luas panen di Jakarta Utara sebesar 248,89 hektar menjadi penyumbang utama merosotnya total luas panen padi di Jakarta, mengingat wilayah ini selama ini menjadi sentra produksi padi terbesar di ibu kota. Sebaliknya, lahan panen di Jakarta Barat justru bertambah lebih dari dua kali lipat, dari 27,25 hektar menjadi 54,75 hektar.

Produksi Padi dan Beras Menurut Wilayah, Mana yang Terbesar?

Sejalan dengan penurunan luas panen, produksi padi maupun beras di Provinsi DKI Jakarta pada 2025 juga ikut menyusut. Produksi padi turun dari 2.306,54 ton GKG pada 2024 menjadi 1.487,45 ton GKG pada 2025 (-35,51 persen). Penurunan yang sama besarnya secara persentase juga terjadi pada produksi beras, dari 1.359,57 ton pada 2024 menjadi 876,77 ton pada 2025. Meski luas panennya terus menyusut, Jakarta Utara tetap menjadi wilayah dengan produksi padi maupun beras terbesar di Jakarta pada 2025, jauh mengungguli dua wilayah lainnya. Berikut urutan produksi padi dan beras di tiga wilayah penghasil padi Jakarta pada 2025:

Produksi Padi dan Beras di Wilayah DKI Jakarta | Goodstats
Produksi Padi dan Beras di Wilayah DKI Jakarta | Goodstats

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa Jakarta Utara masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 70,65 persen dari total produksi padi maupun beras Jakarta, meski produksinya sendiri anjlok 47,64 persen untuk padi dan 47,65 persen untuk beras dibandingkan di Tahun 2024. Posisi kedua ditempati Jakarta Barat dengan peran 20,17 persen, disusul Jakarta Timur di urutan ketiga dengan peran 9,18 persen.

Mengapa Jakarta Utara Masih Jadi Sentra Utama?

Dominasi Jakarta Utara sebagai sentra produksi padi dan beras di Jakarta tidak lepas dari luas lahan sawahnya yang masih jauh lebih besar dibandingkan dua wilayah lainnya, meski terus tergerus dari tahun ke tahun. Sebagai gambaran, luas panen Jakarta Utara pada 2025 masih sekitar 3,5 kali lipat luas panen Jakarta Barat dan hampir 8 kali lipat luas panen Jakarta Timur. Penyusutan yang tajam di wilayah ini kemungkinan besar berkaitan dengan alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman maupun industri, mengingat Jakarta Utara juga merupakan salah satu kawasan dengan pertumbuhan pembangunan yang pesat.

Sementara itu, kenaikan luas panen dan produksi di Jakarta Barat menjadi catatan menarik di tengah tren penurunan yang terjadi di wilayah lain. Produksi padi di Jakarta Barat melonjak 113,17 persen dan produksi berasnya naik 113,19 persen, sebuah pertumbuhan yang berbanding terbalik dengan kondisi Jakarta Utara dan Jakarta Timur yang disaat yang sama mengalami penurunan produksi padi dan beras.

Secara keseluruhan, data ini menegaskan bahwa meski Jakarta dikenal sebagai kota dengan lahan pertanian yang kian terbatas, aktivitas panen padi masih bertahan di sejumlah wilayah tertentu. Namun demikian, tren penurunan luas panen dan produksi yang terjadi di dua dari tiga wilayah penghasil padi perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama dalam konteks ketahanan pangan yang kini menjadi isu nasional di tengah pesatnya pembangunan ibu kota.

Baca Juga: Anggaran Ketahanan Pangan RI Capai Rp164 Triliun dalam RAPBN 2026

Sumber:

https://jakarta.bps.go.id/id/publication/2026/09/03/2962adfccc91809faa697bef/luas-panen-dan-produksi-padi-di-provinsi-dki-jakarta-2025.html

Penulis: Fadhlan Firdaus Syafrudin Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?