Nasional

Kasus ISPA di Indonesia Tembus 14 Juta pada 2026

Kasus ISPA di Indonesia mencapai 14 juta laporan pada 2026. Simak data 10 provinsi tertinggi, dampak karhutla, dan kondisi kualitas udara menurut Kemenkes.

Kasus ISPA di Indonesia Tembus 14 Juta pada 2026

Ilustrasi Peningkatan Kasus ISPA pada Anak Akibat Kualitas Udara Buruk di Indonesia | iStockphoto/BonNontawat

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Indonesia mencapai 14.088.945 laporan sepanjang 2026 hingga minggu epidemiologi ke-38, berdasarkan Situation Report Penyakit Infeksi Emerging dan Potensial KLB/Wabah yang diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Di tengah tingginya kasus tersebut, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian karena berpotensi memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama di daerah terdampak kabut asap.

Laporan Kemenkes menunjukkan bahwa jumlah kasus ISPA pada 2026 secara umum lebih tinggi dibandingkan 2025, dengan peningkatan selama periode musim kemarau yang berlangsung antara Juli hingga September.

Kasus ISPA Meningkat saat Musim Kemarau 2026

Menurut Kemenkes, kasus ISPA nasional telah melampaui 400.000 laporan per minggu pada awal musim kemarau, sekitar minggu epidemiologi ke-27 hingga ke-31.

Pada periode puncak kemarau, yakni minggu ke-32 sampai ke-37, kasus tetap berada pada tingkat tinggi dan mencapai sekitar 420.000 laporan per minggu.

Dalam laporannya, Kemenkes menyatakan bahwa tren ISPA pada tahun 2026 secara umum lebih tinggi dibandingkan tahun 2025.

Kondisi ini bertepatan dengan periode meningkatnya kewaspadaan terhadap karhutla, yang berdasarkan kajian ilmiah cenderung mengalami peningkatan aktivitas pada Juli hingga September.

Meski demikian, peningkatan ISPA tidak dapat langsung disimpulkan sebagai akibat karhutla karena penyakit tersebut juga dipengaruhi infeksi virus dan bakteri, kondisi cuaca, mobilitas penduduk, serta faktor lingkungan lainnya.

10 Provinsi dengan Kasus ISPA Terbanyak pada 2026

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) hingga 3 Oktober 2026, Jawa Barat mencatat jumlah laporan kasus ISPA terbanyak secara nasional dengan 2.533.888 kasus.

Jawa Tengah berada pada posisi kedua dengan 2.358.930 kasus, disusul Jakarta sebanyak 1.600.814 kasus dan Jawa Timur dengan 1.374.373 kasus.

Berikut sepuluh provinsi dengan jumlah kasus ISPA terbanyak pada 2026.

10 Provinsi dengan Kasus ISPA Terbanyak 2026
10 Provinsi dengan Kasus ISPA Terbanyak 2026 | GoodStats

Dominasi provinsi di Pulau Jawa dalam laporan ISPA tidak otomatis menunjukkan bahwa wilayah tersebut mengalami karhutla paling parah, mengingat jumlah penduduk, cakupan fasilitas kesehatan, dan kelengkapan pelaporan turut memengaruhi jumlah kasus yang tercatat.

Baca Juga: Luas Area Karhutla Indonesia Januari-Juni 2026, Kalimantan Masih Nomor 1!

Karhutla Berdampak pada Puluhan Kabupaten/Kota

Kemenkes sebelumnya melaporkan bahwa hingga 27 Agustus 2026, karhutla berdampak terhadap 10.674.201 penduduk di tujuh provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

Pada periode tersebut, terdapat 13.449 kasus ISPA secara kumulatif yang dilaporkan dari 63 kabupaten/kota di tujuh provinsi terdampak.

Angka tersebut berasal dari pemantauan dampak kesehatan karhutla dengan cakupan dan tanggal berbeda dari total laporan ISPA nasional melalui SKDR.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa karhutla memiliki dampak bahaya terhadap kesehatan.

“Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama akibat paparan asap dan partikulat,” tegasnya (28/8/2026).

Wilayah Terdampak Karhutla dengan Kualitas Udara Buruk

Selain kasus pernapasan, kualitas udara di sejumlah kabupaten/kota terdampak juga menjadi perhatian.

Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 12 Oktober 2026 pukul 15:00 WIB, beberapa wilayah mencatat konsentrasi pencemar udara yang tergolong sangat tidak sehat hingga berbahaya.

10 Wilayah dengan Indeks Pencemaran Udara Terburuk
10 Wilayah dengan Indeks Pencemaran Udara Terburuk | GoodStats

Sementara itu, laporan epidemiologi minggu ke-39 mencantumkan wilayah terdampak karhutla di 31 provinsi, dengan pemetaan daerah berdasarkan informasi Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes.

Wilayah yang tercantum antara lain Kabupaten Kubu Raya, Kotawaringin Timur, Ogan Komering Ilir, Indragiri Hilir, Ketapang, dan beberapa kabupaten/kota lainnya di Sumatera serta Kalimantan.

Daftar tersebut merupakan inventarisasi daerah terdampak, bukan pemeringkatan jumlah kejadian kebakaran atau luas lahan terbakar.

Apa Hubungan Asap Karhutla dengan Gangguan Pernapasan?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa asap kebakaran hutan mengandung berbagai polutan, termasuk partikel halus PM2,5 yang mampu masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Paparan asap dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, batuk, sesak napas, serta memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru kronis.

Kelompok anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis, dan pekerja luar ruang termasuk kelompok yang memerlukan perlindungan lebih besar dari paparan asap.

Untuk itu, penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman kebakaran, tetapi juga pemantauan kualitas udara, deteksi gangguan kesehatan, serta kesiapan pelayanan medis di wilayah terdampak.

Baca Juga: 7 Bencana yang Paling Banyak Dilaporkan 2026, Karhutla Tembus 1.279 Laporan

Sumber:

https://surveilans.kemkes.go.id/berita/laporan-mingguan-situasi-terkini-penyakit-infem-dan-potensial-klb-wabah-m39-2026

https://ispu.kemenlh.go.id/app/#/

https://kemkes.go.id/id/kemenkes-siap-siaga-hadapi-dampak-karhutla-848-tenaga-kesehatan-dimobilisasi

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/wildfires-and-health

Key Insights

  • Total 14 juta kasus ISPA di 2026 menunjukkan beban kesehatan masyarakat yang signifikan, bahkan sebelum akhir tahun.
  • Peningkatan kasus ISPA selama musim kemarau 2026, terutama Juli-September, mengindikasikan faktor lingkungan seperti kualitas udara memegang peran penting.
  • Meskipun karhutla cenderung meningkat di musim kemarau, sulit untuk secara langsung mengaitkannya sebagai satu-satunya penyebab ISPA, mengingat banyaknya faktor lain.
  • Dominasi provinsi padat penduduk di Jawa pada daftar kasus ISPA tertinggi menyoroti pentingnya mempertimbangkan populasi dan akses pelaporan dalam interpretasi data.
  • Dampak karhutla yang memengaruhi lebih dari 10 juta penduduk di tujuh provinsi menggarisbawahi urgensi mitigasi lintas sektoral untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Penulis: Daffa Shiddiq Al-Fajri • Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?