Jaringan Internet Polri Hadir di 76 Titik Bencana Sumatra

Polri menghadirkan jaringan internet gratis di lokasi bencana untuk memulihkan komunikasi dan mempercepat penanganan darurat.

Jaringan Internet Polri Hadir di 76 Titik Bencana Sumatra Ilustrasi Pascabencana | X (Twitter)
Ukuran Fon:

Di tengah kondisi bencana yang kerap memutus akses komunikasi, kehadiran jaringan internet menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak.

Menyadari pentingnya konektivitas dalam situasi darurat, Polri menghadirkan layanan jaringan internet gratis di berbagai lokasi bencana sebagai bagian dari upaya pemulihan komunikasi warga.

Inisiatif ini tidak hanya bertujuan menghubungkan kembali masyarakat dengan keluarga mereka, tetapi juga mendukung percepatan penanganan darurat di lapangan.

Komitmen Polri dalam Pemulihan Komunikasi Pascabencana

Komitmen Polri dalam pemulihan komunikasi pascabencana diwujudkan melalui percepatan pemasangan jaringan internet di wilayah terdampak banjir dan longsor.

Upaya ini merupakan bagian dari transformasi Polri yang responsif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat di situasi darurat.

Dengan menyediakan akses internet gratis, Polri memastikan warga dapat kembali terhubung dengan keluarga sekaligus memperoleh ketenangan psikologis di tengah kondisi krisis.

Selain itu, kehadiran jaringan internet juga mendukung kelancaran arus informasi lapangan guna mempercepat koordinasi dan penanganan bencana secara efektif.

76 Titik Layanan Internet Gratis di Wilayah Terdampak

76 Titik Layanan Internet Tersedia Gratis untuk Wilayah Terdampak | GoodStats
76 Titik Layanan Internet Tersedia Gratis untuk Wilayah Terdampak | GoodStats

Sebagai upaya pemulihan komunikasi pascabencana, Polri menghadirkan layanan jaringan internet gratis di 76 titik wilayah terdampak. Jaringan ini dipasang di tiga provinsi yang mengalami banjir bandang dan longsor, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Kehadiran layanan internet tersebut menjadi solusi atas terputusnya akses komunikasi yang dialami masyarakat selama beberapa hari.

Di Aceh, Polri menempatkan sebanyak 36 unit jaringan internet yang tersebar di berbagai wilayah terdampak. Titik pemasangan mencakup Polres Aceh Tamiang, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tengah, Bener Meriah, serta Ditlantas Polda Aceh.

Sementara itu, di Sumatra Utara dipasang 32 unit jaringan internet yang tersebar di wilayah Taput, Tapsel, Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Langkat. Penempatan titik di Sumatra Utara diprioritaskan pada daerah dengan tingkat isolasi tinggi dan minim akses sinyal. 

Adapun di Sumatra Barat, Polri memasang 8 unit jaringan internet yang seluruhnya telah aktif dan berfungsi. Lokasi pemasangan di Sumatra Barat meliputi Polda Sumbar, Polres Agam, Polres Padang Panjang, dan Polres Solok Kota. 

Seluruh layanan jaringan internet tersebut diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya kepada masyarakat. 

Keberadaan titik-titik internet ini memungkinkan warga pengungsian kembali berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat. 

Selain itu, jaringan internet gratis ini turut mendukung kelancaran koordinasi antara aparat, relawan, dan pemerintah dalam penanganan darurat bencana

Dampak Jaringan Internet terhadap Warga Pengungsian

Dampak jaringan internet yang dipasang Polri di lokasi bencana terasa langsung bagi warga pengungsian karena mereka dapat kembali menghubungi keluarga setelah berhari-hari kehilangan sinyal. 

Akses komunikasi ini membantu menurunkan kecemasan dan memberi ketenangan psikologis, terutama saat warga dapat memastikan kondisi orang terdekat melalui panggilan pesan maupun video call.

Selain itu, jaringan internet memudahkan warga memperoleh informasi penting terkait bantuan, kondisi cuaca, dan perkembangan penanganan darurat. 

Kehadiran konektivitas di titik pengungsian juga memperkuat koordinasi antara warga, relawan, dan petugas lapangan agar respon bantuan lebih cepat dan tepat sasaran.

Peran Internet dalam Mendukung Penanganan Darurat

Internet menjadi faktor kunci dalam mempercepat respons dan koordinasi lintas sektor. Kehadiran jaringan internet di lokasi terdampak memungkinkan aparat kepolisian, pemerintah daerah, relawan, dan tim medis untuk berkomunikasi secara cepat dan terintegrasi. 

Akses informasi real time membantu proses pendataan korban, pemetaan kebutuhan logistik, serta pemantauan kondisi lapangan secara akurat.

Selain itu, jaringan internet memudahkan penyampaian informasi resmi kepada masyarakat terkait bantuan, layanan kesehatan, dan perkembangan situasi bencana. Dalam konteks penanganan darurat, konektivitas digital juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berbasis data. 

Melalui penyediaan layanan internet gratis di 76 titik bencana, Polri menegaskan perannya tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai penggerak pemulihan komunikasi dan pendukung utama percepatan penanganan bencana di wilayah terdampak.

Baca Juga: Bagaimana Penilaian Publik atas Komitmen Pemerintah Tangani Bencana Sumatra?

Sumber:

https://humas.polri.go.id/news/detail/2202048-jaringan-internet-polri-hadir-di-76-titik-bencana-menghubungkan-harapan-mengobati-rindu

Penulis: Angel Gavrila
Editor: Editor

Konten Terkait

Sentimen Media Online terhadap Penegakan Hukum dan Kasus Gagal Bayar DSI: 94% Positif

Menurut laporan Drone Emprit, sebanyak 94,3% pembahasan terkait penegakan hukum & penanganan kasus gagal bayar DSI bersentimen positif. Sisanya, 5,7% negatif.

28 Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra Telah Dicabut Izinnya

Pemerintah mencabut 22 Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dan 6 badan usaha non-kehuatanan hasil audit Satgas PHK di banjir Sumatra.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook