Ekonomi dan Bisnis

Intip Skill Teknis dengan Kompensasi Tertinggi 2026: Sales & Marketing Teratas!

Penjualan dan pemasaran jadi skill dengan kompensasi tertinggi di perusahaan, persentasenya mencapai 62%.

Intip Skill Teknis dengan Kompensasi Tertinggi 2026: Sales & Marketing Teratas!

Ilustrasi Pekerja di Perusahaan | Fauxels/Pexels

Kemampuan untuk menghasilkan penjualan dan menjangkau pasar yang tepat masih menjadi prioritas perusahaan. Tidak heran jika perusahaan berani mengeluarkan biaya tinggi bagi mereka yang ahli dalam bidang ini.

Skill dengan Kompensasi Tertinggi di Perusahaan | GoodStats
Skill dengan Kompensasi Tertinggi di Perusahaan | GoodStats

Baca Juga: Anti Pengangguran, Ini Skill yang Paling Dicari Perusahaan ASEAN hingga 2030 - GoodStats Data

Berdasarkan laporan ManpowerGroup bertajuk Employment Outlook Survey mengenai keterampilan teknis dengan kompensasi tertinggi di perusahaan pada tahun 2026, keahlian penjualan dan pemasaran menduduki posisi puncak sebagai keahlian paling bernilai saat ini, dengan persentase sebesar 62%. Posisinya disusul oleh sektor operasional dan logistik serta literasi Artificial Intelligence (AI) sama-sama mencatatkan angka 61%.

Tren penguasaan teknologi AI semakin diperkuat oleh keahlian pengembangan model dan aplikasi AI yang berada di angka 60%. Kemudian di bawahnya terdapat tiga bidang yang sejajar memperoleh persentase 59%, yakni layanan pelanggan, sumber daya manusia, serta IT dan data tradisional.

Sementara itu, untuk bidang administrasi dan pendukung bisnis lainnya mencatatkan angka sebesar 58%. Adapun di urutan bawah, sektor teknis dan manufaktur menunjukkan angka yang seimbang, di mana keahlian manufaktur dan produksi serta teknik masing-masing memperoleh persentase sebesar 55%.

Daftar ini ditutup oleh keahlian di bidang keberlanjutan dengan persentase sebesar 53%. Hal ini menunjukkan bahwa isu lingkungan dan keberlanjutan bisnis juga mulai menjadi perhatian berharga bagi perusahaan saat ini.

Penggunaan AI dalam Proses Rekrutmen Karyawan

Penggunaan AI dalam Proses Rekrutmen Karyawan | GoodStats
Penggunaan AI dalam Proses Rekrutmen Karyawan | GoodStats

Pesatnya adopsi teknologi membuat penguasaan technical skill berbasis kecerdasan buatan seperti literasi AI dan pengembangan aplikasi AI kini sangat mendominasi kebutuhan industri. Integrasi AI ini tidak hanya berhenti pada kompetensi pekerja yang dicari, tetapi juga merambah langsung ke dalam alur rekrutmen perusahaan itu sendiri.

Survei ManpowerGroup menyebutkan bahwa penggunaan AI dalam proses rekrutmen karyawan pada tahun 2026 paling banyak digunakan untuk meninjau resume profesional dengan persentase sebesar 57%. Posisi selanjutnya diikuti oleh pemanfaatan teknologi untuk pembaruan status otomatis yang mencatatkan angka 48%, serta penggunaan dalam penyusunan deskripsi pekerjaan berbasis AI yang mencapai 46%.

Sementara itu, penggunaan AI untuk tahap screening resume dan pencarian kandidat berbasis AI mencatatkan persentase sebesar 44%. Tepat di bawahnya, terdapat pemanfaatan alat pengembangan karier berbasis AI meraih proporsi 43%. Di posisi terbawah terdapat jenis penggunaan pencocokan peran berbasis AI dengan pengawasan manusia yang berada di angka 41%.

Adanya pemanfaatan AI dalam proses rekrutmen ini memberikan keuntungan bagi perusahaan karena pekerjaan menjadi lebih efisien. Selain itu, dengan menggunakan AI sebagai alat screening resume, proses penilaian calon karyawan menjadi lebih objektif.

Survei ini dilakukan pada 1–30 April 2026 dengan mewawancarai 40.592 pemberi kerja di 42 negara. Metodologi yang terstandarisasi antarorganisasi dan sektor memungkinkan data ini dianalisis serta dibandingkan secara akurat di tingkat global.

Baca Juga: Simak Keahlian yang Banyak Dicari pada 2025 - GoodStats Data

Sumber:

https://www.manpowergroup.com/en/insights/report/q3-2026-manpowergroup-employment-outlook-survey

Penulis: Silmi Hakiki Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?