Saat ini, sejumlah wilayah di Indonesia mulai memasuki masa pancaroba, yaitu periode peralihan antara musim kemarau dan musim hujan, atau sebaliknya. Pada fase ini, cuaca cenderung berubah-ubah, mulai dari hujan yang datang tiba-tiba hingga potensi cuaca ekstrem. Kondisi tersebut dapat membuat daya tahan tubuh menurun dan meningkatkan risiko terserang penyakit, salah satunya flu.
Untuk menjaga tubuh tetap fit selama pancaroba, penting untuk menjaga daya tahan tubuh, menghindari paparan virus, serta memenuhi kebutuhan nutrisi. Jika mulai mengalami gejala flu, istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu tubuh melawan virus. Obat juga dapat dikonsumsi bila diperlukan.
Berikut beberapa merek obat flu yang dapat dijadikan sebagai rekomendasi.
Berdasarkan informasi dari situs Top Brand Award, Decolgen menjadi obat flu paling populer di Indonesia dengan skor indeks 18,9%. Obat ini dapat dengan mudah dibeli di apotek, toko obat, hingga warung terdekat tanpa resep dokter. Selain dianggap efektif dalam meredakan gejala flu, merek ini memiliki harga yang relatif terjangkau.
Baca Juga: Top 5 Brand Obat Jerawat Terpopuler di Indonesia 2026, Acnes Teratas
Tepat di bawahnya, terdapat Bodrex varian flu & batuk. Merek ini mendapatkan skor indeks sebesar 18,8% yang memiliki selisih cukup tipis dengan peringkat pertama. Bodrex Flu dan Batuk dipercaya dapat meredakan gejala flu sekaligus batuk tanpa menyebabkan rasa kantuk.
Posisi berikutnya diisi oleh Mixagrip dan Ultraflu dengan catatan indeks masing-masing 8,8% dan 7,3%.
Daftar 10 merek obat flu terpopuler di Indonesia juga dilengkapi oleh Neozep (6,5%), Panadol Cold+Flu (6,1%), Procold (5,8%), sanaflu (4,9%), OBH Combi Batuk Plus Flu (3,1%), dan Inza (3%).
Secara keseluruhan, semua merek obat flu di atas dapat dengan mudah ditemukan di toko, warung, minimarket, serta apotek di sekitar. Seluruh merek tersebut masuk ke dalam golongan obat bebas dan obat bebas terbatas yang diperbolehkan dijual di luar apotek resmi.
Metodologi Survei
Top Brand Award melakukan survei tiga kali dalam setahun yang melibatkan 15 kota besar Indonesia. Obat-obatan termasuk dalam kategori Top Brand Award Fase 1 yang melibatkan 8.500 responden yang terdiri dari 6.000 sampel random, 1.700 sampel booster, dan 800 sampel booster B2B. Target surveinya adalah pria dan wanita usia 16–65 tahun dengan Socioeconomic Status (SES) D hingga SES A.
Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan kuesioner yang terstruktur agar dapat mengukur tiga parameter yakni Top of Mind, Last Usage, dan Future Intentions. Sebuah merek akan mendapatkan Top Brand Award saat memiliki kriteria Top Brand Index minimal 10% dan menempati posisi tiga teratas dalam kategori produk berdasarkan hasil survei.
Baca Juga: Top 7 Brand Laptop/Notebook Paling Populer di Kalangan Remaja Indonesia 2026
Sumber:
https://topbrand-award.com/top-brand-index