Belakangan ini, beberapa pembicaraan mengenai sejumlah SPBU Pertamina yang tidak lagi menjual Pertalite telah mencuat di media sosial. Kondisi tersebut memuncul berbagai spekulasi, mulai dari isu penghapusan Pertalite hingga perubahan kebijakan distribusi bahan bakar subsidi.
Padahal, penghentian penjualan Pertalite hanya terjadi di beberapa titik tertentu yang mengalami peningkatan status menjadi SPBU Pertamian Signature.
Perubahan ini merupakan bagian dari strategi peningkatan layanan dan segmentasi pasar yang dilakukan oleh Pertamina.
Jadi, apa sebenarnya SPBU Pertamina Signature itu? Mengapa kebijakan ini diberlakukan? Berikut penjelasannya.
Baca Juga: Harga BBM di ASEAN Terus Naik, Bagaimana Indonesia?
Apa Itu SPBU Pertamian Signature?
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menjelaskan bahwa SPBU Signature menawarkan layanan dan fasilitas yang lebih premium dibandingkan SPBU reguler.
Konsep ini dikembangkan sebagai bagian dari upgrade SPBU Pertamina untuk meningkatkan kualitas layanan, kenyamanan pelanggan, serta menghadirkan pengalaman pengisian bahan bakar yang lebih modern. SPBU Signature sendiri berada di lokasi-loaksi strategis, seperti pusat bisnis, jalan utama, perkotaan, hingga kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi.
Perubahan status menjadi SPBU Pertamina Signature juga berkaitan dengan segmentasi produk BBM. Di sejumlah lokasi, Pertamina memilih untuk tidak lagi menjual Pertalite dan fokus menyediakan produk non-subsidi seperti Pertamax Series dan Dex Series.
Langkah ini dilakukan karena lokasi SPBU Signature umumnya berada di area perkotaan dengan mayoritas pengguna kendaraan pribadi yang dianggap lebih mampu menggunakan BBM nonsubsidi.
Selain itu, pengurangan distribusi Pertalite di titik tertentu juga bertujuan agar penyaluran BBM subsidi menjadi lebih tepat sasaran.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM pun menegaskan bahwa Pertalite dihapus hanya di SPBU yang berstatus Signature, bukan di seluruh SPBU Pertamina.
Hal ini berarti masyarakat masih tetap bisa membeli Pertalite di SPBU reguler lainnya.
Selain meningkatkan kualitas layanan, konsep SPBU Signature juga bertujuan untuk menjadikan layanan Pertamina yang lebih modern dan kompetitif.
Daftar SPBU Pertamina di Jabodetabek yang Tidak Lagi Menjual Pertalite
Mulai tanggal 1 Mei 2026, 13 titik SPBU telah ditetapkan menjadi SPBU Signature. Titik-titik ini berada di wilayah Jabodetabek, terutama di Jakarta, Bogor, dan Depok. Sebagai SPBU Signature, titik-titik SPBU ini tidak lagi menjual BBM jenis Pertalite.
SPBU Signature paling banyak berada di daerah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Di Jakarta Barat, SPBU Signature yang tidak menjual Pertalite tersebar di kawasan Slipi, Cengkareng, hingga Srengseng.
Sementara di Jakarta Selatan, beberapa SPBU Signature berada di wilayah Kebayoran, Fatmawati, Antasari, dan Pasar Minggu.
Wilayah Jakarta Timur juga memiliki beberapa titik SPBU Signature yang tidak lagi menyediakan Pertalite, seperti di kawasan Ahmad Yani dan Ceger. Selain itu, terdapat pula lokasi di Jakarta Utara, Depok, hingga Bogor.
Meski SPBU Signature di Jakarta dan sekitarnya tersebut tidak lagi menjual Pertalite, masyarakat tidak perlu khawatir. BBM subsidi masih dapat dibeli di SPBU Pertamina lain di luar 13 lokasi tersebut.
Artinya, kebijakan ini bukan berarti Pertalite dihentikan secara nasional.
Baca Juga: Harga BBM Swasta Terkini April 2026: Shell, BP, dan Vivo Stabil, Stok Mulai Langka di Beberapa SPBU
Fasilitas Apa Saja yang Didapatkan dari SPBU Pertamina Signature?
Perubahan menjadi SPBU Pertamina Signature tidak hanya berkaitan dengan produk BBM yang dijual, tetapi juga peningkatan fasilitas dan kualitas layanan kepada konsumen.
Berikut beberapa fasilitas SPBU Pertamina Signature yang umumnya tersedia:
1. Area Pengisian yang Modern
SPBU Signature memiliki desain yang lebih modern dengan area pengisian yang lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi pelanggan.
2. Toilet dan Musala Premium
Salah satu layanan SPBU Signature yang paling menonjol adalah fasilitas toilet dan musala yang lebih bersih dan terawat dibandingkan SPBU reguler.
3. Minimarket dan Area Istirahat
Pelanggan SPBU Signature juga mendapatkan akses ke minimarket, tempat duduk, hingga area istirahat yang nyaman. Fasilitas ini sangat bermanfaat terutama bagi para pengendara jarak jauh.
4. Pembayaran Digital yang Lebih Lengkap
SPBU Signature umumnya juga telah mendukung berbagai metode pembayaran digital, seperti QRIS, kartu debit, kartu kredit, hingga aplikasi MyPertamina.
5. Layanan Bahan Bakar Nonsubsidi Lengkap
SPBU Signature tidak menyediakan bahan bakar subsidi seperti Pertalite. Namun, mereka menyediakan produk BBM nonsubsidi secara lengkap, seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite, dan Pertamina Dex.
6. Pelayanan Operator yang Lebih Terstandardisasi
Petugas SPBU Signature mendapatkan standar pelayanan khusus sehingga konsumen diharapkan memperoleh pengalaman layanan yang lebih cepat dan profesional.
7. Area Kendaraan Lebih Luas
Beberapa SPBU Signature memiliki kapasitas jalur pengisian yang lebih besar. Hal ini membuat antrean kendaraan dapat lebih tertata dan proses pengisian bahan bakar menjadi lebih efisien.
8. Layanan Semir Ban Gratis
Salah satu layanan SPBU Signature yang khusus untuk jenis SPBU ini adalah layanan semir ban gratis. Layanan ini diberikan kepada konsumen yang mengisi BBM minimal Rp350.000.
Per tanggal 1 Mei 2026, sejumlah SPBU di kawasan Jabodetabek mulai berhenti menjual Pertalite.
Pertamina menegaskan bahwa penghentian ini terjadi karena adanya perubahan status beberapa SPBU menjadi SPBU Signature.
SPBU Signature memberikan layanan yang lebih modern dan premium, serta tidak lagi menjual BBM subsidi. Sejauh ini, terdapat 13 titik SPBU Signature di Jabodetabek.
Namun, hal ini bukan berarti penyaluran BBM subsidi telah dihentikan.
Masyarakat masih dapat membeli Pertalite di SPBU-SPBU lainnya di luar 13 SPBU Signature yang terdaftar.
Baca Juga: Harga Dexlite Hari Ini Naik Jadi Rp26.000 per Liter, Ini Rincian dan Penyebabnya
Penulis: Aisha Zahrany
Editor: Firda Wandira