Pemerintah mulai mengkaji penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai energi alternatif pengganti LPG 3 kg. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Indonesia perlu memperkuat energi berbasis domestik guna mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.
Ketergantungan impor LPG Indonesia memang masih sangat tinggi. Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi harga energi dunia, kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi ketahanan energi nasional. Pemerintah pun mulai melirik gas CNG sebagai salah satu alternatif LPG yang dinilai lebih banyak tersedia di dalam negeri.
Jadi, apa sebenarnya CNG? Apa perbedaan CNG dan LPG?
Baca Juga: Daftar Anggaran Subsidi Gas LPG 3 Kg 2020-2025
Apa Itu CNG?
CNG atau compressed natural gas adalah gas alam yang dikompresi hingga bertekanan tinggi sehingga volumenya menjadi lebih kecil dan mudah disimpan. Gas ini sebagian besar terdiri dari metana dan berasal dari sumber gas bumi domestik.
Berbeda dengan LPG yang merupakan campuran propana dan butana, CNG memanfaatkan gas alam yang ketersediaannya relatif lebih melimpah di Indonesia. Karena itulah, pemerintah mulai mempertimbangkan CNG sebagai energi alternatif Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun pada 2026. Namun, produksi domestik hanya berkisar 1,6–1,7 juta ton per tahun. Artinya, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 6,9–7 juta ton LPG setiap tahunnya atau sekitar 80% dari total kebutuhan nasional.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan energi rumah tangga dan industri kecil di Indonesia masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri. Ketika harga energi global naik atau terjadi gangguan rantai pasok internasional, beban subsidi dan impor energi Indonesia juga ikut meningkat.
Hal inilah yang membuat penggunaan gas CNG mulai dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang.
Baca Juga: Harga LPG Naik 18,75%, Simak Harga LPG Terbaru dan Dampaknya
Apa Saja Perbedaan CNG dan LPG?
Meski sama-sama digunakan sebagai bahan bakar gas, terdapat sejumlah perbedaan mendasar antara CNG dan LPG, mulai dari bahan baku, cara penyimpanan, hingga penggunaannya.
CNG berasal dari gas alam dengan kandungan utama metana. Gas ini disimpan dalam bentuk gas bertekanan tinggi di dalam tabung khusus. Sementara itu, LPG merupakan campuran propana dan butana yang disimpan dalam bentuk cair di dalam tabung.
Dari sisi penggunaan, LPG selama ini lebih umum dipakai oleh rumah tangga, restoran, dan industri kecil. Adapun CNG lebih banyak digunakan pada sektor transportasi seperti kendaraan berbahan bakar gas, hotel, restoran, hingga mulai diuji coba untuk kebutuhan rumah tangga.
Perbedaan CNG dan LPG juga terlihat pada dampak lingkungannya. CNG menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah sehingga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan LPG.
Namun, dari sisi infrastruktur, LPG masih lebih unggul karena distribusinya sudah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia. Sebaliknya, pemanfaatan CNG masih membutuhkan pembangunan jaringan distribusi dan fasilitas penyimpanan tambahan agar dapat digunakan secara luas.
Sektor Apa Saja yang Bisa Menggunakan CNG?
Penggunaan gas CNG sebenarnya tidak terbatas pada kendaraan saja. Sejumlah sektor sudah mulai memanfaatkan energi ini sebagai alternatif LPG maupun bahan bakar konvensional lainnya.
1. Transportasi
CNG paling banyak digunakan pada kendaraan berbahan bakar gas, seperti bus kota, angkutan umum, hingga kendaraan pribadi. Penggunaan CNG dinilai lebih hemat dan menghasilkan emisi yang lebih rendah dibanding bahan bakar minyak.
2. Hotel dan Restoran
Industri perhotelan dan restoran juga mulai memanfaatkan CNG untuk kebutuhan memasak. Penggunaan CNG dinilai lebih stabil untuk kebutuhan energi dalam skala besar.
3. Industri Kecil dan Menengah
Sejumlah industri makanan, laundry, hingga usaha manufaktur ringan dapat menggunakan CNG sebagai pengganti LPG untuk menekan biaya operasional energi.
Kelebihan dan Kekurangan CNG
Penggunaan CNG sebagai alternatif LPG tentu memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Beberapa kelebihan dan kekurangan CNG adalah sebagai berikut:
Kelebihan CNG
CNG dinilai memiliki beberapa keunggulan, terutama dari sisi lingkungan dan ketahanan energi nasional. Berikut beberapa kelebihan penggunaan CNG:
- Lebih ramah lingkungan.
- Memanfaatkan sumber daya domestik.
- Berpotensi lebih hemat.
- Risiko kebocoran lebih rendah.
Kekurangan CNG
Di sisi lain, penggunaan CNG juga memiliki sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan sebelum diterapkan secara luas. Beberapa kekurangan CNG adalah:
- Membutuhkan infrastruktur khusus.
- Biaya investasi awal cukup besar.
- Belum umum digunakan rumah tangga.
- Distribusi masih terbatas.
Wacana penggunaan gas CNG sebagai pengganti LPG menunjukkan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Tingginya impor LPG Indonesia membuat pemerintah perlu mencari alternatif energi yang lebih berbasis sumber daya domestik.
Meski demikian, implementasi CNG secara luas masih menghadapi tantangan, terutama terkait infrastruktur dan distribusi. Karena itu, pengembangan CNG memerlukan dukungan investasi, kesiapan teknologi, serta kebijakan yang matang agar dapat menjadi solusi energi jangka panjang di Indonesia.
Baca Juga: Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia Maret 2026
Penulis: Aisha Zahrany
Editor: Firda Wandira