Pusat data atau data center tengah menjadi perbincangan warganet Indonesia karena isu dampaknya yang dikhawatirkan dapat merusak lingkungan. Salah satu dampak negatif yang banyak diperbincangkan ialah kekeringan dan surutnya air bersih karena fasilitas data center memerlukan banyak air dalam penggunaannya.
Menurut data Data Center Map, di Indonesia, data center telah tersebar di 204 lokasi dari 32 pasar yang tersebar di seluruh Indonesia. Berikut 10 provinsi dengan lokasi data center terbanyak.
10 Provinsi dengan Lokasi Data Center Terbanyak
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan data center terbanyak yakni 107 lokasi. Urutan kedua ditempati oleh Kepulauan Riau dengan 20 lokasi data center untuk market Batam. Jawa Barat menduduki urutan ketiga dengan 19 data center yang tersebar di Bekasi, Bandung, Bogor, Cirebon, dan Purwakarta.
Posisi keempat diisi oleh Jawa Timur dengan 10 data center di Surabaya dan Malang. Sulawesi Selatan menempati peringkat kelima dengan 4 data center di Makassar.
Urutan keenam hingga sepuluh ditempati oleh Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, dan DI Yogyakarta dengan masing-masing 3 data center. Ada pun sebaran marketnya antara lain di Medan, Pekanbaru, Palembang, dan Yogyakarta.
Baca Juga: Tak Semua Desa Punya Sinyal Internet, Ini Sebarannya di Indonesia
Apa Itu Data Center?
Data center adalah bangunan yang dibangun khusus untuk menjalankan banyak komputer sepanjang waktu. Di dalamnya terdapat server, peralatan penyimpanan, dan jaringan yang melakukan pekerjaan tersebut, ditambah pendinginan berat, daya cadangan, dan keamanan fisik yang menjaganya agar tetap berjalan.
Banyak perusahaan telah menjalankan ini untuk menjaga situs web, email, dan perangkat lunak bisnis tetap online. Namun, yang berubah saat ini adalah ukuran dan pekerjaannya.
Baca Juga: Perbandingan Latensi, Performa dan Kecepatan 4G vs 5G vs WiFi di Indonesia
Pada awalnya data center sebagian besar menyimpan file, sementara saat ini banyak data center yang dibangun untuk melatih dan menjalankan Akal Imitasi (AI). Pada pengerjaan ini, diperlukan tenaga dan perangkat keras khusus yang jauh lebih besar daripada sebelumnya.
Data center menyimpan data dan menjalankan perangkat lunak di balik layanan yang digunakan banyak orang sepanjang hari seperti streaming acara, mengirim email, belanja online, hingga penggunaan AI. Seiring berkembangnya AI, sebagian besar kapasitas baru digunakan untuk chip khusus yang menjadi sandarannya.
Baca Juga: 95% Mahasiswa RI Gunakan AI dalam Proses Pembelajaran
Sumber: https://www.datacentermap.com/indonesia/