Komputer kini bukan lagi sekadar barang mewah, tetapi telah menjadi kebutuhan untuk menunjang berbagai aktivitas. Perangkat ini banyak digunakan untuk bekerja, belajar, hingga menjalankan berbagai kegiatan sehari-hari.
Seiring meningkatnya kebutuhan tersebut, kepemilikan komputer di rumah tangga Indonesia turut menarik untuk diperhatikan. Lantas, bagaimana perkembangan kepemilikan komputer di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir?
Perkembangan Kepemilikan Komputer di Indonesia
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan Statistik Telekomunikasi Indonesia 2025, berikut persentase rumah tangga yang memiliki atau menguasai komputer di Indonesia dalam rentang 2022-2025:
Baca Juga: Besar Rata-rata Pengeluaran Rumah Tangga Bulanan untuk Komunikasi di Indonesia 2025
Kepemilikan Komputer Terus Meningkat
Kepemilikan komputer rumah tangga menunjukkan tren meningkat dari tahun ke tahun. Dari 18,04% pada 2022 menjadi 18,06% pada 2023 dan 18,52% pada 2024.
Peningkatan paling terlihat terjadi pada 2025 ketika kepemilikan komputer mencapai 19,94%, naik 1,42 poin persentase dari tahun sebelumnya. Dengan angka tersebut, hampir 1 dari 5 rumah tangga di Indonesia telah memiliki atau menguasai komputer.
Kepemilikan Komputer di Kota Lebih Tinggi daripada Desa
Kepemilikan komputer di wilayah perkotaan konsisten lebih tinggi dibandingkan perdesaan. Pada 2022, kepemilikan komputer mencapai 24,89% di perkotaan dan hanya 8,65% di perdesaan.
Angka tersebut meningkat menjadi 26,49% di perkotaan, sedangkan di pedesaan hanya 10,42%. Selisih tersebut mencapai 16,07 poin persentase.
Menurut BPS, perbedaan ini dipengaruhi keterbatasan akses listrik, internet, dan infrastruktur TIK di pedesaan, sementara aktivitas ekonomi dan pekerjaan di perkotaan cenderung lebih banyak memanfaatkan komputer.
Daerah dengan Kepemilikan Komputer Tertinggi 2025
Kepemilikan komputer juga menunjukkan perbedaan yang cukup besar antarprovinsi. Berikut 10 provinsi dengan persentase rumah tangga yang memiliki atau menguasai komputer tertinggi pada 2025:
DKI Jakarta menempati posisi teratas dengan 38,42%, hampir dua kali lipat dibandingkan angka nasional yang sebesar 19,94%. D.I. Yogyakarta dan Kepulauan Riau menyusul dengan masing-masing 33,52% dan 32,50%.
Tingginya kepemilikan di sejumlah provinsi tersebut berkaitan dengan karakteristik wilayah dan aktivitas masyarakatnya. DKI Jakarta merupakan pusat pemerintahan dan ekonomi, D.I. Yogyakarta merupakan kawasan pendidikan, sedangkan Kepulauan Riau memiliki aktivitas industri dan perdagangan internasional.
Di luar tiga provinsi tersebut, sejumlah daerah lain juga mencatat tingkat kepemilikan komputer yang relatif tinggi. Kalimantan Timur mencatat kepemilikan komputer sebesar 30,63%, disusul Bali 27,14% dan Kalimantan Utara 25,95%.
Adapun Papua Barat Daya memiliki persentase sebesar 23,97%, kemudian Banten 23,23%, Sulawesi Selatan 23,17%, dan Papua 23,14%.
Baca Juga: Lenovo Kuasai Pangsa Pasar PC Global Kuartal II 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/08/31/49c6f2edbe4fdc176175d833/statistik-telekomunikasi-indonesia-2025.html