Budaya

Provinsi Mana di Jawa yang Paling Sering Gunakan Bahasa Daerah dalam Pergaulan?

Provinsi mana di Jawa yang paling sering pakai bahasa daerah saat pergaulan? Simak data BPS 2025 mengenai dominasi Jatim, Jateng, hingga Jabar di sini!

Provinsi Mana di Jawa yang Paling Sering Gunakan Bahasa Daerah dalam Pergaulan?

Potret 5 mahasiswi sedang mengobrol | Ika Rahma Canva

Selain interaksi di lingkup keluarga, ranah pergaulan sosial antar kawan dan sahabat menjadi ruang krusial berikutnya bagi keberlangsungan bahasa daerah. Penggunaan bahasa ibu dalam percakapan santai di luar rumah seperti saat nongkrong, berinteraksi di ruang publik, hingga lingkungan komunitas menunjukkan tingkat kelestarian bahasa yang tidak hanya bersifat formal-domestik, tetapi juga hidup secara organis dalam budaya populer masyarakat.

Maka dari itu, kerap muncul pertanyaan mengenai sejauh mana warga di Pulau Jawa mempertahankan identitas tutur kata daerah mereka saat bersosialisasi dengan kawan sebaya. Berdasarkan data Statistik Sosial Budaya 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), kawasan Jawa bagian timur dan tengah kembali mencatatkan dominasi terkuat dalam penggunaan bahasa daerah di ranah pergaulan.

Peringkat Provinsi Paling Sering Gunakan Bahasa Daerah

Baca Juga: Bahasa Daerah dengan Penutur Terbanyak di Tiap Pulau

Jawa Timur mengamankan peringkat pertama dengan persentase sebesar 86,03%, disusul ketat oleh Jawa Tengah di posisi kedua dengan angka 84,70%. Keduanya hanya terpaut selisih tipis sebesar 1,33 poin persentase. Sementara itu, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengisi peringkat ketiga dengan proporsi sebesar 76,26%, mempertegas keberadaan bahasa Jawa sebagai medium utama dalam membangun keakraban sosial di wilayah tersebut.

Di kawasan Jawa bagian barat, kebiasaan menggunakan bahasa daerah dalam pergaulan sehari-hari cenderung mengalami penurunan jika dibandingkan dengan ranah domestik rumah tangga. Jawa Barat menduduki peringkat keempat dengan porsi penggunaan sebesar 61,38%, mengindikasikan bahwa bahasa Sunda masih relatif intensif dituturkan dalam lingkaran pertemanan.

Di posisi kelima, Banten mencatatkan angka sebesar 38,58%. Adapun untuk DKI Jakarta, BPS mencatat tidak terdapat data (no data) dalam indikator pergaulan sosial ini, yang selaras dengan tingginya pembauran etnis serta dominasi penggunaan bahasa Indonesia gaul di kawasan ibu kota.

Dinamika ini memperlihatkan bahwa bahasa daerah masih memiliki daya tawar yang cukup kuat dalam ruang-ruang pergaulan nonformal di sebagian besar provinsi se-Jawa. Menjaga aksentuasi tutur kata daerah di tengah pergaulan generasi muda menjadi kunci penting agar bahasa ibu tidak sekadar menjadi kenangan, melainkan tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga: Lebih dari 50% Publik Indonesia Gunakan Bahasa Daerah di Kehidupan Sehari-Hari

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2026/05/29/07e7729b9936b34122db0589/statistik-sosial-budaya-2025.html

Penulis: Anggia Leksa Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?