Publik Indonesia menghabiskan rata-rata 129 jam untuk membaca dalam setahun, menurut survei CEOWorld Magazine pada 2024. Berdasarkan data tersebut, Indonesia menempati posisi ketiga di Asia Tenggara dalam hal waktu yang digunakan untuk membaca.
Di kawasan Asia Tenggara, hanya Singapura dan Tailan yang mencatat durasi membaca lebih tinggi dibanding Indonesia. Sementara itu, Indonesia berada di atas Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei dalam pemeringkatan tersebut
Secara global, Indonesia berada di peringkat ke-31 dari negara-negara yang masuk dalam pemeringkatan CEOWorld Magazine. Posisi ini menunjukkan bahwa kebiasaan membaca masyarakat Indonesia cukup kompetitif di kawasan, meski masih terdapat ruang untuk peningkatan jika dibandingkan dengan negara-negara dengan aktivitas membaca tertinggi di dunia.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Tingkat Kegemaran Membaca Tertinggi 2024
Adapun di kawasan ASEAN, Singapura menjadi negara dengan waktu membaca tertinggi, yakni rata-rata 155 jam per tahun. Sebaliknya, Brunei Darussalam jadi yang terendah dengan hanya 60 jam per tahun.
Sementara itu, Amerika Serikat menempati posisi pertama dunia dengan rata-rata 357 jam membaca per tahun dan sekitar 17 buku yang dibaca setiap tahun.
Di sisi lain, Afghanistan berada di posisi terakhir dengan rata-rata 58 jam membaca per tahun dan 2,56 buku per tahun.
Durasi membaca menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi dan pengetahuan. Semakin banyak waktu yang dialokasikan untuk membaca, semakin besar peluang seseorang untuk berinteraksi dengan berbagai gagasan, informasi, dan wawasan baru.
Meski demikian, durasi membaca tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran literasi. Literasi mencakup kemampuan memahami, mengolah, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber
Data CEOWorld Magazine menunjukkan bahwa aktivitas membaca masih menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia, menjadikannya salah satu negara dengan kebiasaan membaca yang cukup tinggi di dunia.
Angka tersebut memberikan gambaran bahwa aktivitas membaca masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, keberhasilan membangun budaya literasi tidak hanya ditentukan oleh seberapa lama masyarakat membaca, melainkan juga oleh kemampuan memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi yang diperoleh dari aktivitas membaca tersebut.
Baca Juga: Semakin Tinggi Penghasilan, Semakin Tinggi Minat Baca Publik Indonesia
Sumber:
https://ceoworld.biz/2024/06/03/ranked-countries-that-reads-the-most-books-2024