Ekonomi dan Bisnis

10 Wilayah dengan Pengeluaran Terbesar di Jawa Timur 2025, Surabaya Tembus Rp20 Juta

Pengeluaran penduduk Kota Surabaya tembus Rp20,67 juta per kapita setahun, tertinggi di Jawa Timur.

10 Wilayah dengan Pengeluaran Terbesar di Jawa Timur 2025, Surabaya Tembus Rp20 Juta

Potret pasar tradisional di Indonesia | Falaq Lazuardi/Unsplash

Pengeluaran per kapita masyarakat di Jawa Timur ternyata menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok antarwilayah. Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), rerata pengeluaran masyarakat Jawa Timur mencapai Rp13,51 juta per kapita pada 2025.

Kota Surabaya menjadi daerah dengan pengeluaran per kapita tertinggi, mencapai Rp20,67 juta per tahun. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, rerata pengeluaran di Kota Surabaya tembus Rp20 juta.

Tingginya pengeluaran ini dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari harga barang pasaran, kebutuhan hidup yang berbeda-beda, hingga daya beli masyarakat.

Baca Juga: 10 Daerah dengan Upah Minimum Tertinggi di Jawa Timur 2026

Di bawah Kota Surabaya, Kota Malang mencatatkan rata-rata pengeluaran terbesar kedua di Jawa Timur, mencapai Rp18,59 juta per tahun, diikuti Kota Madiun dengan Rp18,17 juta.

Kabupaten Sidoarjo mengisi bangku keempat dengan rata-rata pengeluaran mencapai Rp16,36 juta, disusul Kota Blitar dengan Rp15,58 juta dan Kota Mojokerto sebesar Rp15,37 juta.

Wilayah dengan pengeluaran terbesar di Jawa Timur berikutnya diisi oleh Kota Pasuruan dengan rata-rata mencapai Rp15,28 juta. Gresik mengisi posisi kedelapan dengan Rp14,98 juta. Selisih tipis, di bawahnya terdapat Kota Batu yang rata-rata pengeluaran penduduknya sebesar Rp14,80 juta.

Daftar 10 besar ditutup oleh Kabupaten Mojokerto dengan pengeluaran sebesar Rp14,52 juta.

Sebaliknya, Kabupaten Sampang jadi wilayah dengan pengeluaran terendah, rata-rata sebesar Rp10,03 juta per kapita, diikuti Kabupaten Bangkalan dengan Rp10,26 juta dan Kabupaten Lumajang sebesar Rp10,60 juta.

Benarkah Penduduk Jawa Timur Semakin Boros?

Dari tahun ke tahun, rata-rata pengeluaran di Jawa Timur tercatat selalu meningkat.

Pada 2020, rata-rata pengeluarannya tercatat sebesar Rp11,60 juta per kapita, yang kemudian meningkat menjadi Rp11,71 juta pada 2021.

Memasuki tahun 2022, rata-rata pengeluaran per kapita manik menjadi Rp11,99 juta, dan tembus Rp12,42 juta pada 2023.

Pada 2024, rerata pengeluarannya naik menjadi Rp12,85 juta per kapita.

Kenaikan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya meningkatnya harga barang dan jasa dari waktu ke waktu. 

Ketika harga kebutuhan pokok, makanan, transportasi, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga mengalami kenaikan, masyarakat perlu mengeluarkan uang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan yang sama.

Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan dan perubahan pola konsumsi masyarakat juga dapat mendorong peningkatan pengeluaran. 

Seiring meningkatnya aktivitas ekonomi, kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar, tetapi juga dapat mencakup pendidikan, kesehatan, transportasi, rekreasi, hingga berbagai layanan lainnya.

Dengan demikian, kenaikan rata-rata pengeluaran per kapita dari tahun ke tahun tidak serta-merta menunjukkan bahwa masyarakat semakin boros. 

Angka tersebut juga dapat mencerminkan perubahan harga, daya beli, serta pola dan kebutuhan konsumsi masyarakat yang terus berkembang.

Baca Juga: 7 Wilayah dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di Jawa Timur 2025

Sumber:

https://jatim.bps.go.id/id/publication/2026/04/24/04cb9abfcb46b1ab2f0b2d36/indeks-pembangunan-manusia-provinsi-jawa-timur-2025.html

Penulis: Agnes Z. Yonatan Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?