Internet semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Data BPS dalam laporan Statistik Telekomunikasi Indonesia 2025 menunjukkan, 77,63% penduduk Indonesia berusia 5 tahun ke atas pernah mengakses internet dalam tiga bulan terakhir pada 2025.
Tingginya angka tersebut menunjukkan semakin luasnya penggunaan internet di Indonesia. Namun, pengguna internet memiliki karakteristik yang beragam jika dilihat berdasarkan wilayah, jenis kelamin, generasi, pendidikan, perangkat yang digunakan, hingga tujuan mengakses internet.
Lantas, seperti apa profil pengguna internet di Indonesia pada 2025?
Provinsi dengan Persentase Penduduk yang Mengakses Internet Tertinggi
Baca Juga: Penetrasi Internet Indonesia Naik, Capai 81% dengan 235 Juta Pengguna pada 2026
Pada 2025, Kepulauan Riau menjadi provinsi dengan persentase penduduk yang mengakses internet dalam tiga bulan terakhir paling tinggi, yakni 91,32%. Posisi berikutnya ditempati DKI Jakarta sebesar 90,27% dan Kalimantan Timur sebesar 85,83%.
Selanjutnya, terdapat D.I. Yogyakarta, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Riau, Bali, dan Banten. Kesepuluh provinsi tersebut mencatat persentase akses internet di atas 80% pada 2025.
Perbandingan Jenis Kelamin Pengguna Internet
Pada 2025, pengguna internet di Indonesia didominasi oleh laki-laki sebesar 51,68%, sedangkan perempuan mencapai 48,32%.
Selisihnya relatif tipis, hanya sekitar 3,36 poin persentase, yang menunjukkan bahwa akses internet sudah cukup merata berdasarkan jenis kelamin.
Persentase Pengguna Internet Berdasarkan Generasi
Gen Z menjadi kelompok pengguna internet terbesar pada 2025 dengan persentase 32,65%. Berikutnya, pengguna dari kelompok Milenial mencapai 30,45% dan Gen X sebesar 19,19%.
Sementara itu, Post Gen Z menyumbang 12,53% pengguna internet, sedangkan kelompok Baby Boomer & Pre Boomer sebesar 5,18%.
Persentase Pengguna Internet Berdasarkan Pendidikan
Baca Juga: Jumlah Kepemilikan Komputer di Indonesia Terus Naik, 10 Provinsi ini yang Tertinggi di 2025
Berdasarkan pendidikan terakhir, pengguna internet pada 2025 paling banyak berasal dari kelompok SMA/sederajat dengan persentase 32,39%. Selanjutnya, pengguna dengan pendidikan SMP/sederajat mencapai 21,71% dan SD/sederajat sebesar 20,22%.
Sementara itu, pengguna internet dengan pendidikan S1 ke atas mencapai 13,84%, diikuti D1-D3/Diploma sebesar 9,60%. Adapun kelompok yang tidak atau belum pernah sekolah memiliki persentase paling kecil, yakni 2,24%.
Lokasi yang Digunakan untuk Mengakses Internet
Rumah sendiri menjadi lokasi yang paling banyak digunakan masyarakat untuk mengakses internet pada 2025, dengan persentase mencapai 98,23%. Selain itu, internet juga diakses melalui tempat umum sebesar 54,28% dan rumah bukan milik sendiri sebesar 42,64%.
Pengguna internet juga mengakses internet saat berada di kendaraan yang bergerak (35,24%), tempat kerja (32,13%), serta sekolah (11,77%).
Perangkat yang Dipakai untuk Mengakses Internet
Ponsel menjadi perangkat yang paling dominan digunakan masyarakat Indonesia untuk mengakses internet pada 2025. Berdasarkan data BPS, perangkat yang digunakan meliputi:
1. Telepon Seluler
Telepon seluler menjadi perangkat yang paling dominan digunakan untuk mengakses internet, dengan persentase mencapai 99,08%. Angka ini menunjukkan bahwa hampir seluruh pengguna internet mengandalkan ponsel untuk terhubung ke internet.
2. Laptop/Netbook
Laptop atau netbook juga digunakan oleh 10,29% pengguna internet pada 2025. Perangkat ini menjadi pilihan untuk aktivitas yang membutuhkan layar dan perangkat kerja yang lebih fleksibel dibandingkan telepon seluler.
3. Komputer Desktop
Komputer desktop digunakan oleh 2,97% pengguna internet pada 2025. Tercatat, 19,94% rumah tangga di Indonesia memiliki atau menguasai komputer pada 2025, meningkat 1,42 poin persentase dari 2024.
Tujuan Masyarakat Mengakses Internet
Pada 2025, hiburan menjadi tujuan utama masyarakat Indonesia mengakses internet, dengan persentase mencapai 87,53%. Posisi berikutnya adalah mendapatkan informasi atau berita sebesar 80,85% dan menggunakan media sosial sebesar 79,65%.
Selanjutnya, internet juga digunakan untuk membeli barang/jasa, mengirim atau menerima email, menggunakan fasilitas finansial/e-banking, membuat konten digital, pembelajaran online, menjual barang/jasa, serta tujuan lainnya.
Tingginya penggunaan internet juga sejalan dengan besarnya pengeluaran rumah tangga untuk komunikasi. Pada 2025, 93,69% rumah tangga Indonesia memiliki pengeluaran untuk telekomunikasi, dengan rata-rata mencapai Rp220.216 per bulan. Pengeluaran tersebut juga menyumbang 3,55% dari total konsumsi rumah tangga.
Baca Juga: Besar Rata-rata Pengeluaran Rumah Tangga Bulanan untuk Komunikasi di Indonesia 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/08/31/49c6f2edbe4fdc176175d833/statistik-telekomunikasi-indonesia-2025.html