Transportasi udara menjadi indikator penting pemulihan mobilitas nasional seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan konektivitas antardaerah.
Sepanjang tahun 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penguatan kinerja penumpang udara domestik dan internasional yang mencerminkan bangkitnya sektor transportasi dan ekonomi Indonesia.
Penumpang Transportasi Udara di Indonesia Sepanjang 2025
Sepanjang tahun 2025, transportasi udara di Indonesia menunjukkan tren pemulihan yang konsisten baik untuk penumpang domestik maupun internasional.
Pada awal tahun, jumlah penumpang udara domestik mengalami penurunan dari 5,69 juta orang pada Desember 2024 menjadi titik terendah 4,25 juta orang pada Maret 2025.
Penurunan ini sejalan dengan berakhirnya musim liburan dan normalisasi mobilitas masyarakat. Memasuki April 2025, penumpang domestik kembali meningkat signifikan hingga 5,43 juta orang dan relatif stabil hingga akhir tahun.
Pada Desember 2025, jumlah penumpang domestik mencapai 5,46 juta orang, mencerminkan pertumbuhan tahunan yang positif.
Sementara itu, penumpang udara internasional juga menunjukkan pola pemulihan bertahap sepanjang 2025. Setelah sempat turun hingga 1,43 juta orang pada Maret 2025, jumlah penumpang internasional mulai meningkat seiring pulihnya perjalanan lintas negara.
Puncak penumpang internasional tercatat pada Agustus 2025 dengan 1,92 juta orang, didorong oleh musim liburan dan meningkatnya aktivitas pariwisata.
Meski sempat melemah kembali pada November 2025, penumpang internasional menutup tahun dengan capaian 1,79 juta orang pada Desember 2025.
Secara keseluruhan, tren ini menunjukkan bahwa pasar domestik tetap menjadi tulang punggung transportasi udara Indonesia.
Namun, pergerakan penumpang internasional yang terus membaik menandakan pemulihan konektivitas global yang semakin kuat.
Kombinasi pertumbuhan domestik dan internasional ini mencerminkan bangkitnya sektor transportasi udara Indonesia sepanjang 2025.
Perbandingan Penumpang Udara Domestik dan Internasional Sepanjang 2025
Sepanjang tahun 2025, jumlah penumpang udara domestik di Indonesia tetap mendominasi dibandingkan penumpang internasional.
Data menunjukkan penumpang domestik bergerak di kisaran 4,25–5,46 juta orang per bulan, jauh lebih tinggi dibanding penumpang internasional yang berada pada rentang 1,43–1,92 juta orang.
Meski sama-sama mengalami fluktuasi, pasar domestik cenderung lebih stabil karena ditopang mobilitas antardaerah dan kebutuhan perjalanan dalam negeri.
Sebaliknya, penumpang internasional menunjukkan pola pemulihan yang lebih bertahap, dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, pariwisata, dan jumlah penerbangan lintas negara. Pada paruh kedua 2025, selisih antara penumpang domestik dan internasional tetap lebar meskipun keduanya mengalami kenaikan menjelang akhir tahun.
Perbandingan ini menegaskan bahwa transportasi udara domestik masih menjadi tulang punggung konektivitas nasional, sementara sektor internasional berperan sebagai pendukung pemulihan mobilitas global.
Implikasi Statistik Transportasi Udara terhadap Mobilitas Nasional
Data di atas menunjukkan bahwa pemulihan mobilitas nasional semakin menguat, terutama ditopang oleh pergerakan penumpang domestik.
Dominasi penumpang udara dalam negeri menegaskan peran strategis transportasi udara sebagai penghubung utama antar daerah di negara kepulauan seperti Indonesia.
Sementara itu, tren peningkatan penumpang internasional mencerminkan mulai pulihnya konektivitas global, pariwisata, dan aktivitas ekonomi lintas negara.
Statistik ini menjadi indikator penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan transportasi, pengembangan bandara, serta peningkatan kapasitas layanan penerbangan. Konsistensi pertumbuhan penumpang juga menunjukkan perlunya integrasi transportasi udara dengan moda darat dan laut untuk mendukung mobilitas yang efisien dan inklusif.
Secara keseluruhan, kinerja transportasi udara sepanjang 2025 menegaskan perannya sebagai tulang punggung mobilitas nasional dan pendorong pemulihan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: 7 Kecelakaan Pesawat Paling Mematikan di Indonesia 2000-2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/infographic?id=1214
Penulis: Angel Gavrila
Editor: Editor