Harga emas Antam hari ini (21/5) melonjak signifikan. Berdasarkan data Logam Mulia, harga emas ukuran 1 gram kini dibanderol Rp2.800.000, naik Rp35.000 dibandingkan hari sebelumnya yang berada di level Rp2.765.000 per gram.
Kenaikan ini menjadi sorotan karena terjadi setelah harga emas sempat mengalami penurunan pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengungkap bahwa Amerika Serikat dan Iran sedang memasuki fase akhir perundingan.
Apabila perundingan ini berhasil, maka diharapkan Selat Hormuz dapat dibuka kembali. Hal ini dapat memengaruhi distribusi dan harga energi global yang dapat membebaskan ekonomi dunia dari ancaman inflasi tinggi.
Baca Juga: Kembali Turun, Harga Emas Hari Ini 20 Mei 2026 Sebesar Rp2.765.000
Harga Emas Antam Hari Ini, 21 Mei 2026
Berdasarkan data terbaru dari Logam Mulia, harga emas Antam berbagai ukuran mengalami penyesuaian naik. Untuk ukuran terkecil 0,5 gram, harga dasar tercatat sebesar Rp1.450.000, sedangkan setelah dikenakan pajak PPh 0,25% menjadi Rp1.453.625.
Sementara itu, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp2.800.000. Setelah dikenakan pajak PPh 0,25%, total harga yang harus dibayarkan konsumen menjadi Rp2.807.000.
Kenaikan harga juga terjadi pada ukuran lainnya, seperti 5 gram yang dijual Rp13.775.000 dan ukuran 10 gram yang mencapai Rp27.495.000.
Untuk ukuran besar, emas Antam 100 gram dijual seharga Rp274.212.000 sebelum pajak dan Rp274.897.530 setelah pajak. Adapun ukuran terbesar, yakni 1.000 gram atau 1 kilogram, kini dipasarkan seharga Rp2.740.600.000 dengan harga setelah pajak mencapai Rp2.747.451.500.
Dalam transaksi pembelian emas batangan, pembeli dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 0,25% bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pajak tersebut langsung ditambahkan ke total transaksi pembelian. Sebagai contoh, harga emas 1 gram sebesar Rp2.800.000 akan dikenakan tambahan pajak sebesar Rp7.000, sehingga total pembayaran menjadi Rp2.807.000.
Selain itu, harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan cukup signifikan. Jika pada perdagangan sebelumnya buyback berada di level Rp2.569.000 per gram, hari ini naik menjadi Rp2.604.000 per gram atau bertambah Rp35.000. Kenaikan harga buyback yang sebanding dengan kenaikan harga jual menunjukkan adanya penguatan sentimen terhadap emas sebagai aset lindung nilai.
Faktor Naik-Turun Harga Emas
1. Pergerakan Nilai Tukar Dolar AS
Salah satu faktor utama yang memengaruhi harga emas adalah pergerakan dolar Amerika Serikat. Ketika dolar AS melemah, harga emas biasanya cenderung naik karena emas menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain. Sebaliknya, ketika dolar menguat, harga emas berpotensi mengalami tekanan.
Hubungan antara dolar AS dan emas umumnya bersifat berlawanan arah. Oleh sebab itu, kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve menjadi salah satu faktor yang sangat diperhatikan pelaku pasar emas global.
2. Kondisi Ekonomi Global
Ketidakpastian ekonomi global juga menjadi pendorong utama naiknya harga emas. Saat terjadi perlambatan ekonomi, konflik geopolitik, atau ancaman resesi, investor biasanya mencari instrumen investasi yang dianggap aman, salah satunya emas.
Permintaan terhadap emas cenderung meningkat ketika pasar saham mengalami tekanan. Hal ini membuat harga emas sering kali naik di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil karena emas dianggap mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang.
3. Tingkat Inflasi
Inflasi yang tinggi turut memengaruhi pergerakan harga emas. Ketika inflasi meningkat, nilai mata uang cenderung menurun sehingga masyarakat dan investor memilih emas sebagai alat lindung nilai untuk menjaga daya beli.
Dalam kondisi inflasi tinggi, emas dianggap mampu mempertahankan nilainya dibandingkan uang tunai. Oleh karena itu, permintaan emas biasanya meningkat seiring naiknya tekanan inflasi di berbagai negara.
4. Permintaan dan Penawaran Pasar
Faktor permintaan dan penawaran juga sangat menentukan harga emas. Ketika permintaan emas meningkat, baik untuk investasi, industri, maupun perhiasan, harga emas cenderung naik. Sebaliknya, jika pasokan emas lebih besar dibanding permintaan, harga dapat mengalami penurunan.
Permintaan emas biasanya meningkat pada momen tertentu, seperti musim pernikahan, festival keagamaan, atau ketika kondisi ekonomi global tidak menentu. Kondisi ini membuat harga emas lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar.
5. Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral
Kebijakan suku bunga dari bank sentral memiliki pengaruh besar terhadap harga emas. Ketika suku bunga naik, investor cenderung beralih ke instrumen berbunga seperti deposito atau obligasi karena menawarkan imbal hasil lebih tinggi.
Sebaliknya, ketika suku bunga rendah, emas menjadi lebih menarik karena biaya peluang memegang emas menjadi lebih kecil. Situasi tersebut biasanya mendorong kenaikan harga emas di pasar global maupun domestik.
Melihat kondisi sosiopolitik dunia sekarang, fluktuasi harga emas masih bisa terjadi. Jika ketegangan antara Iran dan AS tidak kunjung mereda, ada kemungkinan harga emas bisa naik lagi. Kenaikannya mungkin jauh lebih signifikan dibandingkan kenaikan harga emas hari ini. Namun, jika perundingan antara Iran dan AS berhasil, harga emas juga dapat mengalami penurunan drastis.
Baca Juga: Investasi Jangka Panjang untuk Gen Z, Emas Jadi Pilihan Terpopuler
Sumber:
https://www.logammulia.com/id/harga-emas-hari-ini
Penulis: Aisha Zahrany
Editor: Muhammad Sholeh