Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara mempercepat transformasi besar di lingkungan Telkom Group. Melalui strategi Streamlining (perampingan) BUMN Pangkas 67 Entitas Anak Usaha Telkom, jumlah anak perusahaan yang sebelumnya mencapai 67 entitas akan disederhanakan menjadi hanya 19 entitas pada akhir 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi Telkom sebagai strategic holding digital nasional yang lebih ramping, fokus, dan kompetitif. Selain itu, restrukturisasi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi bisnis, mempercepat pengembangan infrastruktur digital, serta memperkuat daya saing perusahaan di tengah perubahan industri telekomunikasi yang berlangsung sangat cepat.
BP BUMN Pangkas 67 Entitas Anak Usaha Telkom, Kini Sisa 19
Rencana perampingan struktur Telkom Group menjadi salah satu agenda utama transformasi BUMN di sektor digital. Dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dengan jajaran manajemen Telkom, dibahas percepatan proses streamlining Telkom yang menargetkan pengurangan jumlah entitas usaha dari 67 menjadi 19 perusahaan pada akhir tahun 2026.
Transformasi ini tidak hanya berfokus pada pengurangan jumlah anak usaha. Lebih dari itu, Telkom ingin membangun struktur organisasi yang lebih sederhana sehingga pengambilan keputusan bisnis dan proses birokrasi dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
BP BUMN dan Danantara menilai bahwa banyaknya anak usaha yang dimiliki Telkom selama ini berpotensi menciptakan tumpang tindih fungsi bisnis serta menurunkan efisiensi operasional. Oleh karena itu, restrukturisasi Telkom menjadi langkah strategis untuk memperkuat fokus perusahaan pada bisnis digital dan infrastruktur telekomunikasi nasional.
Melalui penyederhanaan struktur perusahaan, Telkom diharapkan mampu bergerak lebih lincah (agile) dalam menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional yang terus berkembang.
Mengapa Telkom Melakukan Streamlining pada Anak Usahanya?
Program perampingan (streamlining) Telkom dilakukan sebagai bagian dari transformasi bisnis jangka panjang. Fokus utama kebijakan ini adalah menciptakan organisasi yang lebih efisien, meningkatkan tata kelola perusahaan, dan memperkuat posisi Telkom sebagai strategic holding digital nasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri telekomunikasi menghadapi persaingan yang semakin ketat. Perusahaan tidak lagi hanya bersaing dalam layanan telekomunikasi konvensional, tetapi juga dalam pengembangan data center, cloud computing, artificial intelligence (AI), hingga infrastruktur digital terintegrasi.
Oleh karena itu, Telkom perlu memastikan seluruh sumber daya dan investasinya terfokus pada sektor-sektor yang memiliki nilai strategis dan prospek pertumbuhan tinggi. Restrukturisasi juga diharapkan mampu mengurangi biaya operasional yang tidak produktif serta meningkatkan sinergi antarunit bisnis.
Di sisi lain, BP BUMN dan Danantara menargetkan agar transformasi bisnis Telkom dapat mendukung penguatan ekosistem digital nasional melalui optimalisasi aset dan konsolidasi infrastruktur digital yang saat ini tersebar di berbagai entitas.
5 Strategi Transformasi yang Dilakukan Telkom Group
Berdasarkan pemaparan dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN Dony Oskaria dan Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji di Wisma Danantara, Jakarta, pada Senin (25/5/2026), Telkom telah menyiapkan 5 instrumen utama sebagai landasan proses streamlining menuju strategic holding digital.
Instrumen tersebut mencakup merger, divestasi, likuidasi, konsolidasi bisnis internal, hingga pembentukan enterprise holding baru. Berikut rumusan 5 langkah strategi transformasi yang akan dijalankan:
Baca Juga: Ekspor Batu Bara Kini Wajib Lewat BUMN, Apa Alasannya?
Kelima instrumen tersebut dirancang untuk menciptakan struktur korporasi yang lebih ramping (lean), fokus pada bisnis utama, serta mampu meningkatkan daya saing Telkom di tingkat nasional maupun global.
Percepatan Proyek Telkom Menuju Strategic Holding Digital
Selain melakukan restrukturisasi perusahaan, BP BUMN dan Danantara akan memprioritaskan sejumlah proyek strategis yang menjadi bagian pendukung dari agenda transformasi digital nasional.
Berikut proyek-proyek strategis yang menjadi fokus percepatan transformasi digital:
Khusus untuk proyek FiberCo, BP BUMN bersama Danantara mengarahkan program untuk menggabungkan (konsolidasi) infrastruktur jaringan milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dengan aset fiber optik BUMN lain dengan Telkom Group sebagai motor penggerak utama.
Melalui percepatan proyek-proyek tersebut, Telkom diharapkan dapat memainkan peran yang lebih besar sebagai tulang punggung ekosistem digital Indonesia. Tidak hanya meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi, transformasi ini juga ditujukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional yang terus berkembang.
Dengan kombinasi antara restrukturisasi korporasi dan percepatan pembangunan infrastruktur digital, Telkom Group menargetkan terciptanya organisasi yang lebih adaptif, efisien, dan berdaya saing global. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang BP BUMN dan Danantara dalam membangun strategic holding digital nasional yang mampu menjawab kebutuhan transformasi digital Indonesia di masa depan.
Baca Juga: Ini Sektor BUMN dengan Laba Tertinggi pada 2024
Sumber:
https://www.telkom.co.id/sites/berita/id_ID/news/telkom-perkuat-transformasi-korporasi-melalui-strategic-holding-dan-penataan-portofolio-bisnis-3393
https://www.telkom.co.id/minio/show/data/lampiran/1778677674968_original_TLKM-2025AR-fullbook-54-00-hires.pdf
Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Firda Wandira